Prihatin Penangkapan Edhy Prabowo, Pengamat: KKP Dilahirkan Gus Dur Untuk Sejahterakan Petani

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo/Net

Tertangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu dini hari (25/11), sangat memprihatinkan.

Pemerhati politik Universitas Pamulang, Sonny Majid mengatakan, kementerian yang lahir di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut untuk bertujuan mensejahterakan masyarakat, khususnya nelayan.

"Tetapi memang godaannya banyak. Karena ini berkaitan dengan penyalahgunaan kekuasaan, apalagi berkaitan dengan proyek-proyek di kementerian. Kementerian itu kan lembaga yang sudah teknis," kata Sonny Majid dalam keterangannya, Jumat (21/11).

Sonny ingat bagaimana semangat Gus Dur melahirkan Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP).

Kala itu, cerita Sonny, Gus Dur sadar betul bahwa potensi kekayaan alam di Indonesia masih terfokus pada kegiatan eksploitasi sumber daya alam di daratan alias berorientasi darat.

Sementara, Indonesia memiliki kekayaan laut yang berlimpah. Ini karena Indonesia merupakan negara yang memiliki bentang laut yang sangat luas, garis pantai terpanjang kedua di dunia.

"Gus Dur memahami peta tersebut, Gus Dur sadar betul bahwa kita memiliki sejarah panjang sebagai bangsa maritim. Gus Dur berhasil meletakkan kembali konsep dasar pembangunan berbasis kemaritiman," jelasnya.

Ibarat kata, lanjutnya, sangat nampak sekali Gus Dur ingin menyadarkan kepada kita semua akan pentingnya reorientasi pembangunan yang juga diarahkan kepada sektor kelautan.

"Apalagi negara kita kan berposisi silang diapit dua benua dan dua samudera. Jadi posisinya sangat strategis sekali untuk perdagangan global. Perlu saya ingatkan, 40 persen perdagangan internasional melintasi laut Indonesia," papar Sonny.

Menurutnya, Selain reorientasi pembangunan yang ketika itu dominan pada sektor daratan, semangat Gus Dur mendirikan KKP juga adalah mendongkrak ekonomi masyarakat nelayan yang sejak dulu belum terangkat derajatnya dalam sisi kehidupan ekonomi.

"Gus Dur mendorong agar nelayan-nelayan memiliki kedaulatan untuk mengeksplorasi kekayaan laut yang kita miliki," imbuhnya.

Sampai sekarang masyarakat nelayan masih sulit mengakses permodalan. Kemudian selalu kalah dalam tangkapan ikan, karena harus bersaing dengan kapal-kapal nelayan asing yang berkapasitas besar dan kerap melakukan pencurian ikan di laut Indonesia.

"Belum lagi kerusakan-kerusakan habitat laut akibat penggunaan alat tangkap yang dilarang," tambahnya.

Masih kata Sonny, Gus Dur juga pernah menerbitkan Keppres yang sangat mendukung bidang kemaritiman, seperti Keppres 52/1999 tentang Konvensi Internasional yang menerapkan tanggungjawab perdata untuk kerusakan akibat pencemaran minyak.

Adalagi Keppres 178/1999 mengenai Ratifikasi Konvensi Hukum Laut PBB tahun 1982 di Indonesia. Terakhir penetapan Hari Nusantara setiap 13 Desember sebagai Hari Nasional, yang dikuatkan oleh Megawati Soekarnoputri saat menjabat presiden dengan menerbitkan Keppres 126/2001.

"Menindaklanjuti semangat Gus Dur, Megawati akhirnya meluncurkan program Gerakan Pembangunan Kelautan dan Perikanan Nasional yang disingkat Gerbang Mina Bahari. Kala itu Megawati menginginkan sektor kelautan menjadi leading sektor," bebernya.

Di era Jokowi periode pertama, sebenarnya sudah sangat baik ketika punya visi Indonesia sebagai “Poros Maritim Dunia.” Untuk mewujudkan itu, KKP menjadi instrument paling penting, harus dikuatkan.

"Jadi sepertinya, jika ingin KKP berjalan sesuai harapan, semangat pendirian yang dilakukan okeh Gus Dur perlu kembali dijadikan kontemplasi penguatan kembali fungsi atau peran KKP agar lebih strategis dan itu hanya dapat dilakukan oleh figur yang memahami semangat Gus Dur," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Manfaat Perkebunan Disedot Oligarki, Rakyat Kalsel Hanya Dapat Mudharat
Politik

Manfaat Perkebunan Disedot O..

21 Januari 2021 07:46
Budiman Sudjatmiko: Pernyataan Pandji Sebaiknya Dibantah, Tapi Tidak Usah Diadukan Ke Polisi
Politik

Budiman Sudjatmiko: Pernyata..

21 Januari 2021 07:25
Angkat Bicara Soal Banjir Kalsel, Greenpeace: Pemerintah Perlu Mereview Izin Kelola Lahan
Politik

Angkat Bicara Soal Banjir Ka..

21 Januari 2021 04:25
Kenang Mulyadi Tamsir Korban SJ-182, Aminuddin Maruf: Tidak Ada Kalimat Terucap Selain Penuh Kesantunan Dan Senyuman
Politik

Kenang Mulyadi Tamsir Korban..

21 Januari 2021 02:25
WALHI: 30 Persen Batas Kawasan Hutan Dihapus Perparah Bencana Hidrometeorologi
Politik

WALHI: 30 Persen Batas Kawas..

21 Januari 2021 01:18
Dukung Vaksin Merah Putih, Erick Thohir: Sayang Sekali Kalau Rp 70 Triliun Mengalir Ke Luar Negeri
Politik

Dukung Vaksin Merah Putih, E..

20 Januari 2021 23:32
Tata Kelola Pendidikan Jadi Kunci Meningkatkan Kualitas Guru
Politik

Tata Kelola Pendidikan Jadi ..

20 Januari 2021 22:43
KPU Sampaikan Jawaban Ke MA Atas Banding Eva-Deddy
Politik

KPU Sampaikan Jawaban Ke MA ..

20 Januari 2021 21:43