Ahmad Dhani: Dirgahayu TNI, Bahaya Laten Itu PKI Bukan HTI

Wasekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Dhani (kanan) bersama dengan Once Mekel (kedua kanan), Andra Ramadhan (ketiga kanan), dan Tyo Nugros (kiri)/Net

Ucapan selamat turut disampaikan musisi papan atas Indonesia, Ahmad Dhani Presetyo untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang genap menginjak usia 75 tahun pada hari ini, Senin (5/10).

Kepada TNI, wasekjen DPP Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa bahaya laten yang sesungguhnya mengancam negeri ini adalah komunis atau Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ancaman itu, sambungnya, bukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam, atau kebangkitan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).

“Bahaya Laten itu Komunis (PKI) karena ada dalam Tap MPRS XXV Tahun 1966. HTI, FPI, DI/TII tidak ada di dalam Tap MPR,” tegas Ahmad Dhani kepada redaksi sesaat lalu.

Atas alasan itu, pentolan DEWA 19 tersebut meminta agar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto fokus pada perintah Tap MPRS XXV Tahun 1966.

Kepada warganet, suami dari Mulan Jameela ini menegaskan bahwa tidak ada HTI, FPI, DI/TII di Partai Gerindra, Golkar apalagi PDIP. Artinya, ketiga partai besar ini aman tersusupi dari tiga unsur tersebut.

“Malah jadi norak, jika ada yang teriak-teriak waspada HTI, FPI, atau DI/TII. Wong 3 partai ini yang menjadi penentu arah kebijakan negara,” tekannya.

“Apalagi kok takut sama PKS? Tidak rasional,” sambung Dhani.

Pencipta lagu “Hidup Adalah Perjuangan” itu mengurai alasan publik harus khawatir dengan kehadiran neo PKI. Sebab, kata dia, PKI dulu telah melebur ke salah satu partai. Di mana partai tersebut kini memimpin negeri.

“Karena PKI dulu melebur ke PDIP dan rakyat tahu PDIP memimpin koalisi Jokowi-Maruf. Apalagi rakyat juga sudah tahu soal Pancasila mau diganti trisila bahkan ekasila,” tegasnya.

Dhani pun menekankan kembali kepada TNI untuk fokus kepada bahaya laten komunis, sebagaimana diamanatkan dalam Tap MPRS.

“Tap MPRS XXV Tahun 1966 jangan dibaca saja , tapi harus ada implementasi dari amanat Tap MPRS tersebut. Kongkretnya apa saja, saya rasa pimpinan TNI lebih tahu,” tegasnya.

“Jadi jika ada yang mau teriak bahaya laten HTI, DI/TII perintahkan legislator buat Tap-nya dulu. Jangan asal nguap. Ingat komplotan yang mau mengganti Pancasila dengan Trisilan-Ekasila sudah di depan mata,” demikian Ahmad Dhani.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Lewat Iklan Kreatif, Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Perangi Covid-19 Dan Pulihkan Ekonomi
Politik

Lewat Iklan Kreatif, Sandiag..

01 Desember 2020 00:24
Munarman: Komunikasi Antara FPI Dengan Politisi Terjalin Baik
Politik

Munarman: Komunikasi Antara ..

01 Desember 2020 00:06
Pulihkan Ekonomi Nasional, Kemenkumham Mudahkan Pelaku UMK Melalui Program Perseroan Perseorangan
Politik

Pulihkan Ekonomi Nasional, K..

30 November 2020 23:33
FPI Menolak Jadi Partai, Munarman: Kami Bukan Orang Suci Dan Takut Tergelincir
Politik

FPI Menolak Jadi Partai, Mun..

30 November 2020 22:41
Bukannya Untung, Buzzer Pro Pemerintah Justru Bikin Jokowi-Maruf Buntung
Politik

Bukannya Untung, Buzzer Pro ..

30 November 2020 21:52
Viral Azan 'Hayya 'Alal Jihad', Kemenag: Jangan Terprovokasi Upaya Pecah Belah Umat
Politik

Viral Azan 'Hayya 'Alal Jiha..

30 November 2020 21:00
Tak Minat Jadi Parpol, Munarman: FPI Berpolitik Nonkekuasaan, Bukan Untuk Cari Kursi
Politik

Tak Minat Jadi Parpol, Munar..

30 November 2020 20:43
Pengamat: Panggung Debat Pilkada Berau Milik Paslon Nomor Urut 2
Politik

Pengamat: Panggung Debat Pil..

30 November 2020 19:38