Luhut: Covid-19 Membuka Celah Transformasi Ekonomi Wujudkan Making Indonesia 4.0

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Transformasi ekonomi dalam era Making Indonesia 4.0 di Indonesia penting dijalankan dalam masa pandemi Covid-19 ini yang juga didukung perkembangan digital yang cepat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, adanya wabah Covid-19 telah mengubah arah investasi. Banyak negara yang sebelumnya berkiblat kepada China kini mulai mencari negara lain untuk mengalihkan investasi mereka.

Indonesia, kata Luhut, adalah salah satu negara yang mulai dilirik para investor untuk memindahkan industri mereka. Hal inilah yang dinilainya harus dimanfaatkan betul untuk membangun ekonominya dalam konteks Making Indonesia 4.0 di Indonesia.

“Tujuannya supaya kita mampu memanfaatkan situasi ini dengan menunjukkan bahwa kita kompetitif dan mampu bersaing secara global,” jelasnya, Selasa (20/10).

Salah satu sektor yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan, kata Luhut, adalah sektor otomotif, terutama electric vehicle (EV).

“Indonesia memiliki sumber daya melimpah dalam pembuatan EV yakni nikel, aluminium, dan tembaga. Ketiga jenis sumber daya ini dapat diintegrasikan agar membuat industri hilirisasi yang kompetitif di ranah persaingan global,” kata Menko Luhut.

Saat ini, produsen mobil dan baterai dunia berlomba mencari destinasi investasi untuk fasilitas produksi mereka. Peningkatan produksi kendaraan listrik dapat menghasilkan penciptaan 10 juta pekerjaan, dan nilai ekonomi sekitar 150 miliar dolar AS karena berkontribusi pada kemajuan terkait dengan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim.

“Apabila semua atau sebagian besar supply chain yang terkait bisa diproduksi di Indonesia, maka Indonesia bisa menjadi pemain kunci secara global di industri masa depan ini,” ucapnya.

Menko Luhut juga mengingatkan, Making Indonesia 4.0 ini mampu berjalan jika pihak industri mampu berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan SDM yang andal.

“Pihak yang berada dalam ekosistem industri yang ingin kita bangun ini, seperti asosiasi tenaga kerja, asosiasi industri, NGO, perusahaan, bersama dengan institusi pendidikan perlu bekerja sama dengan baik untuk mewujudkan cita-cita pengembangan sektor otomotif," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Edhy Prabowo Dikonfrontasi Soal Barang Bukti Yang Dibeli Di AS
Politik

Edhy Prabowo Dikonfrontasi S..

03 Desember 2020 18:48
Taiwan Tutup Akses Masuk PMI, Komisi IX DPR: Pekerja Migran Harusnya Swab PCR, Bukan Rapid Test
Politik

Taiwan Tutup Akses Masuk PMI..

03 Desember 2020 18:13
iPol Indonesia Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pilkada
Politik

iPol Indonesia Luncurkan Apl..

03 Desember 2020 17:57
Ketum YRKI Pastikan Memilih Kotak Kosong Adalah Hak Konstitusional, Bukan Golput
Politik

Ketum YRKI Pastikan Memilih ..

03 Desember 2020 17:55
BK DPRD DKI Didesak Panggil Fraksi PSI Yang Dianggap Bikin Gaduh
Politik

BK DPRD DKI Didesak Panggil ..

03 Desember 2020 17:31
Rapat Konsultasi Dengan Wapres, Ketua DPD Laporkan 4 Wilayah Yang Layak Jadi Provinsi Baru
Politik

Rapat Konsultasi Dengan Wapr..

03 Desember 2020 17:31
Berperan Dalam Pertemukan Jokowi-Prabowo, Dasco Berpotensi Dipilih Gerindra Duduki Kursi Menteri KKP
Politik

Berperan Dalam Pertemukan Jo..

03 Desember 2020 17:20
Demo, Kampanye, Kerumunan HRS Dianggap Jadi Sebab Kenaikan Kasus Covid-19, Gde Siriana: Liburannya Kok Tidak Disebut?
Politik

Demo, Kampanye, Kerumunan HR..

03 Desember 2020 17:05