51 Ribu Honorer Akan Diangkat Jadi PPPK, Komisi X DPR Desak Seleksi Tahap II Dipercepat

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda/RMOL

Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 98/2020 tentang Gaji dan Tunjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) disambut baik sejumlah kalangan. Pasalnya, Perpres ini akan menjadi dasar pengangkatan 51 ribu tenaga honorer yang lolos seleksi PPPK tahun 2019 termasuk 34.959 guru honorer.

"Kami menyambut gembira terbitnya Perpres 98/2020 karena dengan demikian nasib 51 ribu honorer termasuk 34.959 guru honorer yang lolos seleksi PPPK tahun 2019 menjadi jelas," ujar Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/10).

"Mereka akan segera mendapatkan nomor induk pegawai (NIP) dan dengan demikian segera mendapatkan hak keuangan dan tunjangan sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari jalur PNS," sambung politisi PKB ini.

Huda menjelaskan, PPPK merupakan skema terbaik saat begitu banyak tenaga honorer yang tidak bisa diangkat sebagai PNS. Dengan skema ini maka tenaga honorer yang lolos seleksi sebagai PPPK akan mendapatkan hak keuangan dan tunjangan yang hampir sama dengan PNS. Mereka hanya dibedakan pada hak pensiun saja, di mana PPPK tidak akan menerima tunjangan pensiun seperti para PNS.

"Kendati demikian skema PPPK ini merupakan jalan terbaik agar para honorer yang telah mengabdi puluhan tahun mendapatkan perhatian dari negara," ucapnya.

Saat ini, kata Huda, ada 438.530 tenaga honorer yang digaji dengan standar berbeda-beda. 157.210 atau 35,84 persen di antaranya adalah para guru honorer. Dengan kondisi seadanya mereka harus mengabdi kepada negara dengan mendidik para siswa di seluruh pelosok Indonesia.

"Banyak di antara guru honorer ini tidak bisa lagi memenuhi persyaratan untuk menjadi ASN dari jalur PNS. Salah satunya karena banyak dari usia mereka yang sudah melewati syarat maksimal, maka PPPK bisa merupakan alternatif terbaik untuk memperbaiki nasib guru honorer," ujarnya.

Huda mendesak agar pemerintah segera menyiapkan skema rekruitmen PPPK tahap II. Pada rekruitmen tahap pertama 2019 lalu, baru 51.000 tenaga honorer yang terakomodir yang terdiri dari 34.959 guru honorer, 11.673 penyuluh pertanian, dan 1.792 tenaga kesehatan.

"Kami berharap seleksi PPPK ini akan secara bertahap mengurangi jumlah ratusan ribu tenaga honorer yang telah lama mengabdi namun mendapatkan gaji sekadarnya dari instansi tempat mereka mengabdi," kata dia. 

Lebih lanjut, Huda mengungkapkan, pemerintah juga berencana memenuhi banyak kebutuhan tenaga pendidik atau guru melalui skema PPPK. Berdasarkan pernyataan Menteri PAN/RB, Tjahjo Kumolo beberapa waktu lalu, saat ini ada kebutuhan sekitar 700 ribu tenaga guru.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka pemerintah akan melakukan seleksi melalui skema PPPK.

"Pernyataan ini juga memastikan bahwa tidak ada rencana memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di pedesaan dari tenaga administrasi yang dialihfungsikan menjadi guru," demikian Syaiful Huda.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Senior LIPI: PDIP Belum Legowo Karena Jokowi Tidak Penuhi Keinginan Mega
Politik

Senior LIPI: PDIP Belum Lego..

28 Oktober 2020 18:50
Siti Zuhro: Seyogyanya Partai Pendukung Utama Dapat Porsi Besar
Politik

Siti Zuhro: Seyogyanya Parta..

28 Oktober 2020 18:29
Ganjar Dan Anies Potensial Di 2024, Pengamat: Peta Politiknya Mirip Pilpres 2019
Politik

Ganjar Dan Anies Potensial D..

28 Oktober 2020 18:25
IPO: Jokowi Mungkin Saja Melakukan Reshuffle Jika Ada Yang Memantik
Politik

IPO: Jokowi Mungkin Saja Mel..

28 Oktober 2020 17:53
Berambisi Menangkan Pilkada, Demokrat Gerakkan Roda Partai Mirip Total Football
Politik

Berambisi Menangkan Pilkada,..

28 Oktober 2020 17:52
Fadli Zon Kepada Henry Subiakto: Banyakin Baca Pak Profesor, Jangan Keberatan Gelar
Politik

Fadli Zon Kepada Henry Subia..

28 Oktober 2020 17:42
Survei Pilpres 2024: Tito Punya Elektabilitas, Bahkan Mengancam Prabowo
Politik

Survei Pilpres 2024: Tito Pu..

28 Oktober 2020 17:37
Survei Kandidat Capres 2024, IPO: Ganjar Dan Prabowo Masih Teratas
Politik

Survei Kandidat Capres 2024,..

28 Oktober 2020 17:28