Dave Laksono: Kalau Macron Berulah Lagi, Indonesia Perlu Pulangkan Dubesnya

Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono/Net

Presiden Perancis Emmanuel Macron dianggap telah membela majalah Charlie Hebdo yang melakukan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW lewat karikatur.

Atas dasar itu, seluruh negara muslim angkat bicara dan mengecam tindakan yang dilakukan Macron yang telah mendukung penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono menyampaikan pemerintah Indonesia perlu berhari-hati dalam menanggapi gejolak tersebut.

Selama Presiden Perancis itu masih diam saat ini, Indonesia juga harus menghitung jika Macron kembali berulah.

"Kita bisa membuat nota keberatan, political notes, kita juga bisa menyampaikan di forum internasional PBB, atau juga di forum-forum lainnya. Kalau memang presiden Macron tetap seperti itu dan mengulangi hal yang sama, baru kita berpikir soal pemanggilan ataupun pemulangan dubes Perancis," ujar Dave, di Jakarta, Senin (2/11).

Legislator dari Golkar ini mengatakan, pemerintah harus mengambil langkah jika Macron kembali berulah.

Salah satu langkah penting yakni pemulangan Dubes RI untuk Perancis perlu dipertimbangkan.

"Harus ada langkahnya, kalau memang pemanggilan atau pemulangan dubes itu jika memang betul-betul presiden Macron membuat pernyataan keras lagi dan kita mesti berpikir bahwa pemanggila dubes ini pasti ada dampaknya,” ujarnya.

Langkah-langkah keras Indonesia terhadap Macron perlu diperhitungkan oleh pemerintah Indonesia.

Kata Dave, Indonesia harus siap untuk melakukan langkah berikutnya.

Dave berharap, jangan sampai ada hal-hal yang sudah diputuskan namun Indonesia tidak bersiap dengan imbasnya.

"Misalnya kan nanti Perancis menghentikan kerjasama ekonomi dengan Indonesia, ada perusahaan yang tutup dan banyak yang kehilangan pekerjaan dan lain-lain. Kita sudah siap belum? Apakah pemerintah bisa menanggulangi tidak? Kita harus menyiapkan untuk kondisi A, B dan C nantinya,” tuturnya.

Dave meyakini Macron tidak akan meneruskan pernyataannya lantaran sudah melihat di dalam negaranya sudah bergejolak.

"Saya yakin juga Macron tidak akan menarik ucapan atau meminta maaf, akan tetapi dia juga tidak akan meneruskan ucapannya, cuku kemarin di situ saja," katanya.

"Macron hanya sedang menunggu suasana mereda, apalagi ada Pilpres Amerika, perhatian dunia dan masyarakat Perancis pun akan terfokus kepada itu," tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Menko Luhut Minta Masyarakat Menahan Diri Tidak Mudik Demi Menjaga Sanak Keluarga
Politik

Menko Luhut Minta Masyarakat..

13 Mei 2021 12:16
Imam Masjid Al Azhar Tidak Menyangka Jamaah Membludak Tapi Tetap Taat Prokes
Politik

Imam Masjid Al Azhar Tidak M..

13 Mei 2021 11:49
Firli Bahuri: Ramadhan Telah Beri Pelajaran Untuk Tidak Lakukan Praktik Korupsi
Politik

Firli Bahuri: Ramadhan Telah..

13 Mei 2021 11:28
Seperti Jokowi, Puan Maharani Gelar Shalat Idul Fitri Secara Sederhana Di Rumah Dinas
Politik

Seperti Jokowi, Puan Maharan..

13 Mei 2021 10:41
Khatib Masjid Al Azhar Ajak Umat Bantu Doa Dan Dana Untuk Palestina
Politik

Khatib Masjid Al Azhar Ajak ..

13 Mei 2021 10:13
Kembali Gelar Shalat Idul Fitri, Masjid Al Azhar Terapkan Prokes Ketat
Politik

Kembali Gelar Shalat Idul Fi..

13 Mei 2021 09:45
Presiden Jokowi Shalat Idulfitri Bareng Paspampres Di Halaman Istana Bogor
Politik

Presiden Jokowi Shalat Idulf..

13 Mei 2021 08:39
Doa Jokowi Di Hari Lebaran: Semoga Wabah Segera Sirna Dan Kita Kembali Bertatap Muka
Politik

Doa Jokowi Di Hari Lebaran: ..

13 Mei 2021 08:19