Sama Dengan Megawati, Rahmad Handoyo Juga Marah PDIP Dan Jokowi Kerap Dituding PKI

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri/Net

Anggota DPR dari PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo bisa memahami kekesalan dan kemarahan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri karena partainya, termasuk Presiden Joko Widodo bahkan dirinya, kerap dituding bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Kemarahan itu sangat wajar, dan itu hanya untuk memperingatkan kepada anak bangsa jangan menggunakan politik segala cara, jangan menuduh segala cara untuk kepentingan sesaat. Saya kira masuk akal itu. Saya pun juga marah begitu loh," kata Rahmad Handoyo saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (31/10).

Saat peresmian 13 kantor DPP PDIP secara daring, Rabu (28/10), Megawati tidak bisa menutup kekesalan dan kemarahan karena pihaknya selalu diisukan bagian dari PKI.

"Loh, masak Presiden kelima RI dibilang PKI, terus Pak Jokowi, pilihan rakyat langsung loh dua kali, masak dibilang PKI. Katanya turunan bapak ibunya enggak jelas, bayangkan!" kata Megawati.

"Ngapain orang masih ngomongin jaman segini PKI, PKI, PKI, buktikan dong! Ada aturannya. Iya dong. Jangan hanya untuk membohongi rakyat, lama-lama saya kesel," lanjut putri Bung Karno itu.

Jelas Rahmad Handoyo, kekesalan dan kemarahan Megawati itu juga dirasakan oleh kader PDIP.

"Saya kira kemarahan Ibu itu sangat manusiawi, sehingga meminta kepada semua pihak yang memfitnah, yang memojokkan, yang membuat berita yang sangat menyakitkan itu, untuk dihentikan. Karena itu tidak bertanggung jawab, hanya untuk kepentingan sesaat, untuk kepentingan politik tertentu, sehingga itu Pak Jokowi tidak terpilih, itu sangat menyakitkan sebagai anak bangsa begitu," tuturnya.

Dan Jokowi, sudah sangat jelas asal usulnya, bukan dari PKI. Lalu kenapa terus digoreng.

"Kurang apalagi? Kemudian begitu didiamkan malah menjadi-jadi, hanya untuk kepentingan sesaat. Itu justru membahayakan keutuhan bangsa dan umat," terang Rahmad Handoyo.

"Sudahlah, sudahilah itu, mem-PKI-kan seseorang untuk kepentingan sesaat, hanya untuk kepentingan jualan politik, kepentingan tertentu," tambahnya melanjutkan.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Lewat Iklan Kreatif, Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Perangi Covid-19 Dan Pulihkan Ekonomi
Politik

Lewat Iklan Kreatif, Sandiag..

01 Desember 2020 00:24
Munarman: Komunikasi Antara FPI Dengan Politisi Terjalin Baik
Politik

Munarman: Komunikasi Antara ..

01 Desember 2020 00:06
Pulihkan Ekonomi Nasional, Kemenkumham Mudahkan Pelaku UMK Melalui Program Perseroan Perseorangan
Politik

Pulihkan Ekonomi Nasional, K..

30 November 2020 23:33
FPI Menolak Jadi Partai, Munarman: Kami Bukan Orang Suci Dan Takut Tergelincir
Politik

FPI Menolak Jadi Partai, Mun..

30 November 2020 22:41
Bukannya Untung, Buzzer Pro Pemerintah Justru Bikin Jokowi-Maruf Buntung
Politik

Bukannya Untung, Buzzer Pro ..

30 November 2020 21:52
Viral Azan 'Hayya 'Alal Jihad', Kemenag: Jangan Terprovokasi Upaya Pecah Belah Umat
Politik

Viral Azan 'Hayya 'Alal Jiha..

30 November 2020 21:00
Tak Minat Jadi Parpol, Munarman: FPI Berpolitik Nonkekuasaan, Bukan Untuk Cari Kursi
Politik

Tak Minat Jadi Parpol, Munar..

30 November 2020 20:43
Pengamat: Panggung Debat Pilkada Berau Milik Paslon Nomor Urut 2
Politik

Pengamat: Panggung Debat Pil..

30 November 2020 19:38