Pilkada Gresik 2020: Tim Pemenangan Paslon Niat Bantah Kampanye Di Tempat Ibadah Umum

Ilustrasi/RMOLNetwork

Tim Pemenangan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) membantah telah melakukan kampanye di tempat ibadah.

Mereka mengklarifikasi video kegiatan yang diduga kampanye paslon Niat di sebuah mushola, seperti yang dilaporkan relawan paslon Muhammad Qosim-Asluchul Alif (QA) kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik.

Dituturkan Ketua Harian tim advokat paslon Niat, Irfan Choiri, mushola yang dituduhkan relawan QA itu merupakan mushola milik pribadi di rumah Gus Yani, sapaan Fandi Ahmad Yani. Bukan mushola umum yang ada di perkampungan atau perumahan.

"Mushola itu ada di dalam rumahnya Gus Yani, jadi yang biasa beribadah di situ kalau bukan keluarganya Gus Yani ya tamu," tegas, Ketua Bappilu DPC Nasdem Gresik ini dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (28/10).

Masih menurut Irfan, mushola yang dipersoalkan itu juga berlokasi di posko pemenangan paslon Niat di Desa Srembi, Kecamatan Kebomas. Sehingga mushola tersebut termasuk fasilitas dari Tim Pemenangan Paslon Niat.

"Jadi acara yang dipimpin oleh Sururi itu, tidak menggunakan tempat ibadah sebagai fasilitas umum tetapi fasilitas milik pribadi," ujarnya.

Jurubicara (jubir) Niat, Sururi, juga menegaskan bahwa kegiatan ditudingkan ke pihaknya itu tidak benar. Sebab, acara yang digelar bukan kampanye melainkan doa bersama.

"Itu acara doa bersama alumni Ponpes Tebuireng, yang berada di barisan atau mendukung Niat. Jadi saya tegaskan tidak ada kampanye di situ," jelasnya.

Ditambahkan Sururi, pihaknya menyampaikan kepada Kiai Ponpes Tebuireng, Gus Fahmi, bahwa teman-teman alumni Ponpes Tebuireng mendukung Gus Yani. Karena kebetulan kiai dan santri banyak yang mendukung Gus Yani atau paslon Niat.

"Banyak teman-teman alumni Ponpes Tebuireng yang mendukung paslon Niat, karena selain manut kiai, visi misi Niat programnya peduli kepada pesantren dan agama," tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Gresik, Imron Rosyadi mengatakan, temuan video yang beredar itu masih berupa dugaan di tempat ibadah. Karena itu pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut nantinya.

"Permasalahan ini masih dugaan, maka harus dilakukan investigasi. Dari hasil investigasi nantinya, kami putuskan lewat pleno. Termasuk definisi tempat ibadah yang dimaksud sebagai fasilitas umum sesuai UU nomer 10 tahun 2016 akan kami lakukan kajian-kajian," pungkasnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Pernah Dimenangkan Kotak Kosong, Kini Masyarakat Makassar Ingin Appi-Rahman Menang Pilkada
Politik

Pernah Dimenangkan Kotak Kos..

24 November 2020 18:40
Habib Umar Alhamid Ingatkan Ulama Dan Aparat Waspada Adu Domba Memecah Belah Pesatuan
Politik

Habib Umar Alhamid Ingatkan ..

24 November 2020 18:20
Nasir Djamil: RUU Minol Tidak Dimaksudkan Melarang Total Konsumsi Minuman Beralkohol
Politik

Nasir Djamil: RUU Minol Tida..

24 November 2020 18:01
Imigrasi Diduga Terlibat Dalam Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra, Komisi DPR Minta Hakim Cermat
Politik

Imigrasi Diduga Terlibat Dal..

24 November 2020 17:53
Selain JK, Ada King Maker Lain Yang Ingin Anies Baswedan Jadi Capres
Politik

Selain JK, Ada King Maker La..

24 November 2020 17:42
Seperti APD, Ahli Epidemologi Minta Pemerintah Awasi Potensi Pasar Gelap Vaksin Covid-19
Politik

Seperti APD, Ahli Epidemolog..

24 November 2020 16:57
Kalau Ingin Pemerintahannya Aman, Jokowi Harus Segera Rombak Kabinetnya
Politik

Kalau Ingin Pemerintahannya ..

24 November 2020 16:33
Sudra: Pak Jokowi Fokus Urus Negara, Biar Nikita Mirzani Urus HRS
Politik

Sudra: Pak Jokowi Fokus Urus..

24 November 2020 16:31