Survei IPO, Publik Ingin Terawan Dan Johnny G.Plate Dicopot Dari Kabinet Jokowi

Menkes Terawan agus Putranto (kanan)/Net

Dalam hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) publik mengharapkan Presiden Joko Widodo sangat perlu melakukan reshuffle kabinet.

“Responden ditanyalan soal reshuffle itu masih kuat atau tidak? ternyata hasilnya masih kuat yaitu 60 persen menyatakan setuju adanya reshuffle,” ucap Dedi dalam pemaparan hasil survei Kinerja Kementerian/Lembaga, Peluang Reshuffle Kabinet dan Potensi Capres 2024, secara virtual, Rabu (28/10).

Untuk yang tidak setuju adanya reshuffle kabinet hanya 22 persen, dan yang tidak memiliki jawaban hanya 18 persen.

Adapun nama-nama yang perlu dirombak oleh Presiden Joko Widodo menurut penilaian responden, Menkes Terawan Agus Putranto yang konsisten di peringkat pertama.

Hasil survei menyebutkan bahwa sebanyak 57 persen publik mengharapkan Terawan diganti.

Kemudian di peringkat kedua ada Menkominfo Johnny G Plate, sebanyak 55 persen responden menginginkan Johnny dipecat presiden.

“Johnny G plate ini, artinya baru ya. Di bulan Juli beliau tidak sampai masuk ke ring atas untuk di-reshuffle. Tapi diakhir 1 tahun perjalanan ini beliau tiba-tiba menjadi peringkat teratas,” katanya.

Kemudian, peringkat ketiga yang diharapkan dipecat Jokowi yakni Menkumham Yasonna Laoly, Mentan Syahrul Yasin Limpo, kemudian Mendikbud Nadiem Makarim.

“Syahrul Yasin Yasin Limpo juga sama. Posisi sebelumnya beliu juga dianggap aman. Artinya, mungkin berkaitan dengan popularitas yang tidak terlalu menonjol. Tapi sekarang, bisa saja dipengaruhi oleh kebijakan beliau, terkait dengan pandemi dan segala macam atau mungkin muncul konstruktif yang dialihkan ata diamanahkan ke Pak Prabowo bukan kepada Syahrul Yasin Limpo,” bebernya.

“Sehingga nama beliau menjadi perbincangan publik. dan popularitasnya naik tapi ternyata popularitas itu justru linier terhadap Apa namanya sinisme publik? karena faktanya beliau dia harapkan untuk reshuffle sebanyak 44 persen,” katanya.

Terkait Nadiem Makarim, kata Dedi, semula stabil. Namun, dalam beberapa waktu terakhir Nadiem diharapkan publik untuk segera diganti.

“Sejak awal komposisi kabinet dibangun, sampai sekarang memang banyak kebijakan-kebijakan Kementerian Pendidikan,menuai polemik,” katanya.

Menteri KKP Edhy Prabowo juga ikut ke dalam daftar menteri yang perlu dicopot Jokowi, dengan memperoleh angka 37 persen. Kemudian ada Menko PMK Muhadjir Effendy sebanyak 37 persen, Menhub Budi Karya Sumadi 33 persen, Menag Fachrul Razi 28 persen, Agus Gumiwang Kartasasmita 25 persen, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar 23 persen.

“Muhajir Effendi, Budi Karya Sumadi, Fachru Razy secara terus-menerus adalah menteri-menteri yang tidak terlalu populer jika dibandingkan dengan nama-nama di atas,” tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Saatnya Pemerintah Realisasikan Tujuan Pembentukan UU Ciptaker
Politik

Saatnya Pemerintah Realisasi..

29 November 2020 06:40
Luhut Ingin Anggaran KKP Rp 6,65 Triliun Jadi Penggerak Roda Ekonomi
Politik

Luhut Ingin Anggaran KKP Rp ..

29 November 2020 06:23
Kutuk Pembunuhan Sadis Keluarga Di Sigi, Romo Benny: Negara Harus Hadir Berikan Rasa Aman
Politik

Kutuk Pembunuhan Sadis Kelua..

29 November 2020 05:59
Survei TerUKUR: Paslon SanDi Unggul di Pilkada Malang
Politik

Survei TerUKUR: Paslon SanDi..

29 November 2020 05:46
Hari Ini, KPU Tangsel Targetkan Pelipatan Kertas Suara Sudah Selesai
Politik

Hari Ini, KPU Tangsel Target..

29 November 2020 04:37
Didengar Anies, Usulan Gerindra Soal Bansos Sembako Diganti BLT Direalisasikan Tahun Depan
Politik

Didengar Anies, Usulan Gerin..

29 November 2020 03:42
Ingin Kembalikan Kejayaan, Hanura Jabar Terus Geber Mesin Partai Menuju 2024
Politik

Ingin Kembalikan Kejayaan, H..

29 November 2020 02:03
Panaskan Pilkada Tuban, Gubernur Jateng Ajak Kader PDIP Menangkan Paslon Setia Negara
Politik

Panaskan Pilkada Tuban, Gube..

29 November 2020 01:43