Komisi XI DPR Optimis Program PEN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi/Net

Pimpinan Komisi XI DPR memberikan apresiasi atas capaian pemerintah dalam penyerapan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Anggaran PEN diyakini akan menjadi stimulus efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19.

"Dari informasi yang disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto hingga pekan kemarin penyerapan anggaran PEN sudah mendekati 40 persen. Kami yakin dengan siswa waktu yang ada hingga akhir tahun penyerapan bisa sampai 100 persen," ujar Wakil Ketua Komisi XI, Fathan Subchi, Senin (28/9).

Dia menjelaskan program PEN diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir Juli 2020. Dalam program tersebut pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Rp 695 triliun. Ini artinya dalam waktu sekitar 3 bulan 3 pekan sudah hampir Rp 278 triliun yang telah terserap.

"Kami meyakini jika dalam waktu 3 bulan ke depan anggaran akan lebih banyak lagi terserap sehingga akan memberikan dampak nyata dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi kita," ujarnya.

Fathan mengatakan Indonesia seperti negara-negara lain yang terpapar pandemi Covid-19, telah masuk jurang resesi. Menurutnya, kondisi ini wajar terjadi terjadi karena banyak sektor ekonomi yang tiarap karena pandemi. Tingkat investasi hingga tingkat konsumsi masyarakat mengalami penurunan tajam.

"Oleh karena itu belanja pemerintah saat ini menjadi satu-satunya harapan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi salah satunya melalui program PEN ini," katanya.

Politikus PKB ini optimistis jika di kuartal III pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan signifikan. Jika pada kuartal II pertumbuhan ekonomi minus 5,3 persen, maka di kuartal III diharapkan bisa minus 1 hingga minus 0,5 persen.

"Sejak diluncurkan program PEN roda perekonomian menunjukkan perbaikan baik data penjualan, kegiatan manufaktur, perkantoran, hingga kegiatan pasar menunjukkan perbaikan jika dibandingkan bulan Juli lalu. Kami yakin akan kian membaik hingga akhir tahun nanti," katanya.

Kendati demikian, kata Fathan upaya perbaikan di sektor ekonomi ini harus dibarenggi dengan usaha ekstra keras di sektor pengendalian bidang Kesehatan.

Menurutnya, salah satu problem terbesar yang menghambat laju perekonomian di masa pandemi adalah rendahnya tingkat kepercayaan publik atas usaha pemerintah dalam mengendalikan sektor Kesehatan.

"Saat ini banyak pelaku ekonomi maupun masyarakat yang menahan diri untuk membelanjakan aset mereka. Jadi mereka bukannya tidak punya duit tapi khawatir jika mereka mengalami kerugian sehingga menahan diri untuk melakukan investasi atau hanya sekadar jalan-jalan ke mall," demikian Fathan Subchi.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Al Mentra Institute: Instruksi Mendagri Wujud Konsistensi Pemerintah Lindungi Warga Yang Mulai Abaikan Prokes
Politik

Al Mentra Institute: Instruk..

24 November 2020 05:53
Pendapatan Negara Turun, Aktivis Haris Rusly Pesimis Jokowi Bisa Sampai 2024
Politik

Pendapatan Negara Turun, Akt..

24 November 2020 05:31
Iwan Sumule: APBN Defisit Karena UU Corona Jadi Benteng Pengutil Brankas Negara
Politik

Iwan Sumule: APBN Defisit Ka..

24 November 2020 04:41
Polarisasi Sudah Ada Jauh Sebelum Habib Rizieq Pulang, Jokowi Jangan Diam Saja
Politik

Polarisasi Sudah Ada Jauh Se..

24 November 2020 03:53
Marwan Jafar: Saatnya Fokus Penanganan Covid-19 Agar Energi Bangsa Tak Terbuang Tanpa Makna
Politik

Marwan Jafar: Saatnya Fokus ..

24 November 2020 02:17
Kepada Azis Syamsuddin, Wali Nanggroe Minta MoU Helsinki Segera Dirampungkan Pemerintah
Politik

Kepada Azis Syamsuddin, Wali..

24 November 2020 01:37
Sepakat Dengan JK, Mujahid 212: Rakyat Butuh Pemimpin Komplet Seperti Habib Rizieq
Politik

Sepakat Dengan JK, Mujahid 2..

24 November 2020 00:35
Ketum Paguyuban Pasundan: Penyelenggara Pilkada Harus Jamin Keselamatan Pemilih
Politik

Ketum Paguyuban Pasundan: Pe..

23 November 2020 23:58