Farah.ID
Farah.ID

Berduka Untuk Wina Dan Kabul, Menag RI: Terorisme Tidak Bisa Dibenarkan Atas Alasan Apapun

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Kamis, 05 November 2020, 11:25 WIB
Berduka Untuk Wina Dan Kabul, Menag RI: Terorisme Tidak Bisa Dibenarkan Atas Alasan Apapun
Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi/Net
Duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa pada serangan terorisme yang terjadi di Wina, Austria dan Kabul, Afganistan, pada 2 November 2020 kemarin disampaikan Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi.

Diketahui, sejumlah orang dilaporkan meninggal dalam serangan bersenjata dan dugaan bunuh diri di Wina, Austria. Puluhan pelajar juga dilaporkan meninggal dan banyak lagi masyarakat yang terluka akibat serangan teroris di Universitas Kabul yang saat itu sedang menggelar pameran buku.

"Saya menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban meninggal dan luka di Wina dan Kabul. Tindakan terorisme seperti ini harus dikecam dan tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun," ujar Fachrul Razi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/11).

Menurutnya, terorisme adalah persoalan serius bagi kedamaian dunia. Gerakan ini kerap menghalalkan segala cara dalam melakukan tindak kekerasan, termasuk dengan justifikasi agama.

"Ini tidak bisa dibenarkan. Sebab, setiap agama justru menekankan akhlak mulia dalam setiap tindakan, karena tujuan yang mulia harus dicapai dengan cara yang mulia pula. Penggunaan kekerasan tidak dibenarkan dalam pandangan logika dan agama mana pun," tegasnya.

"Gerakan terorisme juga bisa merongrong sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," imbuh dia.

Fachrul juga menegaskan bahwa setiap gerakan terorisme tidak boleh ada dan berkembang di Indonesia. Kelompok Islamic State atau IS misalnya, kata Fachrul, sudah dilarang keberadaannya di negeri ini.

"Presiden sudah tegas mengatakan bahwa gerakan ini dilarang, tidak boleh berkembang di Indonesia. Karenanya, saya juga mendukung sikap Kemenlu yang mengecam terorisme di Afganistan," ujarnya.

Di Indonesia, lanjut Fachrul, pemerintah bersama para tokoh agama terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama sebagai upaya membentengi masyarakat dari penetrasi gerakan terorisme dan ekstemisme. Bahkan, moderasi beragama sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Presiden Joko Widodo dan Wapres KH. Maruf Amin sangat serius dalam program ini. Kita akan terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama, tentu bekerjasama dengan semua pihak, tokoh agama, pimpinan ormas, majelis dan lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dan lainnya," pungkasnya.

ARTIKEL LAINNYA