Ubedilah Badrun: Kata Jokowi Korupsi Kejahatan Luar Biasa, Faktanya Jiwasraya Malah Ditolong Rp 22 T

Jiwasraya/Net

Pengkhianatan terhadap rakyat tampak terlihat dalam satu tahun pasangan Joko Widodo-Maruf Amin memimpin negeri.

Begitu penilaian dari analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, yang mengaku telah berhati-hati dalam membuat penilaian atau evaluasi terhadap jalannya pemerintahan Jokowi.

Dia memastikan sudah mengantongi sejumlah bukti atas kesimpulannya itu.

“Berdasarkan data yang saya miliki saya menilai satu tahun pemerintahan ini makin terlihat pengkhianatannya pada rakyat banyak. Banyak bukti untuk menunjukan kesimpulan tersebut," ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (20/10).

Bukti yang paling mencolok, kata Ubedilah, adalah langkah pemerintah yang berkongkalikong dengan DPR memberikan suntikan modal sebesar Rp 22 triliun untuk menambal kasus perampokan uang negara di PT Jiwasraya.

"Uang negara dirampok Rp 16,8 triliun lalu negara memberi uang pada perampok Rp 22 triliun. Ini aneh, ini langkah biadab di tengah rakyat sedang menderita akibat Covid-19," tegasnya

Apalagi, pemerintah beralasan bahwa uang tersebut digunakan untuk asuransi plat merah baru yang bernama Indonesia Financial Group (IFG) Life dengan diikuti pemindahan atau pengalihan seluruh polis Jiwasraya menjadi polis IFG Life.

"Ini mirip penjahat kelas kakap tertangkap terus disuruh ganti nama dan dibantu aparat. Silakan pembaca menilai, apakah ini bukan penghianatan pada rakyat banyak?" kata Ubedilah.

Seharusnya,  pemerintah membongkar kasus korupsi tersebut melalui Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan pihak terkait lainnya untuk melacak aliran dana dalam mega skandal korupsi di asuransi Jiwasraya tersebut.

"Ke mana saja uang puluhan triliun tersebut dialirkan di saat rakyat sedang menderita," terangnya.

Ubedilah juga menyoroti pernyataan Jokowi yang pernah mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah memasuki episode kejahatan luar biasa.

"Tetapi faktanya pemerintah tidak melakukan cara-cara yang luar biasa untuk memberantas korupsi, malah ditolong dengan uang Rp 22 triliun," tuturnya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Dituding Terlibat Ekspor Benur, Begini Jawaban Berkelas Calon Wakil Walikota Tangsel
Politik

Dituding Terlibat Ekspor Ben..

29 November 2020 00:26
Akui Golkar Terlambat Beri Dukungan, Mantan Anggota DPR RI Yakin Paslon Hermes Bisa Menang
Politik

Akui Golkar Terlambat Beri D..

29 November 2020 00:00
Sikapi Kekerasan Sigi, Cak Nanto: Tokoh Bangsa Harus Turun Gunung Tenangkan Umat
Politik

Sikapi Kekerasan Sigi, Cak N..

28 November 2020 23:00
Terkait Pembunuhan Di Sigi, Menag Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku
Politik

Terkait Pembunuhan Di Sigi, ..

28 November 2020 21:46
Jelang Pilkada, Gerindra Harus Antisipasi Kampanye Negatif Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Politik

Jelang Pilkada, Gerindra Har..

28 November 2020 21:25
Kutuk Pembunuhan Satu Keluarga Di Sigi, GMNI: Polisi Harus Cari Dalangnya
Politik

Kutuk Pembunuhan Satu Keluar..

28 November 2020 20:58
Tetap Pasang Baliho Habib Rizieq, Warung Makar Milik Tokoh Tionghoa Akhirnya Ditutup
Politik

Tetap Pasang Baliho Habib Ri..

28 November 2020 20:56
DPD Partai Golkar DKI Jakarta Tutup Pendidikan Politik 2020, Acara Serupa Akan Terus Digalakkan
Politik

DPD Partai Golkar DKI Jakart..

28 November 2020 20:52