Survei Pilpres 2024: Tito Punya Elektabilitas, Bahkan Mengancam Prabowo

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/Net

Sosok Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian patut diperhitungkan dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO), Tito bahkan dianggap menjadi ancaman bagi kandidat paslon lain lantaran satu-satunya menteri nonpartai politik yang punya elektabilitas dan popularitas yang baik.

“Erick Thohir, Mahfud MD itu juga sama dari tokoh non-parpol yang sering sekali di-mention dalam elektabilitas, tapi kondisinya naik-turun. Puan Maharani punya PDIP juga sama (turun),” kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah dalam pemaparan hasil survei Kinerja Kementerian/Lembaga, Peluang Reshuffle Kabinet dan Potensi Capres 2024 secara virtual, Rabu (28/10).

“Paling bawah bahkan Ketum Golkar Airlangga Hartarto, faktanya (elektabilitas) tetap di bawah Tito Karnavian,” imbuhnya.

Bahkan menurut temuan IPO, Tito juga menjadi ancaman besar untuk mantan capres dua kali, Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.

“Jadi, kalau kita ingin me-list di kementerian saja, yang mengancam Prabowo Subianto adalah Tito Karnavian. Mungkin karena sama-sama jenderal, satunya dari militer satunya dari kepolisian,” tandasnya.

Dalam survei tersebut, nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi sosok yang elektabilitasnya paling tinggi dalam bursa Pilpres 2024, yakni mencapai 17,9 persen. Diikuti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 16,4 persen, dan Anies Baswedan 15,3 persen.

Posisi berikutnya ditempati Sandiaga Uno 8,8 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 6 persen, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,7 persen, Mendagri Tito Karnavian 4,2 persen.

Kemudian mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 4 persen, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 2,9 persen, Menko Polhukam Mahfud MD 2,5 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 1,1 persen, Ketua DPR Puan Maharani, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 1 persen.

Survei dilakukan pada 12-23 Oktober 2020menggunakan dua metode. Purposive sampling terhadap 170 pemuka pendapat dari peneliti universitas, lembaga penelitian, asosiasi ilmuwan.

Kedua, survei terhadap massa pemilih nasional menggunakan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden di seluruh Indonesia dengan margin of error dalam rentang 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Manfaat Perkebunan Disedot Oligarki, Rakyat Kalsel Hanya Dapat Mudharat
Politik

Manfaat Perkebunan Disedot O..

21 Januari 2021 07:46
Budiman Sudjatmiko: Pernyataan Pandji Sebaiknya Dibantah, Tapi Tidak Usah Diadukan Ke Polisi
Politik

Budiman Sudjatmiko: Pernyata..

21 Januari 2021 07:25
Angkat Bicara Soal Banjir Kalsel, Greenpeace: Pemerintah Perlu Mereview Izin Kelola Lahan
Politik

Angkat Bicara Soal Banjir Ka..

21 Januari 2021 04:25
Kenang Mulyadi Tamsir Korban SJ-182, Aminuddin Maruf: Tidak Ada Kalimat Terucap Selain Penuh Kesantunan Dan Senyuman
Politik

Kenang Mulyadi Tamsir Korban..

21 Januari 2021 02:25
WALHI: 30 Persen Batas Kawasan Hutan Dihapus Perparah Bencana Hidrometeorologi
Politik

WALHI: 30 Persen Batas Kawas..

21 Januari 2021 01:18
Dukung Vaksin Merah Putih, Erick Thohir: Sayang Sekali Kalau Rp 70 Triliun Mengalir Ke Luar Negeri
Politik

Dukung Vaksin Merah Putih, E..

20 Januari 2021 23:32
Tata Kelola Pendidikan Jadi Kunci Meningkatkan Kualitas Guru
Politik

Tata Kelola Pendidikan Jadi ..

20 Januari 2021 22:43
KPU Sampaikan Jawaban Ke MA Atas Banding Eva-Deddy
Politik

KPU Sampaikan Jawaban Ke MA ..

20 Januari 2021 21:43