Farah.ID
Farah.ID

Berantakan, DPP KNPI Ambil Alih Dan Hentikan Musda IV KNPI Sulbar

LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 25 Oktober 2020, 20:30 WIB
Berantakan, DPP KNPI Ambil Alih Dan Hentikan Musda IV KNPI Sulbar
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama/Net
Evaluasi dilakukan Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) berkenaan dengan Musda IV yang sedianya digelar di Sulawesi Barat.

Hal ini berkenaan dengan Musda yang disedianya digelar 20 November 2020 namun mengalami penundaan pembukaan sebanyak tiga kali. Sebabnya adalah ketidaksiapan panitia pelaksana dan penanggung jawab Musda dalam hal ini Ketua Caretaker berserta pengurusnya.

"Dengan semakin berlarutnya situasi dan ketidakpastian persiapan pelaksanaan Musda, yang ditandai dengan tidak adanya Draf/materi Musda, proses registrasi dan undangan OKP yang tidak berjalan secara baik dan transparan, ditambah dengan tidak adanya jaminan kesiapan pelaksanaan sampai saat ini," ujar Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/10).

Oleh karenanya, DPP KNPI mengambil kesimpulan untuk menghentikan proses Musda dan mengambil alih tanggung jawab Musda IV KNPI Sulbar. Hal itu karena DPP melihat Musda sudah tidak bisa berjalan secara kondusif.

"Contoh kecil ID Card peserta dan draf materi Musda tidak pernah kami lihat ada disiapkan oleh panitia. Padahal hal teknis tersebut merupakan atribut penting pelaksanaan Musda," ujarnya.

Haris juga mensinyalir adanya pemalsuan mandat-mandat OKP oleh segelintir oknum dalam Musda IV KNPI Sulbar. Oleh karena itu, pihaknya akan melaporkan pemalsuan mandat OKP tersebut ke polisi.

Pihaknya juga menghentikan sementara sampai persoalan ini dibahas dalam rapat Pleno DPP KNPI.

"Toleransi yang diberikan oleh DPP KNPI telah melewati batas dengan tidak adanya proses Musda yang berjalan selama 5 hari terakhir ini, perbaikan kinerja panitia yang disarankan pengurus DPP juga tidak dilaksanakan dengan baik. Karena itu DPP KNPI mengambil langkah ini," tutupnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA