Hindari Generasi Tuna Sejarah, FPKS Gelar Lomba Pidato Biografi Lima Tokoh Bangsa

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini/RMOL

Dalam rangka menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme negerasi bangsa, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI menggelar lomba pidato biografi tokoh bangsa yang diluncurkan pada Jumat (25/9).

Ada lima tokoh bangsa yang biografinya dilombakan hingga 27 Oktober mendatang, yakni pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, Soekarno, Muhammad Hatta, dan Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Dalam peluncuran yang digelar secara virtual, hadir beberapa narasumber di antaranya Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini Pusat Studi Pemikiran Hadratussyaikh Miftahurrahim Syarkun, KH Hasyim Asyari dan Abdul Muti.

Menurut Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini lomba ini dilaksanakan agar generasi bangsa makin mengenal, mengetahui dan meneladani tokoh-tokoh bangsa yang berkontribusi dalam menghadirkan Indonesia merdeka yang teladannya mewarnai corak dan karakter kebangsaan Indonesia.

"Fraksi PKS ingin agar generasi bangsa tidak tuna sejarah dan tidak melupakan sejarah (jas merah) yang di dalamnya juga sangat kuat peran ulama (jas hijau). Maka diperlukan metoda pembelajaran, pendidikan, bahkan kampanye publik yang kreatif agar mereka tertarik mempelajari hingga meneladani para tokoh bangsa," terang Jazuli dalam keterangan tertulisnya.

Upaya ini juga sekaligus untuk menumbuhkan literasi sejarah dengan fokus utama agar generasi bangsa memiliki kesadaran sejarah dan warisan tokoh-tokoh besar yang dimiliki bangsa Indonesia. Sehingga, bukan saja paham sejarah tapi juga mengerti bagaimana harus bersikap dalam menjaga ke-Indonesiaan.

"Indonesia ini dibangun dengan pemikiran dan gagasan yang besar dari para tokoh bangsa. Ada tokoh ummat yang sangat kuat khidmatnya seperti KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan hingga melahirkan ormas Islam terbesar NU dan Muhammadiyah," ungkapnya.

Fraksi PKS juga ingin publik lebih mengenal Panglima Besar Jenderal Sudirman pemimpin perang gerilya zaman revolusi fisik, panglima besar pertama Tentara Keamanan Rakyat (cikal bakal TNI) yang berangkat dari rakyat biasa, sangat aktif di pergerakan Muhammadiyah sejak muda, dan terkenal sangat taat beragama.

"Tentu tidak ketinggalan peran dan kiprah proklamator Bung Karno dan Bung Hatta sebagai presiden dan wapres pertama dan peletak dasar pembangunan Indonesia merdeka. Sosok Bung Karno yang heroik dan Bung Hatta yang konseptual dan sederhana menjadi kombinasi pemimpin teladan dari setiap generasi," urai Jazuli.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Politisi PDIP: Harus Diakui Janji Jokowi Soal Lapangan Kerja Belum Memuaskan Semua Pihak
Politik

Politisi PDIP: Harus Diakui ..

21 Oktober 2020 18:12
Survei Indokator: Tingkat Kepuasan Kinerja Pemerintah Jokowi Per September Capai 66 Persen
Politik

Survei Indokator: Tingkat Ke..

21 Oktober 2020 18:07
Bertemu Jokowi Di Istana, PP Muhammadiyah Usul UU Ciptaker Ditunda
Politik

Bertemu Jokowi Di Istana, PP..

21 Oktober 2020 17:54
Menurut Ace Hasan, Kebijakan Jokowi-Maruf Terbitkan Perppu Pastikan Penanganan Covid-19 Efektif
Politik

Menurut Ace Hasan, Kebijakan..

21 Oktober 2020 17:45
Dua Mantan Menteri Jokowi Kopdar, Kangen-kangenan Hingga Diskusi Ringan Soal Bangsa
Politik

Dua Mantan Menteri Jokowi Ko..

21 Oktober 2020 17:26
Relawan: Periode Kedua Pemerintahan Jokowi Rusak, Harus Segera Reshuffle Menteri
Politik

Relawan: Periode Kedua Pemer..

21 Oktober 2020 17:19
HUT Ke 56 Golkar, Kepala Daerah Yakin Teknologi Digital Beri Kemudahan Pelayanan Publik
Politik

HUT Ke 56 Golkar, Kepala Dae..

21 Oktober 2020 16:45
Komisi IX DPR: Vaksinasi Covid-19 Harus Transparan Karena Pakai Uang Rakyat
Politik

Komisi IX DPR: Vaksinasi Cov..

21 Oktober 2020 16:42