Nasir Djamil: RUU Minol Tidak Dimaksudkan Melarang Total Konsumsi Minuman Beralkohol

Politisi PKS, Nasir Djamil/Net

Rancangan undang undang larangan minuman beralkohol menuai polemik di kalangan masyarakat.

Banyak kalangan yang menyetujui RUU tersebut namun tak sedikit yang berteriak menolak terutama para produsen minol.

Politisi senior PKS Muhammad Nasir Djamil menyampaikan, RUU Minol bukan dimaksudkan untuk melarang masyarakat secara total dalam mengonsumsi minuman beralkohol di Indonesia.

“Tidak untuk melarang yang demikian,” ucap Nasir dalam acara diskusi koordinatoriat wartawan parlemen, bertajuk Pro Kontra RUU Minol, Selasa (24/11).

Nasir menjelaskan, PKS sebagai salah satu parpol yang mengusulkan pembahasan RUU Minol, tak menampik bahwa mengonsumsi alkohol merupakan bagian dari budaya bagi sebagian daerah di Indonesia.

Salah satunya di kawasan Sumatera dan juga Bali, mereka mengonsumsi Minol pada acara dan waktu tertentu namun tidak mabuk.

Adapun yang diatur dalam RUU Minol tersebut, yakni pengendalian penyebarannya dan penyalahgunaan Minol yang selama ini diidentikkan dengan kriminalitas.

"Sama seperti pengaturan mengenai narkoba misalnya, narkoba juga kan digunakan untuk kebutuhan medis, sehingga yang diatur adalah pengendalianya. Begitu juga Minol ini, yang akan diatur adalah pengendaliannya,” katanya.

Legislator asal Aceh ini mengatakan, selama ini aturan mengenai Minol berserakan di beberapa UU, termasuk UU Kesehatan.

Di sisi lain, setidaknya dua daerah di wilayah Republik Indonesia tercatat telah membuat peraturan daerah mengenai Minol.

"Kami ingin menyatukan aturan-aturan yang berserakan ini dalam sebuah UU khusus. Sekaligus juga sebagai bagian dari payung hukum bagi peraturan-peraturan daerah tersebut,” bebernya.

Nasir tak menampik bahwa pengaturan mengenai Minol bukan hanya bersinggungan dengan hal-hal terkait gangguan keamanan dan ketertiban, tapi juga berkaitan dengan aspek ketenagakerjaan.

Nasir menjelaskan, sejauh ini, naskah akademis dari pihaknya telah diserahkan kepada Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

“Dari pertemuan dengan Baleg itu, memang ada beberapa fraksi yang belum satu pandangan. Salah satunya, PAN melalui Pak Ali Taher,” tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Walhi: Ini Bukan Bencana Alam, Tapi Pemerintah Merencanakan Bencana
Politik

Walhi: Ini Bukan Bencana Ala..

20 Januari 2021 13:37
'Juliari Batubara' Disuntik Vaksin Oleh Dua Hakim Cantik Di Depan KPK
Politik

'Juliari Batubara' Disuntik ..

20 Januari 2021 13:35
Apresiasi Komitmen Listyo Sigit Pada Penegakan Hukum, Fraksi PPP Langkah Konkret Terapannya
Politik

Apresiasi Komitmen Listyo Si..

20 Januari 2021 13:33
Fraksi PDIP: Komjen Sigit Keren, Calon Kapolri Milenial
Politik

Fraksi PDIP: Komjen Sigit Ke..

20 Januari 2021 13:18
Fraksi PPP Soroti Predictive Policing Yang Disampaikan Calon Kapolri Sigit
Politik

Fraksi PPP Soroti Predictive..

20 Januari 2021 12:51
Aksi Airlangga Hartarto Donor Plasma Konvalesen Dipuji
Politik

Aksi Airlangga Hartarto Dono..

20 Januari 2021 12:45
PWNU Lampung Dukung Penuh Listyo Sigit Jadi Kapolri
Politik

PWNU Lampung Dukung Penuh Li..

20 Januari 2021 12:31
Banjir Di Kalsel Disebut Jokowi Akibat Curah Hujan Tinggi, Walhi: Terlalu Mensimplifikasi
Politik

Banjir Di Kalsel Disebut Jok..

20 Januari 2021 12:16