Demi Keharmonisan Bangsa Dan Negara, Jokowi Diminta Segera Ganti Menteri Berkinerja Buruk

Presiden Joko Widodo diharapkan segera mengevaluasi para menterinya yang tak lagi sesuai visi misi presiden/Net

Forum Strategis Arah Bangsa (Fostrab) Jawa Barat meminta Presiden Joko Widodo untuk menjalin komunikasi secara intensif dengan tokoh agama, ormas keagamaan, dan masyarakat adat.

Koordinator Fostrab Jabar, Asep Abdurohman menilai, sejak memasuki periode kedua, Presiden Jokowi seperti memasuki fase terberatnya sebagai pemimpin tertinggi NKRI.

"Ini demi menjaga keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara," ucap Asep, dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (20/11).

Terlebih, semenjak pandemi Covid-19, aspek kesehatan dan ekonomi Indonesia mengalami guncangan hingga terancam masuk ke jurang resesi. Di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia mendekati minus 3,5 persen pada kuartal III.

Kondisi itu, diperparah dengan kinerja para pembantu presiden, dalam hal ini menteri, yang terkadang tidak maksimal dalam menerjemahkan visi misi presiden.

"Beberapa menteri lamban dalam mengonsolidasikan satuan kerjanya. Sedangkan masyarakat sangat membutuhkan rasa aman dalam kondisi pandemi ini, nyaman dan ketenangan sehingga melahirkan sikap optimisme," ungkapnya.

Contoh paling riil, menurut Asep adalah ketika pemerintah mengesahkan omnibus law UU Cipta Kerja. Padahal, jelas penyusunan undang-undang ini sebagai penggerak perekonomian.

"Tetapi malah direspons negatif oleh sebagian kelompok masyarakat, dan berujung pada aksi massa besar-besaran. Ini akibat minimnya sosialisasi. Lalu diperparah lagi dengan salah pengetikan pasal pada draf final UU Cipta Kerja dan 'surat perintah' kepada elemen mahasiswa untuk menghentikan aksi-aksinya," jelasnya.

Tak hanya itu, tindakan blunder pembantu presiden juga terjadi dengan membagikan 20.000 masker oleh Satgas Covid-19 untuk sebuah perkumpulan di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Tindakan-tindakan seperti itulah yang kemudian menimbulkan asumsi negatif terhadap Presiden Jokowi. Lalu yang terjadi apa, negara dituduh dikelola dengan tidak profesinal," imbuhnya.

Sementara itu, Sekjen Fostrab Jabar, Aziz Muslim mengatakan, pihaknya meminta Presiden Jokowi untuk segera mengambil langkah strategis dan objektif dalam menghadapi situasi tersebut.

"Kami meminta Bapak Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi sekaligus mengganti menteri, staf khusus, termasuk perangkat lain yang kinerjanya sudah tidak lagi sesuai dengan visi dan misi presiden," tegas Aziz.

Ke depan, lanjut Aziz, masukan-masukan dari para pembantu presiden harus lebih dicermati lagi. Jangan sampai menjerumuskan presiden ke dalam persepsi wacana negatif.

"Fostrab Jabar juga meminta Presiden Joko Widodo sebagai Panglima Tertinggi untuk menertibkan para anggota TNI/Polri serta aparatur negara lainnya yang melakukan manuver yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa," tandasnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Harapan Pimpinan DPR, Jenderal Sigit Lebih Humanis Dan Aspiratif
Politik

Harapan Pimpinan DPR, Jender..

27 Januari 2021 13:56
Kecepatan Penyebaran Covid-19 Yang Tembus 1 Juta Kasus Harus Diimbangi Penguatan 3T Dan Pembatasan Mobilitas
Politik

Kecepatan Penyebaran Covid-1..

27 Januari 2021 13:48
Peluang JK Di Pilpres 2024 Terbuka Jika Mulai Dekati Nasdem, PAN, PKS Dan PPP
Politik

Peluang JK Di Pilpres 2024 T..

27 Januari 2021 13:41
Wisma Atlet Mulai Penuh, Bamsoet Minta Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Layanan RS
Politik

Wisma Atlet Mulai Penuh, Bam..

27 Januari 2021 13:35
Tokoh ICMI Ini Maju Sebagai Bakal Calon Ketua Umum Ikatan Alumni ITB
Politik

Tokoh ICMI Ini Maju Sebagai ..

27 Januari 2021 13:17
Legislator PKS Tidak Habis Pikir WNA China Masih Bisa Masuk Indonesia
Politik

Legislator PKS Tidak Habis P..

27 Januari 2021 13:13
Sudah Tembus Sejuta, Dimana Letak Keberhasilan Penanganan Pandemi Covid-19?
Politik

Sudah Tembus Sejuta, Dimana ..

27 Januari 2021 12:58
Covid-19 Tembus Sejuta, PKS: Jangan Malah Biarkan WN China Masuk Di Tengah PPKM
Politik

Covid-19 Tembus Sejuta, PKS:..

27 Januari 2021 12:41