Bosan Jadi Pengekspor Batu Bara, Jokowi: Saya Ingin Solusi Mengatasi Kelambanan Industri Turunannya!

Joko Widodo/Repro

Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk mengubah kebiasaan mengekspor batu bara ke pengelolaan sumber daya alam yang bisa menjadi barang jadi bernilai tambah.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam Rapat Terbatas (Ratas) tentang "Percepatan Peningkatan Nilai Tambah Batu Bara", yang disiarkan Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10).

"Saya ingin mengingatkan bahwa kita semua harus bergeser dari negara pengekspor barang-barang mentah, dan salah satunya adalah batu bara, menjadi negara industri yang mampu mengolah bahan mentah menjadi barang jadi ataupun barang setengah jadi," ungkap Jokowi.

"Saya ingin dicarikan solusi mengatasi kelambanan industri turunan batu bara ini karena kita sudah lama sekali mengekspor batu bara mentah ini," sambungnya.

Mantan Wali Kota Solo ini menekankan, mengubah batu bara menjadi barang jadi adalah satu strategi besar yang harus menjadi fokus jajaran menterinya untuk segera dijalankan.

"Untuk itu kita harus bergerak untuk mulai dari industri peningkatan mutu upgrading, pembuatan briket batu bara, pembuatan kokas, pencairan batu bara, gasifikasi batu bara sampai dengan campuran batu bara cair," bebernya.

Jokowi meyakini, dengan mengembangkan industri turunan, batu bara memiliki nilai tambah yang berkali-kali lipat, serta mengurangi core bahan baku yang dibutuhkan beberapa industri dalam negeri.

"Seperti industri baja, industri petrokimia, dan yang tidak kalah pentingnya kita bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya," sebutnya.

Oleh karena itu, Jokowi meminta para menterinya menyiapkan road map optimalisasi batu bara dalam negeri secara cepat dan mengacu kepada penerapan teknologi yang ramah lingkungan.

"Tentukan strategi, tentukan target produk hilir yang ingin kita kembangkan, sehingga jelas arah mana yang akan kita tuju. Berapa banyak yang ingin kita ubah jadi gas, berapa banyak yang kita ubah jadi produk petrokimia," pintanya.

"Kemudian juga pemetaan kawasaan yang dikembangkan untuk hilirisasi batu bara, ada di mana saja sehingga menjadi jelas ke depan strategi besar kita seperti apa," demikian Joko Widodo.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Dituding Terlibat Ekspor Benur, Begini Jawaban Berkelas Calon Wakil Walikota Tangsel
Politik

Dituding Terlibat Ekspor Ben..

29 November 2020 00:26
Akui Golkar Terlambat Beri Dukungan, Mantan Anggota DPR RI Yakin Paslon Hermes Bisa Menang
Politik

Akui Golkar Terlambat Beri D..

29 November 2020 00:00
Sikapi Kekerasan Sigi, Cak Nanto: Tokoh Bangsa Harus Turun Gunung Tenangkan Umat
Politik

Sikapi Kekerasan Sigi, Cak N..

28 November 2020 23:00
Terkait Pembunuhan Di Sigi, Menag Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku
Politik

Terkait Pembunuhan Di Sigi, ..

28 November 2020 21:46
Jelang Pilkada, Gerindra Harus Antisipasi Kampanye Negatif Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Politik

Jelang Pilkada, Gerindra Har..

28 November 2020 21:25
Kutuk Pembunuhan Satu Keluarga Di Sigi, GMNI: Polisi Harus Cari Dalangnya
Politik

Kutuk Pembunuhan Satu Keluar..

28 November 2020 20:58
Tetap Pasang Baliho Habib Rizieq, Warung Makar Milik Tokoh Tionghoa Akhirnya Ditutup
Politik

Tetap Pasang Baliho Habib Ri..

28 November 2020 20:56
DPD Partai Golkar DKI Jakarta Tutup Pendidikan Politik 2020, Acara Serupa Akan Terus Digalakkan
Politik

DPD Partai Golkar DKI Jakart..

28 November 2020 20:52