PDIP Sumbar: Politik Urang Awak Terbingkai Dari Dinamika Politik Nasional

Ketua PDI Perjuangan Sumbar, Alex Indra Lukman/Net

Dinamika wacana perpolitikan di Sumatera Barat, tak bisa dilepaskan dari pertarungan gagasan para elit di level nasional.

Bandul preferensi pilihan politik urang awak, bergeser seiring polarisasi elit di antara kubu yang saling berhadap-hadapan.

“Politik urang awak tidak lokal. Dalam wacana politik, bingkai wacana orang Minang itu berada dalam konstelasi nasional," ungkap Ketua PDI Perjuangan Sumbar, Alex Indra Lukman dalam keterangannya, Selasa (13/10).

"Oleh karena itu, peta perpolitikan di pusat, berpengaruh besar terhadap pilihan politik orang Minang,” imbuhnya.

Pernyataan Alex ini menyikapi hasil survei yang dirilis Spektrum Politika, Minggu (11/10).

Survei ini secara kritis mencoba mengurai penyebab lahirnya pernyataan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang sempat mengaku bingung dan bertanya-tanya, dengan rentetan kekalahan yang dialami partainya di tanah Minang.

“Saya pikir kenapa ya, rakyat di Sumbar itu sepertinya belum menyukai PDI Perjuangan, meskipun sudah ada daerah yang mau ada DPC atau DPD,” kata Megawati pada 2 September 2020 lalu.

Menurut Alex, dialektika politik orang Minang, sejak sebelum kemerdekaan hingga sekarang telah membuktikan premis preferensi politik orang Minang tergantung elit di pusat yang disampaikannya itu.

“Kerasnya pertarungan kubu Islam dengan kaum nasionalis di pemilu 1955 lalu, terlihat jelas di Provinsi Sumatera Tengah yang didalamnya terdapat Sumatera Barat saat ini. Pertarungan itu terus berlanjut hingga Pemilu setelah reformasi 1998 lalu. Pemenang Pemilu di Sumbar ini selalu berganti setiap pemilunya,” jelasnya.

Di periode 1955 itu, urai Alex, pertarungan ideologi parpol-parpol di Indonesia yaitu nasionalis, komunis dan Islam, bahkan merasuk jauh dalam kehidupan masyarakat Minang.

Sejarah mencatat, perbedaan ideologi itu terjadi hingga tingkat keluarga. Antara ayah, ibu dan anak serta kerabat dalam satu kaum, jamak terjadi perbedaan pilihan politik.

“Membingkai ketidaktertarikan masyarakat Minang di masa sekarang pada PDI Perjuangan dengan mengabaikan historis sosiologis masyarakat itu sendiri, tentunya suatu hal yang kurang lengkap,” demikian Alex.

Adapun dalam survei Spektrum Politica tersebut disebutkan beberapa catatan mengapa PDIP tidak terlalu disukai masyarakat Sumatera Barat seperti yang disampaikan Megawati.

Secara garis besar, PDIP oleh masyarakat Minag dinilai belum cakap dalam komunikasi politik dan tidak memiliki figur yang kuat dan menarik hati masyarakat untuk memilih.

Selain itu, PDIP disebut memiliki jalan politik yang tidak sejalan dengan keyakinan politik masyarakat Minag. Termasuk juga, PDIP dalam pandangan masyarakat Minang memang menhargai pluralisme tapi mengabaikan kelompok Islam.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Al Mentra Institute: Instruksi Mendagri Wujud Konsistensi Pemerintah Lindungi Warga Yang Mulai Abaikan Prokes
Politik

Al Mentra Institute: Instruk..

24 November 2020 05:53
Pendapatan Negara Turun, Aktivis Haris Rusly Pesimis Jokowi Bisa Sampai 2024
Politik

Pendapatan Negara Turun, Akt..

24 November 2020 05:31
Iwan Sumule: APBN Defisit Karena UU Corona Jadi Benteng Pengutil Brankas Negara
Politik

Iwan Sumule: APBN Defisit Ka..

24 November 2020 04:41
Polarisasi Sudah Ada Jauh Sebelum Habib Rizieq Pulang, Jokowi Jangan Diam Saja
Politik

Polarisasi Sudah Ada Jauh Se..

24 November 2020 03:53
Marwan Jafar: Saatnya Fokus Penanganan Covid-19 Agar Energi Bangsa Tak Terbuang Tanpa Makna
Politik

Marwan Jafar: Saatnya Fokus ..

24 November 2020 02:17
Kepada Azis Syamsuddin, Wali Nanggroe Minta MoU Helsinki Segera Dirampungkan Pemerintah
Politik

Kepada Azis Syamsuddin, Wali..

24 November 2020 01:37
Sepakat Dengan JK, Mujahid 212: Rakyat Butuh Pemimpin Komplet Seperti Habib Rizieq
Politik

Sepakat Dengan JK, Mujahid 2..

24 November 2020 00:35
Ketum Paguyuban Pasundan: Penyelenggara Pilkada Harus Jamin Keselamatan Pemilih
Politik

Ketum Paguyuban Pasundan: Pe..

23 November 2020 23:58