SBY: Jangan Sampai negara Disebut Sebarkan Hoax Jika Tidak Buka Siapa Yang Gerakkan Dan Tunggangi Unjuk Rasa

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono/Net

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak yakin jika Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan hingga Badan Intelejen Negara (BIN) menuduh dirinya menunggangi dan menggerakkan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Kamis (8/10).

"Saya kok enggak yakin ya kalau Pak Airlangga, Pak Luhut atau BIN yang dimaksud (menggerakkan massa unjuk rasa) itu saya," ujar SBY dalam akun YouTube pribadinya berjudul "SBY Ngobrol Santai Perkembangan Terkini", Senin (12/10).

"Hubungan saya dengan Pak Airlangga selama ini baik, dengan pak Luhut juga baik, dengan BIN juga enggak ada masalah. Saya enggak yakin kalo BIN menggap saya ini sebagai musuh negara, saya kira enggak lah ya," imbuhnya.

Karena itu, agar tidak menjadi bola liar dan fitnah, SBY berharap agar diungkapkan saja pihak yang dimaksud telah menggerakkan dan menunggangi aksi rakyat menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Nah, kalau yang ditanyakan begitu, yang paling baik ya tanyakan kepada beliau-beliau itu siapa yang dimaksud aktor yang menunggangi yang menggerakkan dan membiayai itu. Kalau enggak ada kejelasan, ini tidak baik, rakyat saling curiga kemudian ya tidak baik kesana-kemari beritanya," tuturnya.

"Lebih bagus kalau memang menggerakkan menunggangi membiayai itu oleh negara dianggap kejahatan melanggar hukum dan hukum harus ditegakkan, lebih baik disebutkan," sambungnya.

Jika tidak diungkap pihak yang dianggap menunggangi demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat tersebut, tegas mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu, negara dalam hal ini pemerintah akan dianggap melakukan penyebaran informasi bohong atau hoax. 

"Kalau tidak (disebutkan) nanti dikira negaranya melakukan hoax, tidak bagus. Karena kita harus percaya pada pemerintah kita, kita harus put trust (menaruh kepercayaan) kepada pemerintah kita untuk menjalankan tugas-tugasnya," tegasnya.

"Jadi, ya kalau saya ditanya ya seperti itu. Tapi yang paling bisa menjawab, yang paling bisa mengklarifikasi semuanya ini ya beliau-beliau dan saya yakin kalau beliau ditanya oleh pers oleh rakyat mesti mau menjelaskan itu. Begitulah etika yang harus dimiliki oleh siapapun yang mengemban amanah memimpin negeri ini," demikian SBY.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Kemenag Susun Naskah Khutbah Jumat Untuk Masjid-masjid, Jaminan Berkualitas Dan Bermutu
Politik

Kemenag Susun Naskah Khutbah..

25 November 2020 00:44
Heran Asing Berperan Lebih Di Indonesia, Megawati: Pak Nadiem Please, Kasih Kesempatan Anak-anak Kita
Politik

Heran Asing Berperan Lebih D..

25 November 2020 00:11
Megawati: Abad Ini Indonesia Kekurangan Tokoh Dunia, Kenapa Ya?
Politik

Megawati: Abad Ini Indonesia..

25 November 2020 00:06
Genjot Sektor Pariwisata Di Tengah Pandemi, Kemenparekraf Beri Stimulus Ke Pelaku Usaha
Politik

Genjot Sektor Pariwisata Di ..

24 November 2020 23:31
Debat Tahap II, Irman Yasin Limpo: Digitalisasi Pemerintahan Masih Sekadar Komputerisasi
Politik

Debat Tahap II, Irman Yasin ..

24 November 2020 23:13
Yusril: Pembentukan Tim Independen Positif Untuk Tampung Aspirasi Publik Pada Turunan UU Ciptaker
Politik

Yusril: Pembentukan Tim Inde..

24 November 2020 22:45
Untuk Perkembangan SDM Dan Infrastruktur, Masyarakat Papua Dukung Otsus Berlanjut
Politik

Untuk Perkembangan SDM Dan I..

24 November 2020 22:11
Hensat: Bagus Kalau Ada Pemimpin Islam Tersinggung Dengan Omongan JK
Politik

Hensat: Bagus Kalau Ada Pemi..

24 November 2020 21:25