Indonesia Resesi, Reshuffle Tim Ekonomi Mendesak Dilakukan

Ekonom muda dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira/Net

Indonesia telah resmi mengalami resesi. Untuk itu dibutuhkan langkah-langkah agar negeri ini tidak menghadapi depresi ekonomi yang bisa berujung pada konflik sosial.

Ekonom muda dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menjelaskan bahwa pemerintah bisa melakukan sejumlah kebijakan sebelum hal-hal yang tidak diinginkan itu terjadi.

Pertama, pemerintah harus merombak total seluruh Program Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN), yang pencairannya macet dan konsepnya bermasalah.

“Sebagai contoh kartu pra kerja, subsidi bunga, dan penempatan dana pemerintah di perbankan,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/11).

Selanjutnya, Bhima meminta agar anggaran kesehatan tahun 2021 dinaikkan. Bukan malah dikurangi hingga minus (-) 71 persen.

Menurutnya, Indonesia perlu mempersiapkan diri menghadapi gelombang kedua Covid-19 dan biaya besar untuk distribusi vaksin.

Selain itu, anggaran perlindungan sosial perlu ditambah dan diperluas bagi kelas menengah rentan miskin. Anggaran yang ada saat ini masih relatif kecil karena secara total anggaran jaminan sosial berada di bawah 3 persen dari PDB.

Bhima menilai, bentuk anggaran perlindungan sosial yang lebih efektif adalah cash transfer karena langsung dibelanjakan untuk konsumsi.

“Jangan mengulang kesalahan kartu pra kerja dengan mekanisme yang berbelit-belit, dan timpang secara akses digital,” tegasnya.

Pemerintah, masih kata Bhima, juga perlu mempercepat Program UMKM Go Digital. Jangan sampai yang menikmati bonanza digital adalah barang-barang impor, di saat porsi UMKM yang masuk platform digital baru 13 persen.

Tak kalah penting, Bhima juga menilai reshuflle tim ekonomi mendesak untuk dilakukan segera. Kontraksi ekonomi terjadi karena respon menteri yang kurang cepat dan inkompeten.

“Reshuffle dibutuhkan sebagai penyegaran juga. Ganti dengan sosok profesional dan memiliki senses of crisis untuk percepat eksekusi stimulus PEN baik daam waktu 2 bulan terakhir maupun tahun 2021,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Edhy Prabowo Ditangkap KKP, Demokrat: Sejak Awal Kami Ingatkan Hati-hati Dengan Ekspor Benur
Politik

Edhy Prabowo Ditangkap KKP, ..

25 November 2020 12:42
Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Ini Arahan Prabowo Subianto Lewat Ketua Harian Partai Gerindra
Politik

Edhy Prabowo Ditangkap KPK, ..

25 November 2020 12:41
Sebagai Sesama Kader Gerindra, Wagub DKI Prihatin Penangkapan Edhy Prabowo
Politik

Sebagai Sesama Kader Gerindr..

25 November 2020 12:38
Menteri KKP Diciduk KPK, Politikus PPP: Jangan Langsung Dihakimi Pasti Bersalah
Politik

Menteri KKP Diciduk KPK, Pol..

25 November 2020 12:21
Ketua Harian Partai Gerindra: Kami Belum Bisa Berkomentar, Tunggu Informasi Valid Dari KPK
Politik

Ketua Harian Partai Gerindra..

25 November 2020 12:18
Penangkapan Edhy Prabowo Mengingatkan Kisah Luthfi Hasan Dan PKS Di Masa SBY
Politik

Penangkapan Edhy Prabowo Men..

25 November 2020 12:12
Edhy Prabowo Ditangkap, Kembalikan Bu Susi!
Politik

Edhy Prabowo Ditangkap, Kemb..

25 November 2020 11:55
Sebut Nama Kabareskrim Di Persidangan, Kok Saat Diperiksa Propam Polri Napoleon Mingkem?
Politik

Sebut Nama Kabareskrim Di Pe..

25 November 2020 11:52