Lieus Sungkharisma: Indonesia Belum Maju Karena Pemerintah Belum Sungguh-sungguh Menjalankan Pancasila

Lieus Sungkharisma/Net

Hanya pejabat pemerintah atau rezim yang berkuasa yang bisa mengubah keadaan dengan sungguh-sungguh menjalankan Pancasila secara murni dan konsekuen.

Begitu yang disampaikan Kader Bela Negara yang juga aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma saat menjadi narasumber di acara Talkshow Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk "Kebangkitan Komunisme dan Ketahanan Nasional", Selasa (29/9).

Menurut Lieus, ideologi komunisme di Indonesia ingin berkuasa dengan cara masuk ke dalam pemerintahan dan berkampanye bahwa Pancasila selama 75 tahun Indonesia belum maju.

"Sebagaimana memperjuangkan ideologi kita tau kan, ya pasti dia mau berkuasa, dia masuk kedalam pemerintahan dia campaign bahwa Pancasila ini sudah 70 tahun lebih gagal, dari tahun 45 dia campaignnya gitu," ujar Lieus.

"Buktinya, yang susah juga gak kurang sekarang. Pasti campaign dari lawan politik Pancasila ini ya dalam hal ini komunisme pasti campaignnya gitu. Maka ganti, yang harus kita perjuangkan adalah komunisme. Nah ini jalan sesat, jalan salah," imbuhnya.

Namun kata Lieus, 75 tahun Indonesia merdeka dengan berideologi Pancasila belum maju-maju dikarenakan pemerintahan Indonesia selama ini belum menjalankan Pancasila secara murni dan konsekuen.

"75 tahun dengan Pancasila kita belum maju, karena masih belum sungguh-sungguh kita menjalankan Pancasila secara murni dan konsekuen, itu istilah Orde Baru, tapi saya masih pakai ini, saya bukan orang Orde Baru, tapi saya tau memang keadaannya memang begitu," jelasnya.

Lieus pun setuju kepada pernyataan yang disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid yang juga menjadi narasumber dalam acara ini soal kesenjangan ekonomi.

"Tadi Pak Wakil Ketua MPR kita bilang, ini masalah kesenjangan, kesenjangan ekonomi. Yang kaya itu, kayanya ampun-ampun punya jutaan hektare, yang miskin, makan aja susah," kata Lieus.

Sehingga kata Lieus, hanya pejabat yang sedang berkuasa yang bisa mengatasi kesenjangan ekonomi dengan menjalankan Pancasila secara murni dan konsekuen.

"Nah ini problem, bukan karena Pancasila atau komunisme yang bisa mengatasi, tapi yang sekarang menjadi pejabat, yang mendapat amanah yang bisa merombak keadaan," pungkas Lieus.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Eva K. Sundari: Saya Akui Komunikasi Publik Pemerintahan Jokowi Buruk
Politik

Eva K. Sundari: Saya Akui Ko..

25 Oktober 2020 23:50
Sugi Nur Ditangkap Polisi, Ujang Komarudin: Seharusnya Mengkritik Tidak Perlu Dilaporkan
Politik

Sugi Nur Ditangkap Polisi, U..

25 Oktober 2020 23:20
Sandiaga Uno Didorong Maju Caketum PPP, Achmad Baidowi: Baru Sekadar Wacana
Politik

Sandiaga Uno Didorong Maju C..

25 Oktober 2020 23:03
Belum Terkatrol, Elektabilitas Gatot Masih Kalah Dari AHY Sejak Februari Hingga Saat ini
Politik

Belum Terkatrol, Elektabilit..

25 Oktober 2020 22:57
Peringatkan Jokowi, PDIP: Ada Parpol Pendukung Yang Diduga Main Dua Kaki Untuk Menggoyang Presiden
Politik

Peringatkan Jokowi, PDIP: Ad..

25 Oktober 2020 22:19
SBLF Riset: Mahyeldi-Audy Unggul Dengan Kekuatan Milenial
Politik

SBLF Riset: Mahyeldi-Audy Un..

25 Oktober 2020 21:51
Survei Capres 2024, Ganjar Secara Mengejutkan Kangkangi Prabowo Dan Anies Baswedan
Politik

Survei Capres 2024, Ganjar S..

25 Oktober 2020 21:30
Gelar Perpisahan Di Mekkah, Habib Rizieq Pulang Ke Indonesia Bulan Maulid
Politik

Gelar Perpisahan Di Mekkah, ..

25 Oktober 2020 21:17