Pengamat: Banyak Pentolan KAMI Yang Seharusnya Lebih Menonjol Daripada Gatot Nurmantyo

Deklarasi KAMI/Net

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tidak boleh hanya dimanfaatkan untuk memnuhi hasrat kepentingan pribadi. Harus muncul banyak tokoh dari ratusan deklarator KAMI, bukan hanya perorangan.

Begitu kata pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam yang menilai KAMI terlalu dimanfaatkan oleh mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai presidium.

Padahal, sambungnya, banyak tokoh lain yang seharusnya lebih menonjol daripada Gatot Nurmantyo.

"Kita semua tidak tau apa tujuan akhir KAMI, dan siapa donatur utama di belakangnya? Apakah Gatot atau siapa? Tapi, jangan sampai Gatot memanfaatkan KAMI untuk kepentingan pribadinya, karena saya lihat justru banyak pentolan-pentolan lainnya di KAMI yang seharusnya lebih menonjol ketimbang Gatot Nurmantyo," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (25/9).

Sehingga, kata Saiful, KAMI harus bisa mengontrol agar tidak ada tokoh yang paling menonjol. Dengan begitu, KAMI tetap solid.

Terlebih lagi Gatot sedang asyik berselancar dengan isu kebangkitan PKI. Isu ini kurang baik bagi KAMI karena akan dianggap sebagai pemecah belah bangsa.

“Gatot membawa-bawa isu PKI, ini kan bisa memecah-belah semua. Kalau mau tunjuk siapa PKI yang dimaksud Gatot, jangan ambigu seperti saat ini," tegas Saiful.

Jika Gatot terus menyampaikan narasi PKI tanpa menunjuk secara jelas siapa yang menjadi bagian PKI, maka rakyat akan menganggap bahwa KAMI hanya dimanfaatkan Gatot secara pribadi.

"Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, maka bisa jadi rakyat menganggap KAMI dimanfaatkan Gatot secara pribadi untuk tujuan yang diinginkannya," pungkas Saiful.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Wiku Adisasmito: Sumpah Pemuda Harus Jadi Momen Persatuan Lawan Covid-19
Politik

Wiku Adisasmito: Sumpah Pemu..

29 Oktober 2020 23:37
Di Hadapan Pompeo, GP Ansor Bicara Islam Kasih Sayang
Politik

Di Hadapan Pompeo, GP Ansor ..

29 Oktober 2020 22:38
Cakada Mura Diduga Positif Covid-19, MAKI: Tanda Tanya Besar, Kenapa Ditutupi?
Politik

Cakada Mura Diduga Positif C..

29 Oktober 2020 22:25
Milenial Dikritik Mega, FAM-I: Jangan Ciut, Mereka Tak Siap Dengan Perubahan
Politik

Milenial Dikritik Mega, FAM-..

29 Oktober 2020 21:59
Soroti Surat Utang, RR: Prestasi Menkeu
Politik

Soroti Surat Utang, RR: Pres..

29 Oktober 2020 21:33
Ramai Seruan Boikot Produk Prancis, JMI: Umat Jangan Mudah Jadi Alat Bentur
Politik

Ramai Seruan Boikot Produk P..

29 Oktober 2020 20:43
BEM SI: Kontribusi Milenial Banyak, Belum Terlihat Apa Sengaja Tidak Dilihat?
Politik

BEM SI: Kontribusi Milenial ..

29 Oktober 2020 20:22
DPR RI: Duta Besar Prancis Harus Minta Maaf Pada Muslim Indonesia Atas Nama Presiden Macron
Politik

DPR RI: Duta Besar Prancis H..

29 Oktober 2020 20:16