Farah.ID
Farah.ID

Pernyataan Megawati Soal Milenial Hanya Sentilan, Tidak Perlu Ngamuk

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Jumat, 30 Oktober 2020, 16:10 WIB
Pernyataan Megawati Soal Milenial Hanya Sentilan, Tidak Perlu Ngamuk
Politisi PDI Perjuangan, Aria Bima/Net
Politisi PDI Perjuangan, Aria Bima angkat bicara mengenai polemik pernyataan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri yang mempertanyakan sumbangsih generasi milenial untuk bangsa.

Menurut anggota DPR ini, hal itu sebatas sentilan Megawati untuk generasi muda yang tidak perlu ditanggapi terlalu serius.

"Saya kira itu suatu sentilan yang enggak perlu harus ngamuk kalangan milenial," ucap Aria Bima kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (30/10).

"Jujur saja, memang sekarang eranya individual. Ibu sentilkan, sumbangsih enggak usah gede-gede waktu mahasiswa dia ngapain gitu lho? Dulu demo, kita juga demo, demo bakar kampusnya sendiri ada juga kan? Hanya karena faktor individu," lanjutnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR ini mengatakan, saat ini generasi milenial telah menjadi generasi individual yang hanya mementingkan dirinya sendiri, dan seakan mengabaikan kepentingan bangsa lewat sumbangsih mereka.

"Saya dukung sekali dengan pernyataan Ibu, Ibu hanya menginginkan bagaimana ada sesuatu hal yang lebih besar daripada sekadar sukses diri, dan itu enggak usah ditanggapi terlalu negatif karena faktanya iklimnya sangat kapitalistis, iklimnya sangat hedonis, iklimnya sangat individual, iklimnya sarat persaingan untuk berebut resources dan sukses diri. Inilah yang jujur, seluruh orangtua ini mahasiswa mengarah pada bentuk-bentuk itu beda dengan jaman-jaman saya kuliah dulu," jelas memaparkan.

Aria Bima menambahkan, selama ini Megawati juga keras terhadap anak buahnya di partai terutama menyangkut generasi muda. Itu dia singgung dalam banyak kesempatan.

"Itu sebenarnya sama, Ibu itu kalau memberikan pengarahan kepada kita-kita, kepada anak-anak kita dari kader partai, bahwa kalangan milenial ini orang yang dibesarkan di era globalisasi," katanya.

Presiden keempat RI itu kerap mengingatkan anak buahnya agar menjaga anak-anaknya dan memberikan pelajaran terhadap ideologi Pancasila.

"Ibu ojok munggui, wiki anake DPR sekolah soko duit rakyat anake (Ibu itu ke masing-masing kader bilang, ini anak-anaknya anggota DPR, sekolah pake duit rakyat anaknya) dibekal ideologi supaya ngerti soal bangsanya, soal keberpihakan, empati, itu yang dia sampaikan," tegasnya.

"Karena, soft skill tentang kebangsaan, soft skill ideologi, soft skill tentang sejarah bangsa. Itulah yang akan mendorong bangsa ini cerdas. Kalau individu yang cerdas itu banyak, tapi bangsa ini (harus) cerdas," tandas Aria Bima menambahkan.

ARTIKEL LAINNYA