Penanganan Covid-19 Di Korsel Dan Indonesia Dibandingkan, RR: Srategi Tidak Berubah, Hanya Tambah Kontrol Dan Kuasa

Dr Rizal Ramli/Net

Penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19) di Indonesia agaknya susah untuk berjalan efektif. Sebabnya, strategi yang digunakan tidak jelas alias berubah-ubah, hingga tidak mengandalkan sains, teknologi dan epidemiologi yang handal.

Ekonom senior Rizal Ramli kemudian membandingkan dengan pola penanganan Covid-19 di Korea Selatan yang berjalan sukses lantaran memadukan teknologi dan pengujian (testing) yang tidak dilakukan negara lain.

Menurut RR - sapaan akrabnya- di Korsel, kontrol dan komunikasi yang terpusat dan ketakutan konstan akan kegagalan cukup tinggi. Bahkan kondisi ekonomi Korea Selatan juga diperkirakan hanya turun 0,8 persen pada tahun ini.

Penjelasan itu diungkapkan Rizal Ramli dalam cuitan akun Twitter pribadinya sambil menyematkan laman berita Korea Selatan berjudul "Lesson from Korea on How to Manage Covid-19" (belajar dari Korea bagaimana menangani Covid-19), Sabtu (26/9). 

"Bagaimana bisa efektif, srategi tidak berubah, yang ada hanya tambah kontrol dan kuasa, dan ngomong segerobak. Tidak andalkan science, tidak ada ahli-ahli epidemiologi andal, hanya lulusan Bizz school yang hanya bagus bikin bahan presentasi ambyar andalan @jokowi," tulis Rizal Ramli.

RR, sapaan karib Menko Ekuin era presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menilai, Korea Selatan sangat baik menangani pandemi Covid-19. Sedangkan di Indonesia masih sangat jauh dari kata efektif karena masih minimnya testing dan kontrol, selain ketidakjelasan penangannya.

"Disini kontrol semua, efektivitas zero, ngomong segrobak. Fwd: South Korea halted virus better. Twice the U.S. & U.K. South Korea’s economy to decline by just 0.8 persen, the best among OECD. The key to success came from blending technology, testing dan kontrol," demikian Rizal Ramli.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Sri Mulyani Tak Naikkan Upah 2021 Untuk Menghindari PHK Karyawan
Politik

Sri Mulyani Tak Naikkan Upah..

27 Oktober 2020 18:47
Haris Rusly Sebut Mendes Bakal Direshuffle, Pimpinan PKB: Kami Yakin Itu Info Salah
Politik

Haris Rusly Sebut Mendes Bak..

27 Oktober 2020 18:35
Pengamat: Pilpres Masih Lama, Ada Motif Di Balik Survei Yang Diumumkan Sekarang
Politik

Pengamat: Pilpres Masih Lama..

27 Oktober 2020 18:13
Sepakat Bentjok Divonis Seumur Hidup, Hinca Pandjaitan: Bagaimana Nasib Dana Nasabah?
Politik

Sepakat Bentjok Divonis Seum..

27 Oktober 2020 18:13
Dideklarasikan Besok, Repindo Siap Rajut Potensi Anak Bangsa
Politik

Dideklarasikan Besok, Repind..

27 Oktober 2020 17:53
Diduga Melakukan Pelanggaran Berat, Walikota Risma Bisa Terancam Penjara
Politik

Diduga Melakukan Pelanggaran..

27 Oktober 2020 17:43
Agung Laksono: UU Cipta Kerja Terobosan Hukum Mewujudkan Cita-cita Pendiri Bangsa
Politik

Agung Laksono: UU Cipta Kerj..

27 Oktober 2020 16:09
UMP Tidak Naik Tanda Menaker Nggak Pede Dengan Program Jokowi
Politik

UMP Tidak Naik Tanda Menaker..

27 Oktober 2020 16:06