Ketum Ansor: Pemerintah Tidak Punya Alasan Untuk Tunda Pilkada

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas/Net

Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah situasi pandemi Covid-19, diharap Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, bisa berlangsung hingga akhir tahapan.

Sebab dia melihat, pemerintah dan penyelenggara pemilu tidak lagi memiliki alasan lain untuk menunda pilkada di masa pandemi Covid-19 ini.

"Kenapa harus ditunda? Sementara keamanan sudah diterapkan. Setiap tahapan pilkada sudah diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar Yaqut melalui siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/11).

Dalam proses pelaksanaan tahapan yang sudah dan akan berjalan, sosok yang kerap disapa Gus Yaqut ini menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah memiliki instrumen regulasi untuk menegakkan protokol kesehatan Covid-19.

Sehingga menurutnya, tahapan Pilkada 2020 akan berjalan baik. Meski pada masa sebelumnya masih ada beberapa catatan yang ditemukan oleh banyak pihak mengenai pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

"Dengan segala kekurangannya, sudah lumayan," ucap Politisi PKB ini.

Adapun di kesempatan yang berbeda, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal mengatakan, tahapan Pilkada sampai saat ini relatif kondusif dan terkendali.

"Di masa pandemi Covid-19, mekanismenya (pelaksanaan tahapan Pilkada) melalui protokol kesehatan Covid-19 tertuang dalam PKPU 13/2020," jelasnya.

Dia mengungkapkan, daerah yang melaksanakan Pilkada justru ada penurunan jumlah zonasi yang berisiko tinggi, sedangkan di daerah yang tidak ada Pilkada, justru terjadi peningkatan.

Oleh karena itu, Safrizal mengajak kepada seluruh pihak yang terlibat dalam seluruh tahapan Pilkada yang tersisa untuk bisa berpedoman pada protokol kesehatan. Serta menjadikan momentum pesta demokrasi ini sebagai ajang melawan Covid-19.

"Dengan pilkada ini sebagai momentum perlawanan Covid-19, di daerah yang melaksakan Pilkada marak dan masif membagikan bahan kampanye berupa masker, hand sanitizer, sabun, alat atau mesin mencuci tangan," demikian Safrizal.
EDITOR: AHMAD SATRYO

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dua Posisi Bintang Tiga Kosong, Listyo Sigit Bakal Mutasi Besar-besaran
Politik

Dua Posisi Bintang Tiga Koso..

23 Januari 2021 07:48
Kemendagri: Vaksinasi Butuh Peran Pemda, Termasuk Ketersediaan Anggaran
Politik

Kemendagri: Vaksinasi Butuh ..

23 Januari 2021 04:39
Budiman Sudjatmiko Diangkat Komisaris PTPN, Don Adam: Semoga Bisa Cicil Utang
Politik

Budiman Sudjatmiko Diangkat ..

23 Januari 2021 03:02
Sandiaga Uno: Pelaku UMKM Jangan Cuma Asyik Berkompetisi Tapi Lupa Berkolaborasi
Politik

Sandiaga Uno: Pelaku UMKM Ja..

23 Januari 2021 02:00
Dapilnya Banjir, Maman Imanulhaq: Fungsi Sungai Sudah Tidak Berjalan Optimal
Politik

Dapilnya Banjir, Maman Imanu..

23 Januari 2021 01:20
Pengamat Internasional: Peluang JK Di 2024 Terbuka Lebar Lewat Joe Biden
Politik

Pengamat Internasional: Pelu..

23 Januari 2021 00:16
Evaluasi Bawaslu, Pilwalkot Semarang Diklaim Tidak Ada Temuan Serius
Politik

Evaluasi Bawaslu, Pilwalkot ..

22 Januari 2021 23:40
Kolaborasi Dengan Agen Travel Online, Sandiaga Uno Komitmen Kembangkan Desa Wisata
Politik

Kolaborasi Dengan Agen Trave..

22 Januari 2021 22:17