Pernyataan Megawati Tepat, Jika Yang Disasar Stafsus Milenial Jokowi

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati SoekarnoputrI/Net

Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memanjakan generasi muda atau milenial dengan mempertanyakan kontribusi para milenial selain demonstrasi, terus menuai reaksi beragam di masyarakat. 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai kritik Megawati itu salah alamat jika dimaksud adalah milenial yang melakukan demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker).

Sebab, mereka adalah milenial di luar pemerintahan yang justru peduli dengan nasib bangsanya sendiri. 

"Justru kritik Megawati perlu diarahkan pada milenial yang di lingkungan kekuasaan (Stafsus Milenial). Untuk itu, ada benarnya statement Megawati jika ditujukan pada sejumlah milenial yang berada di Istana dan sejumlah komisaris BUMN," ujar Dedi kepada redaksi, Jumat (30/10).

Kritik kepada milenial di lingkaran Istana memang perlu dilakukan. Ini mengingat setahun keberadaan mereka memang tidak menunjukkan pengaruh pada kebijakan presiden.

Data IPO, sambungnya, menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat justru tidak percaya dengan milenial yang berada di lingkaran kekuasaan. Pasalnya, keberadaan mereka di Istana dan BUMN tidak memberikan kontribusi apapun. 

"Dari data survei IPO, milenial (di lingkaran Istana) tidak menunjukkan kinerja yang lebih baik, terutama kelompok milenial di BUMN," kata Dedi Kurnia Syah. 

Megawati Soekarnoputri sebelumnya meminta Presiden Jokowi untuk tidak memanjakan generasi muda atau kaum milenial. Dia lantas mempertanyakan kontribusi yang telah diberikan generasi milenial kepada bangsa dan negara saat ini, selain melakukan demonstrasi. 

“Saya bilang ke presiden, jangan dimanja. Dimanja generasi kita adalah generasi milenial.ssaya mau tanya hari ini, apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi seperti kita bisa viral tanpa bertatap langsung, apa sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini?" tanya Mega dalam sambutannya di acara peresmian Kantor DPD secara virtual, Rabu (28/10). 

"Masa hanya demo saja," sambungnya. 

Kolom Komentar


Video

Gempa Mamuju, Ustad Das\'ad Latif Nyaris Jadi Korban

Jumat, 15 Januari 2021
Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021

Artikel Lainnya

Ribka Tjiptaning Sebut Vaksin Sinovac Barang Rongsokan, Begini Respons BPOM
Politik

Ribka Tjiptaning Sebut Vaksi..

18 Januari 2021 01:52
Ada JK, Luhut Hingga Bamsoet, Airlangga Diprediksi Kesulitan Raih Tiket Pilpres Dari Golkar
Politik

Ada JK, Luhut Hingga Bamsoet..

18 Januari 2021 00:02
Luhut:  Semua Harus Bangga Gunakan Produk Lokal
Politik

Luhut: Semua Harus Bangga G..

17 Januari 2021 23:52
Kiai Yusuf Prianadi: Sulit Sekali Saya Menjelaskan Kebaikan Pak Listyo Sigit
Politik

Kiai Yusuf Prianadi: Sulit S..

17 Januari 2021 23:14
Banjir Kalsel, Salamudin Daeng: Si Nuhun Harus Hentikan Sandaran Politiknya Dari Tambang Batubara
Politik

Banjir Kalsel, Salamudin Dae..

17 Januari 2021 22:24
Besok Jokowi Kunjungi Lokasi Banjir Kalimantan Selatan
Politik

Besok Jokowi Kunjungi Lokasi..

17 Januari 2021 22:09
Besok, KPU Lampung Koordinasi Ke Pusat Hadapi Banding Eva-Deddy
Politik

Besok, KPU Lampung Koordinas..

17 Januari 2021 21:19
Marak Bencana, Zulhas Instruksikan Kader PAN Turun Lapangan Bantu Korban
Politik

Marak Bencana, Zulhas Instru..

17 Januari 2021 20:58