Wakil Gubernur Aceh Boleh Bukan Dari Partai Pengusung, Tapi Ada Syaratnya

Pengamat politik dan hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Mawardi Ismail/Istimewa

Calon Wakil Gubernur Aceh sebenarnya tidak mutlak harus dari partai pengusung. Boleh dari mana saja. Namun tentu saja, calon tersebut harus mendapatkan dukungan dari partai pengusung.

Demikian penjelasan pengamat politik dan hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Mawardi Ismail, terkait isu siapa sosok yang akan mengisi kursi Wakil Gubernur Aceh sepeninggal Nova Iriansyah yang kini telah resmi menjabat Gubernur Aceh.

"Tapi pada umumnya mereka mengambil kader sendiri. Intinya adalah diusulkan oleh partai pengusung," kata Mawardi Ismail kepada Kantor Berita RMOLAceh, Rabu (11/11).

Menurut Mawardi, mekanisme pencalonan wakil gubernur dimulai dari partai pengusung. Mereka mengusulkan dua nama calon kepada gubernur. Gubernur lantas mengajukan usulan itu kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Nama-nama itu kemudian digodok di DPR Aceh. Mereka memilih satu dari dua nama tersebut. Keputusan itu lantas dituangkan dalam rapat paripurna DPR Aceh. Untuk kemudian nama itu dibawa ke Menteri Dalam Negeri.

Mawardi menambahkan, seharusnya sejak awal partai pengusung Irwandi-Nova pada Pilkada 2017 sudah punya nama-nama calon untuk diusulkan menjadi wakil gubernur. Sehingga, setelah Nova dilantik sebagai Gubernur Aceh, mereka tinggal menyerahkan nama tersebut.

"Sampai sekarang saya dengar belum ada pembicaraan antarpartai pengusung. Kan bukan satu partai. Masih ada waktu untuk mencalonkan, walaupun singkat," beber Mawardi.

Terkait dengan waktu yang tersisa untuk mengajukan nama calon Wagub, Mawardi menyampaikan semua itu tergantung kepada partai pengusung. Jika mereka bekerja cepat, maka dipastikan Nova bakal memimpin bersama wakilnya dalam waktu dekat.

"Tergantung pada partai pengusung, kalau mereka bekerja cepat mungkin bisa mengejar waktu tidak akan lewat masa 18 bulan itu ya mungkin dapat. Tapi kalau mereka lambat tidak bisa lagi, karena sudah lewat 18 bulan," jelas Mawardi.

Mawardi berharap partai pengusung segera bermusyawarah menentukan wakil gubernur untuk mendampingi Nova di sisa masa jabatan 2017-2022.
Karena Aceh, sebut Mawardi, memiliki banyak persoalan yang harus diselesaikan bersama. Keberadaan wakil gubernur akan sangat membantu tugas Nova.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Ketika Anies Baswedan Mempengaruhi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Minggu, 18 April 2021
Video

RMOL World View • Antara AS, Iran Dan Israel

Senin, 19 April 2021
Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021

Artikel Lainnya

Komisi XI: Target Pertumbuhan 7 Persen Masih Realistis, Walau Butuh Kerja Keras
Politik

Komisi XI: Target Pertumbuha..

19 April 2021 22:46
Gerindra: Jangan Hanya Jelang Pemilu, Partai Politik Juga Harus Hadir Saat Kondisi Rakyat Sulit
Politik

Gerindra: Jangan Hanya Jelan..

19 April 2021 22:14
Kunjungi Kesultanan Sumenep, LaNyalla Siap Perjuangkan Eksistensi Raja-Sultan Se-Nusantara
Politik

Kunjungi Kesultanan Sumenep,..

19 April 2021 21:57
Bukit Algoritma, Budiman Sudjatmiko Sebaiknya Tidak Tersusupi Investasi Umbar Janji
Politik

Bukit Algoritma, Budiman Sud..

19 April 2021 21:40
Indonesia Indikator: Sandiaga Uno Jadi Menteri Paling Diapresiasi Publik Dan Media
Politik

Indonesia Indikator: Sandiag..

19 April 2021 21:19
Jika Anak-Anak Mega Tak Kompak, BG Jadi Alternatif
Politik

Jika Anak-Anak Mega Tak Komp..

19 April 2021 20:50
Protes KH Hasyim Asyari Dihilangkan Dari Kamus Sejarah Indonesia, PKB: Abu Bakar Ba'asyir Malah Ada
Politik

Protes KH Hasyim Asyari Dihi..

19 April 2021 20:43
Fraksi PKB: Program SIPP Strategis Cegah Perilaku Koruptif Kader Parpol
Politik

Fraksi PKB: Program SIPP Str..

19 April 2021 20:17