Beberkan Data Kekeliruan Klaim Jokowi, Ubedilah Badrun: Malu Dan Miris Mendengarnya

Presiden Joko Widodo diharapkan tak asal memunculkan data terkait pandemi Covid-19, terutama yang berhubungan dengan data dunia/Net

Presiden Joko Widodo dinilai keliru dalam menyimpulkan jumlah kasus dan kematian akibat Covid-19 di Indonesia yang disebutnya jauh lebih baik dibanding dengan negara yang berpenduduk besar lainnya.

Menurut analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, Presiden Jokowi dianggap serampangan dan keliru menyimpulkan hal tersebut.

"Kekeliruan Jokowi terlihat dari cara perbandingannya, masa perbandinganya dilihat dari jumlah kematian berbanding jumlah penduduk. Sementara tidak ada satupun negara yang jumlah penduduknya sama dengan Indonesia," ujar Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/10).

Ubedilah pun membeberkan data jumlah penduduk terbesar di dunia menurut Worldometer (2020). Di mana, jumlah penduduk China mencapai 1,44 miliar, penduduk India mencapai 1,382 miliar, Amerika Serikat mencapai 331,3 juta penduduk. Sedangkan Indonesia 273,9 juta penduduk.

"Coba Jokowi bandingkan dengan China atau Tiongkok dengan jumlah penduduk 1,44 miliar. Yang meninggal dunia akibat Covid-19 ternyata 4.634 orang. Dengan fakta itu maka kesimpulan Jokowi jadi miris dan tentu keliru," kata Ubedilah.

Selain itu, Presiden Jokowi juga harus melihat rata-rata angka kematian dunia akibat Covid-19, kemudian melihat data Indonesia. Di mana, jumlah kematian akibat Covid-19 di wilayah perkotaan Indonesia masih berada di atas rata-rata dunia.

"Bukankah data Satgas Covid-19 Indonesia dengan jelas mengungkap bahwa rata-rata kematian karena Covid-19 di dunia adalah 3,54 persen, sementara di 51 persen wilayah Indonesia jumlah kematian akibat Covid-19 masih di atas rata-rata dunia," jelas Ubedilah.

Tak hanya itu, Jokowi juga harus melihat data rata-rata angka kesembuhan dunia saat ini, yaitu 68,12 persen. Sementara di 51 Kota di Indonesia, kesembuhannya masih di bawah rata-rata dunia.

"Moga-moga Jokowi tidak keliru lagi. Keliru terus malu dan miris juga mendengarnya. Malu kan kalau merujuk temuan Worldometer (2020), yang menempatkan Indonesia menjadi negara terburuk kelima dalam penanganan Covid-19 di antara negara dengan populasi lebih dari 50 juta jiwa," pungkas Ubedilah.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dua Posisi Bintang Tiga Kosong, Listyo Sigit Bakal Mutasi Besar-besaran
Politik

Dua Posisi Bintang Tiga Koso..

23 Januari 2021 07:48
Kemendagri: Vaksinasi Butuh Peran Pemda, Termasuk Ketersediaan Anggaran
Politik

Kemendagri: Vaksinasi Butuh ..

23 Januari 2021 04:39
Budiman Sudjatmiko Diangkat Komisaris PTPN, Don Adam: Semoga Bisa Cicil Utang
Politik

Budiman Sudjatmiko Diangkat ..

23 Januari 2021 03:02
Sandiaga Uno: Pelaku UMKM Jangan Cuma Asyik Berkompetisi Tapi Lupa Berkolaborasi
Politik

Sandiaga Uno: Pelaku UMKM Ja..

23 Januari 2021 02:00
Dapilnya Banjir, Maman Imanulhaq: Fungsi Sungai Sudah Tidak Berjalan Optimal
Politik

Dapilnya Banjir, Maman Imanu..

23 Januari 2021 01:20
Pengamat Internasional: Peluang JK Di 2024 Terbuka Lebar Lewat Joe Biden
Politik

Pengamat Internasional: Pelu..

23 Januari 2021 00:16
Evaluasi Bawaslu, Pilwalkot Semarang Diklaim Tidak Ada Temuan Serius
Politik

Evaluasi Bawaslu, Pilwalkot ..

22 Januari 2021 23:40
Kolaborasi Dengan Agen Travel Online, Sandiaga Uno Komitmen Kembangkan Desa Wisata
Politik

Kolaborasi Dengan Agen Trave..

22 Januari 2021 22:17