Begini Analisa Pakar Soal Persaingan China-AS Merebut Indonesia

Para pakar saat berdiskusi soal persaingan China-AS/Repro

Indonesia menjadi salah satu negara 'rebutan' dua negara adidaya China dan Amerika Serikat. Segala cara dilakukan antara lain untuk kepentingan perang dagang kedua negara tersebut.

Teranyar, melalui jalur diplomasi, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo melakukan kunjungan ke Jakarta pada Kamis (29/10) dalam rangka kunjungan ke negara kawasan Asia.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang juga pengajar di Universitas Pelita Harapan, Adriana Elisabeth mengurai cara Amerika Serikat dan China melancarkan misinya untuk menggaet Indonesia.

"Saya lihat di berbagai bidang, kalau China itu mencoba penguasaan ekonomi dulu, walaupun memang tapi tujuannya geopolitik dan kekuatan militer," ujar Andriana Elisabeth saat menjadi narasumber dalam serial diskusi daring Smart FM bertajuk "Setelah Suga dan Pompeo Bertandang" Sabtu (31/10).

"Kalau Amerika dari politik keamanan militer menuju ke (penguasaan) ekonomi," imbuhnya.

Menurut Andriana, perbedaan karakteristik Amerika Serikat dengan Indopasifiknya yang dikembangkan menjadi Free and Open Indopacific, lalu China dengan One Belt One Road (OBOR) yang kini menjadi Belt Road Initiative (BRI).

"Jadi kita mesti melihat Indonesia ini seperti pendulum. Ditarik Amerika juga oleh China dengan 2 strategi yang sebetulnya mereka sama-sama menjalankan unilateralism tetapi dengan titik pijak yang berbeda. Tapi ujung-ujungnya akan sama nih," tuturnya.

Sementara itu, kunjungan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga yang bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan bersepakat untuk melanjutkan kerja sama di berbagai bidang, terutama kesehatan, keamanan, dan ekonomi pun dinilai masih ada kaitannya dengan perang dagang Amerika Serikat dan China. Sebab, Jepang merupakan sekutu Amerika Serikat.

"Terkait dengan kehadiran Suga di Jakarta menurut saya ini, titik beratnya lebih kepada diplomasi ekonomi. Ini untuk mendukung strategi Amerika, karena Jepang kan aliansinya ke Amerika ya. Jadi menekankan pentingnya investasi Jepang di Indonesia," kata Andriana.

"Sama juga dengan kehadiran Pompeo (Menlu Amerika)," imbuhnya.

Selain Andriana, narasumber lain dalam diskusi daring tersebut antara lain; Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof Jimly Asshiddiqie, Pengajar Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional Irman G. Lanti, dan Wartawan Senior Gigin Praginanto.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Saatnya Pemerintah Realisasikan Tujuan Pembentukan UU Ciptaker
Politik

Saatnya Pemerintah Realisasi..

29 November 2020 06:40
Luhut Ingin Anggaran KKP Rp 6,65 Triliun Jadi Penggerak Roda Ekonomi
Politik

Luhut Ingin Anggaran KKP Rp ..

29 November 2020 06:23
Kutuk Pembunuhan Sadis Keluarga Di Sigi, Romo Benny: Negara Harus Hadir Berikan Rasa Aman
Politik

Kutuk Pembunuhan Sadis Kelua..

29 November 2020 05:59
Survei TerUKUR: Paslon SanDi Unggul di Pilkada Malang
Politik

Survei TerUKUR: Paslon SanDi..

29 November 2020 05:46
Hari Ini, KPU Tangsel Targetkan Pelipatan Kertas Suara Sudah Selesai
Politik

Hari Ini, KPU Tangsel Target..

29 November 2020 04:37
Didengar Anies, Usulan Gerindra Soal Bansos Sembako Diganti BLT Direalisasikan Tahun Depan
Politik

Didengar Anies, Usulan Gerin..

29 November 2020 03:42
Ingin Kembalikan Kejayaan, Hanura Jabar Terus Geber Mesin Partai Menuju 2024
Politik

Ingin Kembalikan Kejayaan, H..

29 November 2020 02:03
Panaskan Pilkada Tuban, Gubernur Jateng Ajak Kader PDIP Menangkan Paslon Setia Negara
Politik

Panaskan Pilkada Tuban, Gube..

29 November 2020 01:43