Gencarkan Sosialisasi, MUI Tangsel Bangun Kesadaran Warga Untuk Boikot Produk Prancis

Sekretaris MUI Tangsel, Abdul Rojak/RMOLBanten

Imbas dari pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang mengakaitkan Islam dengan teroris mendapat kecaman dari berbagai negara.

Bahkan seruan untuk boikot produk-produk asal Prancis juga ramai disuarakan di berbagai negara berpenduduk mayoritas muslim. Termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga turut menyuarakan boikot produk asal Prancis, sebagai aksi protes.

Sekretaris MUI Tangsel, Abdul Rojak, membenarkan adanya seruan dari MUI untuk memboikot produk Prancis.

Namun, MUI Tangsel masih melakukan sosialisasi terlebih dahulu melalui gerakan kesadaran bagi masyarakat muslim di Tangsel.

"Kalau di Tangsel itu tidak secara langsung kita melakukan gerakan boikot produk Prancis. Jadi yang kita lakukan itu sosialisasi dan gerakan kesadaran bagi masyarakat muslim Tangsel, secara pribadi dari keluarga muslim yang ada di Tangsel, yang ada di rumah-rumah untuk tidak membeli produk Prancis. Jadi tidak dengan memaksakan kehendak, enggak. Jadi dengan gerakan membangun kesadaran," terang Rojak saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10).

Alasan MUI Tangsel memilih untuk sosialisasi dalam bentuk gerakan kesadaran, karena mencegah adanya kekerasan secara sporadis.

"Ya, jadi dengan cara begitu. Karena kalau kita secara sporadis, nanti berujung ke kekerasan, kita khawatir. Yang terpenting terbangun kesadaran. Jadi secara sadar, pribadi-pribadi keluarga muslim yang ada di Tangsel untuk tidak membeli produk-produk produksi Perancis," ungkapnya, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Bahkan, produk minuman asal Prancis, Aqua, juga akan digantikan dalam setiap acara-acara. Dengan aksi seperti itu, dinilai akan memberikan efek jera kepada Prancis karena telah menghina Nabi Muhamad SAW dan agama Islam.

"Ya kita harus dimulai dari sekarang. Pembelajaran sekaligus efek jera lah. Sebagai masyarakat muslim terbesar di dunia harus bersikap lah," demikian Rojak.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Al Mentra Institute: Instruksi Mendagri Wujud Konsistensi Pemerintah Lindungi Warga Yang Mulai Abaikan Prokes
Politik

Al Mentra Institute: Instruk..

24 November 2020 05:53
Pendapatan Negara Turun, Aktivis Haris Rusly Pesimis Jokowi Bisa Sampai 2024
Politik

Pendapatan Negara Turun, Akt..

24 November 2020 05:31
Iwan Sumule: APBN Defisit Karena UU Corona Jadi Benteng Pengutil Brankas Negara
Politik

Iwan Sumule: APBN Defisit Ka..

24 November 2020 04:41
Polarisasi Sudah Ada Jauh Sebelum Habib Rizieq Pulang, Jokowi Jangan Diam Saja
Politik

Polarisasi Sudah Ada Jauh Se..

24 November 2020 03:53
Marwan Jafar: Saatnya Fokus Penanganan Covid-19 Agar Energi Bangsa Tak Terbuang Tanpa Makna
Politik

Marwan Jafar: Saatnya Fokus ..

24 November 2020 02:17
Kepada Azis Syamsuddin, Wali Nanggroe Minta MoU Helsinki Segera Dirampungkan Pemerintah
Politik

Kepada Azis Syamsuddin, Wali..

24 November 2020 01:37
Sepakat Dengan JK, Mujahid 212: Rakyat Butuh Pemimpin Komplet Seperti Habib Rizieq
Politik

Sepakat Dengan JK, Mujahid 2..

24 November 2020 00:35
Ketum Paguyuban Pasundan: Penyelenggara Pilkada Harus Jamin Keselamatan Pemilih
Politik

Ketum Paguyuban Pasundan: Pe..

23 November 2020 23:58