Ketua Bappilu Golkar: Protokol Kesehatan Kunci Sukses Pilkada 2020

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Maman Abdurahman/Net

Gerakan kelompok masyarakat yang menginginkan agar pilkada serentak 2020 ditunda masih terus bermunculan. Mereka meminta pilkada ditunda karena pandemi Covid-19 yang masih belum berlalu.

Hanya saja, berdasarkan kesepakatan bersama dengan Kementerian Dalam Negeri, DPR RI, KPU dan Bawaslu, telah membuat keputusan untuk terus melaksanakan pilkada 2020 sesuai jadwal pada 9 Desember mendatang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Maman Abdurahman mengatakan, ada banyak pertimbangan mengapa pesta demokrasi ini harus digelar pada saat pandemi Covid-19. Salah satunya adalah kepastian kepemimpinan pada tahun depan yang dianggap genting.

“Jika pilkada ditunda lagi untuk menunggu pandemi Covid-19 berakhir, kita tidak tahu sampai kapan pandemik itu akan berakhir. Sebagaimana prediksi para epidemolog dari berbagai negara tahun depan belum tentu berakhir,” kata Maman kepada wartawan, Sabtu (26/9).

Maman menyatakan pilkada 2020 tetap bisa berlangsung dengan aman selama pandemi Covid-19.

“Kuncinya adalah kedisiplinan protokol kesehatan. Apalagi sudah ada PKPU revisi yang mengatur tentang bagaimana kampanye dan proses pemilihan nanti dilakukan,” imbuhnya menekankan.

Menurutnya, jumlah penambahan kasus pasien Covid-19 tidak berhubungan langsung dengan pilkada. Buktinya di daerah yang tidak menggelar agenda pilkada, kasus penambahan tetap terjadi.

“Naik atau tidaknya kasus positif Covid-19, itu karena kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Lha DKI saja, tidak ada pilkada, tapi juga terdapat kenaikan pasien Covid-19. Jadi sekali lagi kuncinya adalah protokol kesehatan,” ujarnya.
 
Adapun pada Februari 2021, banyak kepala daerah mulai dari gubernur, bupati atau walikota akan habis masa jabatannya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pilkada untuk memberikan kepastian kepemimpinan di daerah-daerah tersebut.

Perlu diketahui juga, penyelenggaraan Pilkada yang pemungutan suaranya dijadwalkan pada 9 Desember 2020 nanti merupakan jadwal hasil penundaan sebelumnya.

“Jadwal tersebut merupakan jadwal penundaan. Semula pilkada 2020 ini direncanakan akan digelar pencoblosan tanggal 23 September 2020,” demikian Maman.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Sri Mulyani Tak Naikkan Upah 2021 Untuk Menghindari PHK Karyawan
Politik

Sri Mulyani Tak Naikkan Upah..

27 Oktober 2020 18:47
Haris Rusly Sebut Mendes Bakal Direshuffle, Pimpinan PKB: Kami Yakin Itu Info Salah
Politik

Haris Rusly Sebut Mendes Bak..

27 Oktober 2020 18:35
Pengamat: Pilpres Masih Lama, Ada Motif Di Balik Survei Yang Diumumkan Sekarang
Politik

Pengamat: Pilpres Masih Lama..

27 Oktober 2020 18:13
Sepakat Bentjok Divonis Seumur Hidup, Hinca Pandjaitan: Bagaimana Nasib Dana Nasabah?
Politik

Sepakat Bentjok Divonis Seum..

27 Oktober 2020 18:13
Dideklarasikan Besok, Repindo Siap Rajut Potensi Anak Bangsa
Politik

Dideklarasikan Besok, Repind..

27 Oktober 2020 17:53
Diduga Melakukan Pelanggaran Berat, Walikota Risma Bisa Terancam Penjara
Politik

Diduga Melakukan Pelanggaran..

27 Oktober 2020 17:43
Agung Laksono: UU Cipta Kerja Terobosan Hukum Mewujudkan Cita-cita Pendiri Bangsa
Politik

Agung Laksono: UU Cipta Kerj..

27 Oktober 2020 16:09
UMP Tidak Naik Tanda Menaker Nggak Pede Dengan Program Jokowi
Politik

UMP Tidak Naik Tanda Menaker..

27 Oktober 2020 16:06