Yakin Menang Di Pilkada Medan, Gerindra Sumut: Elektabilitas Akhyar Hanya 31 Persen

Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu/RMOLSumut

Menghadapi kontestasi Pilkada Medan 2020, DPD Gerindra Sumatera Utara punya keyakinan besar pasangan calon Bobby Nasution-Aulia Rachman akan menang.

Sebab, berdasarkan survei terbaru, elektabilitas Bobby-Aulia sudah berada di angka 68,7%. Unggul jauh dari rivalnya, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

"Gambaran survei terakhir yang dilakukan pada 9 sampai 21 Oktober, itu Bobby-Aulia sudah di angka 68,78 persen. Lalu Pak Akhyar itu di sekitar 31 persen. Jadi ini satu gambaran dan saya kira ini penting untuk terus di Gerindra untuk kami kawal," ujar Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu, di Medan pada Jumat malam (23/10).

Dia menambahkan, survei itu dilakukan oleh lembaga yang kredibel. Dia menyebut ada 624 orang responden yang terlibat dalam survei tersebut dengan margin of error kurang lebih 4 persen.

Gus juga menyebut tingkat keyakinan warga Medan terhadap Akhyar untuk kembali memimpin Medan sangat rendah. Menurutnya, hanya 26% responden yang menyatakan Akhyar layak untuk dipilih lagi.

"Tingkat kepuasan masih rendah lalu pada saat pertanyaan survei apakah petahana masih layak lagi untuk memimpin Kota Medan berikutnya yang mengatakan layak juga rendah 26 persen," ucap Gus Irawan, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada Pemkot Medan, menurut Gus, menjadi pertanda warga memang ingin pembaruan. Hal ini, tergambar dari survei-survei yang sudah dilakukan Gerindra jauh sebelum Pilkada.

"Masyarakat Medan butuh sosok memimpin baru yang pembaharu untuk membuat Medan lebih baik," ucap Gus Irawan.

Dia mengaku makin optimis Bobby-Aulia menang, karena tren elektabilitas yang terus meningkat dari tiga kali survei yang telah dilakukan. Gerindra pun bakal all out memenangkan Bobby.

"Banyak faktor yang bisa kemudian untuk mengubah itu sehingga kami harus terus berupaya untuk komunikasi-komunikasi politik yang dilakukan paslon kami, tadi ada analisis dari pakar begitu," tandasnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Manfaat Perkebunan Disedot Oligarki, Rakyat Kalsel Hanya Dapat Mudharat
Politik

Manfaat Perkebunan Disedot O..

21 Januari 2021 07:46
Budiman Sudjatmiko: Pernyataan Pandji Sebaiknya Dibantah, Tapi Tidak Usah Diadukan Ke Polisi
Politik

Budiman Sudjatmiko: Pernyata..

21 Januari 2021 07:25
Angkat Bicara Soal Banjir Kalsel, Greenpeace: Pemerintah Perlu Mereview Izin Kelola Lahan
Politik

Angkat Bicara Soal Banjir Ka..

21 Januari 2021 04:25
Kenang Mulyadi Tamsir Korban SJ-182, Aminuddin Maruf: Tidak Ada Kalimat Terucap Selain Penuh Kesantunan Dan Senyuman
Politik

Kenang Mulyadi Tamsir Korban..

21 Januari 2021 02:25
WALHI: 30 Persen Batas Kawasan Hutan Dihapus Perparah Bencana Hidrometeorologi
Politik

WALHI: 30 Persen Batas Kawas..

21 Januari 2021 01:18
Dukung Vaksin Merah Putih, Erick Thohir: Sayang Sekali Kalau Rp 70 Triliun Mengalir Ke Luar Negeri
Politik

Dukung Vaksin Merah Putih, E..

20 Januari 2021 23:32
Tata Kelola Pendidikan Jadi Kunci Meningkatkan Kualitas Guru
Politik

Tata Kelola Pendidikan Jadi ..

20 Januari 2021 22:43
KPU Sampaikan Jawaban Ke MA Atas Banding Eva-Deddy
Politik

KPU Sampaikan Jawaban Ke MA ..

20 Januari 2021 21:43