PPP: Pernyataan Jusuf Kalla Tidak Semuanya Benar

Mantan Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla/Net

Pernyataan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) M. Jusuf Kalla yang menyebut ada kekosongan kepemimpinan dalam tubuh ormas dan partai politik Islam dinilai tidak semuanya benar. Meskipun, pernyataan tersebut bisa menjadi kritik yang membangun.

Demikian disampaikan Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (23/11).

"Bisa dijadikan sebagai kritik konstruktif. Namun apa yang disampaikan tidak semuanya benar," kata Awiek sapaan akrab anggota DPR itu.

Awiek menegaskan, tidak benar pula jika parlemen dari parpol Islam kurang menangkap aspirasi umat Islam di Indonesia. Menurutnya, pernyataan tersebut dinilai tendensius.

"Jika dibilang anggota parlemen dari partai berbasis Islam dinilainya kurang menangkap dan menjalankan aspirasi umat, itu jelas tendensius," tegas legislator dari Dapil XI Jawa Timur ini.

"Karena pemilih kami jelas menyampaikan aspirasinya dan tidak pernah komplain karena aspirasi umat yang memilih kami selalu didengarkan dan diperjuangkan," imbuhnya menambahkan.

Atas dasar itu, Awiek menyebut tidak semuanya yang disampaikan oleh mantan Wakil Presiden itu tidak semuanya benar. Meskipun, pernyataan JK tersebut bisa menjadi kritik yang konstruktif.

"Makanya kami sampaikan apa yang dikatakan Pak JK tidak semuanya benar, apalagi dinarasikan menggiring opini buruk tentang anggota parlemen dari parpol Islam," tuturnya.

"Maka kami memposisikannya sebagai kritik yang membangun untuk kepentingan bangsa," demikian Achmad Baidowi.

Jusuf Kalla sebelumnya menyatakan ada kekosongan kepemimpinan di tubuh ormas dan parpol Islam. Sehingga terkait pimpinan ormas FPI Habib Rizieq Shihab seolah menjadi permasalahan yang hebat hingga aparat kepolisian hingga TNI turun tangan.

"Kenapa itu terjadi, ini menurut saya karena ada kekosongan kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi masyarakat secara luas. Adanya kekosongan itu, begitu ada pemimpin yang karismatik, katakanlah karismatik, begitu, atau ada yang berani memberikan alternatif, maka orang mendukungnya. Ini suatu menjadi, suatu masalah, Habib Rizieq itu adalah sesuatu indikator bahwa ada proses yang perlu diperbaiki dalam sistem demokrasi kita," imbuh dia.

"Kenapa ratusan ribu orang itu, begitu, kenapa dia tidak percayai DPR untuk berbicara. Kenapa tidak lebih percaya partai-partai terkhusus partai Islam untuk mewakili masyarakat itu. Kenapa masyarakat memilih Habib Rizieq untuk menyuarakan ya punya aspirasi. Itu pertanyaannya yang sangat penting untuk kita evaluasi," kata JK lagi.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Manfaat Perkebunan Disedot Oligarki, Rakyat Kalsel Hanya Dapat Mudharat
Politik

Manfaat Perkebunan Disedot O..

21 Januari 2021 07:46
Budiman Sudjatmiko: Pernyataan Pandji Sebaiknya Dibantah, Tapi Tidak Usah Diadukan Ke Polisi
Politik

Budiman Sudjatmiko: Pernyata..

21 Januari 2021 07:25
Angkat Bicara Soal Banjir Kalsel, Greenpeace: Pemerintah Perlu Mereview Izin Kelola Lahan
Politik

Angkat Bicara Soal Banjir Ka..

21 Januari 2021 04:25
Kenang Mulyadi Tamsir Korban SJ-182, Aminuddin Maruf: Tidak Ada Kalimat Terucap Selain Penuh Kesantunan Dan Senyuman
Politik

Kenang Mulyadi Tamsir Korban..

21 Januari 2021 02:25
WALHI: 30 Persen Batas Kawasan Hutan Dihapus Perparah Bencana Hidrometeorologi
Politik

WALHI: 30 Persen Batas Kawas..

21 Januari 2021 01:18
Dukung Vaksin Merah Putih, Erick Thohir: Sayang Sekali Kalau Rp 70 Triliun Mengalir Ke Luar Negeri
Politik

Dukung Vaksin Merah Putih, E..

20 Januari 2021 23:32
Tata Kelola Pendidikan Jadi Kunci Meningkatkan Kualitas Guru
Politik

Tata Kelola Pendidikan Jadi ..

20 Januari 2021 22:43
KPU Sampaikan Jawaban Ke MA Atas Banding Eva-Deddy
Politik

KPU Sampaikan Jawaban Ke MA ..

20 Januari 2021 21:43