Pernyataan Megawati Soal Milenial Hanya Sentilan, Tidak Perlu Ngamuk

Politisi PDI Perjuangan, Aria Bima/Net

Politisi PDI Perjuangan, Aria Bima angkat bicara mengenai polemik pernyataan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri yang mempertanyakan sumbangsih generasi milenial untuk bangsa.

Menurut anggota DPR ini, hal itu sebatas sentilan Megawati untuk generasi muda yang tidak perlu ditanggapi terlalu serius.

"Saya kira itu suatu sentilan yang enggak perlu harus ngamuk kalangan milenial," ucap Aria Bima kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (30/10).

"Jujur saja, memang sekarang eranya individual. Ibu sentilkan, sumbangsih enggak usah gede-gede waktu mahasiswa dia ngapain gitu lho? Dulu demo, kita juga demo, demo bakar kampusnya sendiri ada juga kan? Hanya karena faktor individu," lanjutnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR ini mengatakan, saat ini generasi milenial telah menjadi generasi individual yang hanya mementingkan dirinya sendiri, dan seakan mengabaikan kepentingan bangsa lewat sumbangsih mereka.

"Saya dukung sekali dengan pernyataan Ibu, Ibu hanya menginginkan bagaimana ada sesuatu hal yang lebih besar daripada sekadar sukses diri, dan itu enggak usah ditanggapi terlalu negatif karena faktanya iklimnya sangat kapitalistis, iklimnya sangat hedonis, iklimnya sangat individual, iklimnya sarat persaingan untuk berebut resources dan sukses diri. Inilah yang jujur, seluruh orangtua ini mahasiswa mengarah pada bentuk-bentuk itu beda dengan jaman-jaman saya kuliah dulu," jelas memaparkan.

Aria Bima menambahkan, selama ini Megawati juga keras terhadap anak buahnya di partai terutama menyangkut generasi muda. Itu dia singgung dalam banyak kesempatan.

"Itu sebenarnya sama, Ibu itu kalau memberikan pengarahan kepada kita-kita, kepada anak-anak kita dari kader partai, bahwa kalangan milenial ini orang yang dibesarkan di era globalisasi," katanya.

Presiden keempat RI itu kerap mengingatkan anak buahnya agar menjaga anak-anaknya dan memberikan pelajaran terhadap ideologi Pancasila.

"Ibu ojok munggui, wiki anake DPR sekolah soko duit rakyat anake (Ibu itu ke masing-masing kader bilang, ini anak-anaknya anggota DPR, sekolah pake duit rakyat anaknya) dibekal ideologi supaya ngerti soal bangsanya, soal keberpihakan, empati, itu yang dia sampaikan," tegasnya.

"Karena, soft skill tentang kebangsaan, soft skill ideologi, soft skill tentang sejarah bangsa. Itulah yang akan mendorong bangsa ini cerdas. Kalau individu yang cerdas itu banyak, tapi bangsa ini (harus) cerdas," tandas Aria Bima menambahkan.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

PKS: Wajar Jokowi Kecewa Karena Penanganan Covid-19 Cenderung Politis
Politik

PKS: Wajar Jokowi Kecewa Kar..

30 November 2020 18:54
Muhammadiyah Minta Polisi Dan Kemenag Turun Tangan Telusuri Video Adzan 'Hayya 'Alal Jihad'
Politik

Muhammadiyah Minta Polisi Da..

30 November 2020 18:37
Lewat Peraturan Menkeu, Pemerintah Bebaskan Pajak Impor Vaksin Covid-19
Politik

Lewat Peraturan Menkeu, Peme..

30 November 2020 18:35
Tito Kembali Ingatkan Kepala Daerah Lindungi Warganya Dari Covid-19
Politik

Tito Kembali Ingatkan Kepala..

30 November 2020 18:07
DPR Minta Pemerintah Batalkan Calling Visa Untuk Israel
Politik

DPR Minta Pemerintah Batalka..

30 November 2020 17:29
Antisipasi Banjir, Menko Luhut Gelar Tactical Floor Game Ala Militer
Politik

Antisipasi Banjir, Menko Luh..

30 November 2020 17:18
Haul Di Tangerang Sepelekan Prokes, Fadli Zon Sindir Jokowi Dan Mahfud MD
Politik

Haul Di Tangerang Sepelekan ..

30 November 2020 17:03
Masyarakat Dikejutkan Dengan Video Adzan Seruan Jihad
Politik

Masyarakat Dikejutkan Dengan..

30 November 2020 16:57