Jawab Stafsus Menkeu, Iwan Sumule: Vietnam Salah Satu Negara Yang Bisa Dicontoh Indonesia

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Komentar Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule atas sebuah berita tentang pengakuan Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa APBN mengalami syok, justru berujung perang kicauan dengan Staf Khusus Menteri Keuangan, Prastowo Yustinus.

Mulanya, Iwan Sumule menilai bahwa beragam istilah dipakai Sri Mulyani untuk mengaburkan kondisi ekonomi yang mengalami keterpurukan. Dia merasa aneh lantaran Sri Mulyani tidak punya solusi jitu hadapi masalah, tapi di satu sisi tidak mau mundur.  

“Ekonomi nyungsep, defisit bertambah besar, dan hanya berharap utangan. Aneh!” tuturnya di akun Twitter pribadnya, Kamis (19/11).

Prastowo Yustinus lalu menyambar kicuan ini. Dia menilai apa yang disampaikan Iwan Sumule sebatas nyinyiran yang tidak didukung dengan data valid. Bahkan Prastowo menantang Iwan Sumule untuk menunjukkan negara yang tidak terdampak ekonomi akibat Covid-19.

“Bisa ditunjukkan negara mana yang ekonominya tidak melambat dan defisitnya tidak melebar? Atau kita twitwor soal keuangan negara Bro Iwan Sumule. Itung-itung pencerahan publik dan Anda buktikan lebih hebat dari Bu Sri Mulyani,” tantangnya.

Kepada Prastowo, Iwan Sumule meminta agar pemerintah membuat perbandingan dengan yang baik, sehingga hasil yang diberikan juga menjadi lebih baik.

Dia kemudian mengungkit pengetahuan Prastowo tentang janji Menteri Sri Mulyani untuk membuat meroket.

“Kalau janji dan kerja yang dilakukan saja tak ingat, bagaimana mau surplus pengetahuan?” sindirnya.

Lagi-lagi Pras menanggapi dengan memberi pertanyaan. Dia minta ditunjukkan janji Sri Mulyani yang mengatakan akan membuat ekonomi negara dan rakyat meroket dan tidak diingat.

“Janji dan visi kebijakan yang belum terwujud tak bisa dibilang dilupakan, tapi ada asumsi dan kondisi yang perlu didalami. Siapa bisa menolak datangnya pandemi?” tanyanya.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu, Iwan Sumule memulai dengan menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan kemerosotan terjadi bukan saat pandemi datang, bahkan jauh sebelum ada pandemi.

Sementara strategi yang dilakukan Sri Mulyani cenderung monoton, yaitu mencari utangan dengan bunga lebih tinggi, tanpa dibarengi peningkatan ekonomi rakyat.

Hal demikian, katanya, akan semakin menambah keterpurukan. Terlebih pajak buat usaha kecil rakyat semakin tinggi.

Sebagai contoh negara yang bisa terhindar dari resesi, Iwan Sumule mencontohkan Vietnam. Di mana ekonomi negara tersebut tumbuh 2,6 persen pada kuartal III/2020.

Vietnam, sambungnya, memiliki kondisi alam dan iklim yang kurang lebih sama dengan Indonesia. Tapi apa yang dilakukan negara tersebut jauh di atas Indonesia.

“Selain utang dengan bunga yang lebih rendah, berdasarkan statistik, sektor pertanian dan perikanan tumbuh 1,84 persen, industri dan konstruksi naik 3,08 persen, dan jasa naik 1,37 persen. Ketiga sektor itu berikan kontribusi 14 persen, 58 persen, dan 28 persen pada PDB nasional,” tuturnya.

Khusus untuk masalah utang, Iwan Sumule memuji Vietnam yang mampu mencari utang dengan bunga yang rendah, yaitu di kisaran 4 persen. Sementara Indonesia memiliki bunga dua kali lipat lebih besar, 8 persen.

Ekonomi Indonesia kini minus (-) 3,49 persen, sementara Vietnam sudah tumbuh (+) 2,6 persen pada kuartal III/2020.

“Vietnam memang salah satu negara yang bisa dicontoh, baik dalam strategi penanganan pandemi corona dan mengatasi keterpurukan ekonomi di era pandemi. Selain itu berutang dengan bunga rendah,” sambung Iwan Sumule.

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Harapan Pimpinan DPR, Jenderal Sigit Lebih Humanis Dan Aspiratif
Politik

Harapan Pimpinan DPR, Jender..

27 Januari 2021 13:56
Kecepatan Penyebaran Covid-19 Yang Tembus 1 Juta Kasus Harus Diimbangi Penguatan 3T Dan Pembatasan Mobilitas
Politik

Kecepatan Penyebaran Covid-1..

27 Januari 2021 13:48
Peluang JK Di Pilpres 2024 Terbuka Jika Mulai Dekati Nasdem, PAN, PKS Dan PPP
Politik

Peluang JK Di Pilpres 2024 T..

27 Januari 2021 13:41
Wisma Atlet Mulai Penuh, Bamsoet Minta Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Layanan RS
Politik

Wisma Atlet Mulai Penuh, Bam..

27 Januari 2021 13:35
Tokoh ICMI Ini Maju Sebagai Bakal Calon Ketua Umum Ikatan Alumni ITB
Politik

Tokoh ICMI Ini Maju Sebagai ..

27 Januari 2021 13:17
Legislator PKS Tidak Habis Pikir WNA China Masih Bisa Masuk Indonesia
Politik

Legislator PKS Tidak Habis P..

27 Januari 2021 13:13
Sudah Tembus Sejuta, Dimana Letak Keberhasilan Penanganan Pandemi Covid-19?
Politik

Sudah Tembus Sejuta, Dimana ..

27 Januari 2021 12:58
Covid-19 Tembus Sejuta, PKS: Jangan Malah Biarkan WN China Masuk Di Tengah PPKM
Politik

Covid-19 Tembus Sejuta, PKS:..

27 Januari 2021 12:41