Penangkapan Petinggi KAMI, Efek Kejut Jokowi Hingga Uji Nyali Gatot Nurmantyo

Presiden Jokowi dan Gatot Nurmantyo/Net

Penangkapan terhadap Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat yang merupakan elit Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) hanyalah efek kejut dari rezim Joko Widodo hingga menguji nyali Presidiun KAMI Gatot Nurnamtyo.

Begitu pandangan ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melihat penangkapan yang dilakukan oleh tim Direktorat Siber Bareskrim Polri terhadap petinggi KAMI.

Menurut Neta, ada tiga tujuan rezim Jokowi dengan menangkap petinggi KAMI itu. Pertama untuk mengalihkan konsentrasi buruh dalam melakukan aksi demo dan menolak UU Ciptaker. Kedua, memberi terapi kejut bagi KAMI dan jaringannya agar tidak melakukan aksi aksi yang "menjengkelkan" rezim Jokowi.

"Dan ketiga, menguji nyali Gatot Nurmantyo sebagai tokoh KAMI, apakah dia akan berjuang keras membebaskan Syahganda Cs atau tidak. Jika dia terus bermanuver bukan mustahil Gatot juga akan diciduk rejim, sama seperti rejim menciduk sejumlah purnawirawan di awal Jokowi berkuasa di periode kedua kekuasaannya sebagai Presiden," kata Neta dalam keteranganya, Rabu (14/10).

Dari catatan IPW, penangkapan terhadap aktivis di rezim Jokowi sudah lima kali terjadi. Dimana empat penangkapan terdahulu terhadap aktivis dengan tuduhan makar. Namun, Neta menyayangkan, dari penangkapan tersebut kasusnya tidak sampai ke pengadilan. Neta menduga penangkapan petinggi KAMI juga demikian hanya ditangkap namun tidak sampai diproses ke pengadilan. 

"Kasus Syahganda Cs setali tiga uang dengan kasus makar terdahulu. Artinya, semua itu tak lain hanya sekadar traphi kejut untuk para pengikut KAMI di tengah maraknya aksi demo buruh yang menolak UU Ciptaker yang kontroversial," tandas Neta.

Sebab, menurut Neta, tuduhan yang dialamatkan kepada Syahganda cs hanya ecek-ecek dan lemah lantaran sulit dibuktikan. Penagkapan petinggi KAMI, dinilai kental dengan nuansa politis yang tujuannya hanya mencegah aksi penolakan omnibus law UU Cipta Kerja semakin membesar
EDITOR: IDHAM ANHARI

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Dituding Terlibat Ekspor Benur, Begini Jawaban Berkelas Calon Wakil Walikota Tangsel
Politik

Dituding Terlibat Ekspor Ben..

29 November 2020 00:26
Akui Golkar Terlambat Beri Dukungan, Mantan Anggota DPR RI Yakin Paslon Hermes Bisa Menang
Politik

Akui Golkar Terlambat Beri D..

29 November 2020 00:00
Sikapi Kekerasan Sigi, Cak Nanto: Tokoh Bangsa Harus Turun Gunung Tenangkan Umat
Politik

Sikapi Kekerasan Sigi, Cak N..

28 November 2020 23:00
Terkait Pembunuhan Di Sigi, Menag Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku
Politik

Terkait Pembunuhan Di Sigi, ..

28 November 2020 21:46
Jelang Pilkada, Gerindra Harus Antisipasi Kampanye Negatif Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Politik

Jelang Pilkada, Gerindra Har..

28 November 2020 21:25
Kutuk Pembunuhan Satu Keluarga Di Sigi, GMNI: Polisi Harus Cari Dalangnya
Politik

Kutuk Pembunuhan Satu Keluar..

28 November 2020 20:58
Tetap Pasang Baliho Habib Rizieq, Warung Makar Milik Tokoh Tionghoa Akhirnya Ditutup
Politik

Tetap Pasang Baliho Habib Ri..

28 November 2020 20:56
DPD Partai Golkar DKI Jakarta Tutup Pendidikan Politik 2020, Acara Serupa Akan Terus Digalakkan
Politik

DPD Partai Golkar DKI Jakart..

28 November 2020 20:52