Pilkada Tangsel 2020

Narji Dukung Pangdam Jaya, Strategi Putri Wapres Di Pilkada Tangsel Bisa Berantakan

Komedian Narji (kedua kanan) saat memberikan dukungan terhadap Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman/Repro

Langkah komedian terkenal, Narji, dengan memberikan dukungan kepada Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman terkait pencopotan baliho pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS), ditengarai akan membuat kusut strategi pemenangan di tim Siti Nur Azizah dan Ruhamaben di Pilkada Kota Tangsel.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, Kamis (26/11).

Dedi menilai dukungan Narji terhadap Pangdam Jaya tidak produktif. Karena Narji diketahui merupakan pendukung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel, Siti Nur Azizah-Ruhamaben.

Bahkan Narji sendiri tampak menjadi andalan tim pemenangan putri Wakil Presiden RI, Maruf Amin itu. Seperti terlihat dalam tayangan sosialiasi di TV ketika debat Pilkada lalu.

Menurut Dedi, langkah Narji itu sedikit banyak akan mempengaruhi psikologi pendukung Habib Rizieq Syihab (HRS) dan kelompok 212 yang cukup banyak di Tangsel.

"Keterlibatan Narji dalam polemik Pangdam Jaya dengan HRS jelas tidak produktif pada konstelasi Pilkada Tangsel, terlebih Narji dikenal sebagai salah satu pendukung kontestan," kata Dedi Kurnia.

"Tentu disayangkan, karena bagaimanapun pemilih Tangsel juga ada loyalis HRS," ujar Dedi, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Dengan psikologi itu, ada kemungkinan loyalis HRS yang telah mendukung Azizah-Ruhamaben akan meninggalkan jagoannya dalam perebutan kursi orang nomor satu di Tangsel.

Seharusnya sebagai salah satu pendukung paslon di Pilkada Tangsel, Narji bisa lebih bijak dan pandai membaca situasi.

"Narji seharusnya bijak dan pandai membaca situasi, ia bisa saja memperkeruh strategi kampanye yang ia lakukan di Tangsel, dan imbasnya bisa saja kontestan yang didukung ramai-ramai ditinggalkan loyalis HRS," terangnya.

Lanjut Dedi, apalagi pemilih di Tangsel itu secara primordialisme adalah kelompok struktural semacam dari Betawi.

"Termasuk kelompok Islam yang juga dekat dengan aktivitas HRS. Maka, mau tidak mau mengkhwatirkan dan terlalu berisiko," kata Dedi.

Untuk itu, Dedi memberikan saran kepada seluruh tokoh di Tangsel agar tidak terlibat manuver politik yang tidak ada hubungannya dengan kondisi di Tangsel.

"Saran saya untuk para tokoh-tokoh di Tangsel tidak perlu terlibat dalam manuver politik yang tidak ada relevannya terhadap kondisi di Tangsel," demikian Dedi.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Manfaat Perkebunan Disedot Oligarki, Rakyat Kalsel Hanya Dapat Mudharat
Politik

Manfaat Perkebunan Disedot O..

21 Januari 2021 07:46
Budiman Sudjatmiko: Pernyataan Pandji Sebaiknya Dibantah, Tapi Tidak Usah Diadukan Ke Polisi
Politik

Budiman Sudjatmiko: Pernyata..

21 Januari 2021 07:25
Angkat Bicara Soal Banjir Kalsel, Greenpeace: Pemerintah Perlu Mereview Izin Kelola Lahan
Politik

Angkat Bicara Soal Banjir Ka..

21 Januari 2021 04:25
Kenang Mulyadi Tamsir Korban SJ-182, Aminuddin Maruf: Tidak Ada Kalimat Terucap Selain Penuh Kesantunan Dan Senyuman
Politik

Kenang Mulyadi Tamsir Korban..

21 Januari 2021 02:25
WALHI: 30 Persen Batas Kawasan Hutan Dihapus Perparah Bencana Hidrometeorologi
Politik

WALHI: 30 Persen Batas Kawas..

21 Januari 2021 01:18
Dukung Vaksin Merah Putih, Erick Thohir: Sayang Sekali Kalau Rp 70 Triliun Mengalir Ke Luar Negeri
Politik

Dukung Vaksin Merah Putih, E..

20 Januari 2021 23:32
Tata Kelola Pendidikan Jadi Kunci Meningkatkan Kualitas Guru
Politik

Tata Kelola Pendidikan Jadi ..

20 Januari 2021 22:43
KPU Sampaikan Jawaban Ke MA Atas Banding Eva-Deddy
Politik

KPU Sampaikan Jawaban Ke MA ..

20 Januari 2021 21:43