Calon Kapolri Idealnya Mengerti Visi Misi Jokowi Dan Punya Chemistry

Presiden Jokowi usai melantik Jenderal Idham Azis menjadi Kapolri/Net

Setidaknya ada kriteria yang patut ada dalam sosok calon Kapolri atau Tribrata 1 (TB1) yang akan datang. Salah satu dan yang terpenting ialah mampu mengerti visi misi Presiden Joko Widodo dan memiliki chemistry alias kedekatan.

Demikian pendapat Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (14/11), soal siapa yang layak menggantikan Jenderal idham Azis yang bakal habis masa dinasnya alias pensiun Januari 2021 yang akan datang.

"Ketika sudah mengerti visi misi dan memiliki chamistry tentunya Kapolri yang akan datang mudah mencapai target dan capaian yang diinginkan oleh Jokowi soal penegakan hukum," kata Adib.

Adib kembali menekankan, mengapa calon TB1 harus mengerti Jokowi berikut visi misinya, sebab disaat pandemi Covid-19 ini sisi ekonomi dan sendi lainya terdampak, disisi lain pemerintah tengah berupaya keras untuk meyelamatkanya.

"Kan Jokowi perlu pengawalan dari sisi stabilitas keamanan, ketika stabilitas keamanan terjaga tentunya otomatis perekonomian bisa bangkit, Jokowi pasti memperhatikan ini," tandas Adib.

Yang kedua, kata Adib, figur calon Kapolri ialah harus Perwira Tinggi (Pati) yang memiliki kemampuan untuk meramu soliditas internal korps bhayangkara dan tentunya bisa mendongkrak kinerja Kepolisian sehingga makin mendapat tempat di hati masyarakat.

Proses pemilihan Kapolri sudah diatur dalam UU 2/2002 Tentang Polri. Dalam pasal 11 ayat 1 menyatakan, Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Kemudian pasal 11 ayat 5 menyatakan, dalam keadaan mendesak, Presiden dapat memberhentikan sementara Kapolri dan mengangkat pelaksana tugas Kapolri dan selanjutnya dimintakan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam UU tersebut jelas bahwa Kapolri dipilih oleh Presiden atas persetujuan DPR.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie sebelumnya berpendapat, setidaknya terdapat tiga jenderal yang berpeluang menggantikan Idham Azis. Yakni Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Kabaharkam Komjen Agus Adrianto.

Dikatakan Jerry, jika akhirnya Jokowi memilih orang dekat maka pilihanya akan jatuh kepada Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

"Sigit pernah menjadi ajudan Jokowi otomatis hubungan emosional lebih kuat,” imbuhnya.
 
EDITOR: IDHAM ANHARI

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dua Posisi Bintang Tiga Kosong, Listyo Sigit Bakal Mutasi Besar-besaran
Politik

Dua Posisi Bintang Tiga Koso..

23 Januari 2021 07:48
Kemendagri: Vaksinasi Butuh Peran Pemda, Termasuk Ketersediaan Anggaran
Politik

Kemendagri: Vaksinasi Butuh ..

23 Januari 2021 04:39
Budiman Sudjatmiko Diangkat Komisaris PTPN, Don Adam: Semoga Bisa Cicil Utang
Politik

Budiman Sudjatmiko Diangkat ..

23 Januari 2021 03:02
Sandiaga Uno: Pelaku UMKM Jangan Cuma Asyik Berkompetisi Tapi Lupa Berkolaborasi
Politik

Sandiaga Uno: Pelaku UMKM Ja..

23 Januari 2021 02:00
Dapilnya Banjir, Maman Imanulhaq: Fungsi Sungai Sudah Tidak Berjalan Optimal
Politik

Dapilnya Banjir, Maman Imanu..

23 Januari 2021 01:20
Pengamat Internasional: Peluang JK Di 2024 Terbuka Lebar Lewat Joe Biden
Politik

Pengamat Internasional: Pelu..

23 Januari 2021 00:16
Evaluasi Bawaslu, Pilwalkot Semarang Diklaim Tidak Ada Temuan Serius
Politik

Evaluasi Bawaslu, Pilwalkot ..

22 Januari 2021 23:40
Kolaborasi Dengan Agen Travel Online, Sandiaga Uno Komitmen Kembangkan Desa Wisata
Politik

Kolaborasi Dengan Agen Trave..

22 Januari 2021 22:17