Kecewa Risma Diolok-olok, Fuad Bernardi: Ibu Saya Kan Sudah Tidak Maju Lagi

Tangkapan layar aksi pendukung paslon nomor urut 2 Pilkada Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman, yang melontarkan nyanyian bernada provokatif/Repro

Situasi menjelang hari H pemilihan Walikota di Surabaya pada 9 Desember mendatang terasa kian panas.

Hal ini dipicu dengan beredarnya video pendukung calon Walikota dan Wakil Walikota (Cawali) Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman, yang menyanyikan lagu bernada hujatan terhadap Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Dalam video berdurasi 19 detik tersebut, para pendukung Machfud Arifin-Mujiaman menyanyikan plesetan reff lagu “Menanam Jagung” ciptaan Ibu Sud. Reff tersebut diubah dengan nada menghujat Walikota Risma.

“Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga. Hancur, hancur, hancurkan Risma, hancurkan Risma sekarang juga,” teriak pendukung Machfud Arifin-Mujiaman, sembari mengacungkan dua jari ke atas.

Perihal beredarnya video tersebut, salah satu putra Risma, Fuad Bernardi mengaku sedih dan kecewa.

"Saya mewakili putranya beliau (Risma) merasa sedih, terus kecewa juga," kata Fuad kepada wartawan, Jumat (27/11).

"Kalau konteksnya untuk Pilkada kenapa sampai melakukan seperti itu (membawa-bawa nama Risma). Padahal Ibu tidak maju lagi," imbuhnya.

Lanjut Fuad, jika konteksnya adalah menyerang Risma sebagai walikota, dia khawatir Machfud-Mujiaman bermaksud menghapus program Risma yang sudah berjalan selama dua periode ini.

"Kalau dia (Machfud-Mujiaman) menang nanti, saya khawatir dia akan menghancurkan program-program dari Bu Risma yang sudah baik ini," tutur dia.

Terkait video bernada provokatif tersebut, eks kader PDIP Surabaya, Mat Mochtar, sudah membenarkan bahwa dirinya memang ada di video tersebut. Ia menyebut video itu terekam pada Rabu lalu (25/11).

Namun, Mat Mochtar menolak untuk menjelaskan dengan detail, saat acara apa dan siapa saja yang bersamanya saat video itu direkam.

Ia mengatakan bahwa nyanyian itu adalah luapan kekecewaan dirinya kepada Risma, karena telah memberikan kepercayaan kepada tokoh di luar PDIP, Eri Cahyadi, untuk menjadi calon walikota.

Semestinya, kata Mat, yang berhak mendapatkan rekomendasi menjadi calon walikota adalah Whisnu Sakti Buana. Whisnu dianggap layak karena telah mendampingi Risma sebagai Wakil Walikota Surabaya selama dua periode.

Mat Mochtar pun tak terima dan melawan, hingga mengakibatkan ia dipecat dari PDIP. Karena itu, ia justru menyebut dirinya lah yang telah dihancurkan oleh Risma.

"Aku yang dihancurno sampai dipecat, sing menghancurkan saya Bu Risma. Daripada aku hancur ya Bu Risma tak hancurno (saya hancurkan), timbang PDIP sing hancur (yang hancur)," katanya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Gempa Mamuju, Ustad Das\'ad Latif Nyaris Jadi Korban

Jumat, 15 Januari 2021
Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021

Artikel Lainnya

Jika Dilantik, Listyo Sigit Prabowo Akan Tembus Rekor Kapolri Termuda
Politik

Jika Dilantik, Listyo Sigit ..

16 Januari 2021 05:24
Syahrial Nasution: Istana Simbol Keadilan, Bukan Tempat Perlindungan Raffi Ahmad Atas Kecerobohannya
Politik

Syahrial Nasution: Istana Si..

16 Januari 2021 05:10
PKS Ingin Polri Di Bawah Kepemimpinan Listyo Sigit Bisa Saingi KPK
Politik

PKS Ingin Polri Di Bawah Kep..

16 Januari 2021 04:32
Listyo Sigit Calon Kapolri, Pesan Jokowi Gunakan Orang Dekat Untuk Amankan Kekuasaan Makin Kuat
Politik

Listyo Sigit Calon Kapolri, ..

16 Januari 2021 04:06
Hormati Kesimpulan Komnas HAM, Gus Jazil: Polisi Harus Usut Kematian 6 Laskar FPI
Politik

Hormati Kesimpulan Komnas HA..

16 Januari 2021 03:48
Sesuai UU, DPR Bisa Tolak Listyo Sigit Jadi Kapolri Kalau Tidak Setuju
Politik

Sesuai UU, DPR Bisa Tolak Li..

16 Januari 2021 03:40
Habib Ali Assegaf Wafat, AHY: Kita Kehilangan Ulama Yang Nasihatnya Sejukkan Umat
Politik

Habib Ali Assegaf Wafat, AHY..

16 Januari 2021 03:27
Tidak Ingin Polisi Terima Uang Haram, Mardani: Kapolri Jangan Takut Naikkan Anggaran
Politik

Tidak Ingin Polisi Terima Ua..

16 Januari 2021 02:25