Untuk Pulihkan Ekonomi, Pengesahan RUU Ciptaker Dan Vaksinasi Harus Dipercepat

Ketua Umum LPPC19-PEN, Arief Poyuono/Net

RUU Ciptaker yang akan disahkan oleh DPR dan Pemerintah menjadi dasar untuk memulihkan ekonomi. Karena akan menciptakan iklim investasi yang friendly, fair, dan adil bagi dunia usaha di Indonesia yang nanti bisa menampung angkatan tenaga kerja pascapandemi Covid-19.

Pengadaan vaksin yang cepat dan pemberian vaksin kepada masyarakat dengan cepat, juga akan lebih mempercepat pemulihan ekonomi dan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Umum LPPC19-PEN, Arief Poyuono, terkait rencana pengesahan RUU Ciptaker dalam beberapa hari ke depan.

"Namun RUU Ciptaker yang akan disahkan seperti masih banyak kelemahan dalam mempersiapkan tatanan baru di dunia usaha dan dunia kerja pasca-Covid-19. Sebab perilaku bisnis dalam mengelola usaha tentu akan banyak sekali berubah akibat pengaruh dampak Covid-19," ucap Arief Poyuono, Selasa (29/9).

"Begitu juga dengan dunia kerja bagi para pekerjanya pasti akan ada sistem kerja yang baru akibat dampak Covid-19," tambahnya.

Artinya, lanjut Arief, saat memasuki new normal kembali atau herd immune, harus dibuatkan solusi lintas sektor yang cerdas untuk memberikan bantuan pelatihan untuk meningkatkan skill pekerja dengan cepat.

Untuk itu, saat pemerintah bersiap membuka kembali ekonomi, perlu dicari cara cerdas untuk memaksimalkan lapangan kerja sekaligus tetap melindungi dari infeksi baru Covid-19.

"Sekali lagi, fokus khusus akan diperlukan untuk memulai kembali dan mendukung pekerja di sektor usaha kecil, yang merupakan mayoritas pekerjaan di Indonesia," tegasnya.

Kemudian, pada saat yang sama, pemerintah dan pelaku bisnis perlu menciptakan mekanisme baru untuk membantu orang-orang yang berisiko dipekerjakan ke dalam pekerjaan di mana permintaan tenaga kerja masih melebihi pasokan.

Sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang mampu membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk peran baru mereka secara cepat.

Dan yang paling penting, masih kata Arief, turunan atau peraturan dari UU Ciptaker nanti harus bisa memperdalam efektivitas upaya penciptaan dan membuka peluang kerja baru.

Dengan demikian, pemerintah dan lembaga utama terkait dengan investasi dan ketenagakerjaan dapat dengan cepat membuat gambaran yang lebih terperinci tentang di mana ada pekerjaan berisiko dan di mana ada permintaan tambahan untuk tenaga kerja.

"Kami menyarankan bahwa gambar ini harus membatasi tingkat tantangan pada tiga dimensi utama: sektor industri dan pekerjaan, demografi (seperti pendapatan, tingkat pendidikan, dan usia), dan ukuran perusahaan," demikian Arief Poyuono.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Menurut Fadli Zon, Draf Omnibus Law Yang Diterima DPR Merupakan Barang Hampir Jadi
Politik

Menurut Fadli Zon, Draf Omni..

22 Oktober 2020 18:53
Ketum Hipmi: UU Cipta Kerja Bawa Indonesia Keluar Dari Jebakan Negara Berpenghasilan Menengah
Politik

Ketum Hipmi: UU Cipta Kerja ..

22 Oktober 2020 18:31
Jika Biden Terpilih, Bagaimana Sikap Amerika Ke China?
Politik

Jika Biden Terpilih, Bagaima..

22 Oktober 2020 18:30
Ahli Epidemiologi: Vaksinasi Harus Tetap Jalan, Jangan Ada Hambatan!
Politik

Ahli Epidemiologi: Vaksinasi..

22 Oktober 2020 18:00
Fadli Zon: Rezim Sekarang Kembali Ke Otoritarianisme, Legislatif Tidak Jalan Sebagai 'Oposisi'
Politik

Fadli Zon: Rezim Sekarang Ke..

22 Oktober 2020 17:46
Sepanjang Tidak Dipaksakan, PWNU Aceh Sepakat Dengan Kemenag Soal Materi Khutbah Jumat
Politik

Sepanjang Tidak Dipaksakan, ..

22 Oktober 2020 17:40
Energy Watch: Hilirisasi Nikel Jadi Langkah Strategis Industri Minerba Indonesia
Politik

Energy Watch: Hilirisasi Nik..

22 Oktober 2020 17:32
Rapat DPRD Di Puncak Dipersoalkan Bupati Bogor, Ini Tanggapan Wagub DKI
Politik

Rapat DPRD Di Puncak Diperso..

22 Oktober 2020 17:22