Dituding Terlibat Ekspor Benur, Begini Jawaban Berkelas Calon Wakil Walikota Tangsel

Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati, menepis tudingan ikut terlibat dalam kongkalingkon ekspor benur yang dilakukan Menteri KKP, Edhy Prabowo/Ist

Penangkapan dan penahanan Menteri KKP, Edhy Prabowo, memberi imbas buruk terhadap para kader Partai Gerindra. Mereka dikaitkan menjadi bagian dari kroni ekspor benih lobster yang membuat Edhy Prabowo harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KKP).

Salah satu yang dituding masuk dalam jaringan kroni Edhy Prabowo adalah calon Wakil Walikota Tangsel nomor urut 1, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang saat ini menjadi salah satu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

Kontan tudingan tersebut membuat Saraswati geram dan merasa difitnah. Dia pun sudah menduga akan diterpa serangan setelah hasil survei Indikator Politik Indonesia mengunggulkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, Muhamad-Saraswati.

"Sejak hasil survei oleh Indikator keluar, di mana Muhamad-Saraswati unggul, saya tahu ada kemungkinan besar kami akan dilanda dengan segala upaya untuk menurunkan kredibilitas dan elektabilitas kami," ujar Saraswati dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/11).

"Tak lama kemudian berita soal Menteri KKP keluar. Saya tahu bahwa kemungkinan besar hal itu akan dipermainkan untuk menyerang saya dalam kontestasi politik. Strategi seperti ini bukanlah hal baru. Dan sayangnya, dugaan saya benar," tambahnya, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Bahkan, Saraswati menegaskan izin perusahaan keluarganya, PT Bima Sakti Mutiara, yang memperoleh izin budi daya lobster, menepis dugaan adanya unsur KKN (korupsi kolusi nepotisme).

Karena, dikatakan Saraswati, perusahaan keluarganya telah mengikuti semua prosedur seperti halnya 60 perusahaan lain yang mendapatkan izin dari KKP.

"Kasus yang menimpa Menteri KKP adalah soal suap yang dilakukan oleh satu PT kepadanya dan beberapa orang secara pribadi. Apa hubungannya dengan perusahaan kami?" tegas Saraswati.

Saraswati juga menegaskan, bahwa dirinya sudah tidak aktif dalam perusahaan sejak resmi sebagai calon Wakil Walikota Tangsel.

Masih kata Saraswati, ia juga bisa memastikan jika perusahaannya belum pernah melakukan eskpor benur.

"Justru yang baru kami lakukan beberapa minggu lalu adalah pelepasliaran atau restocking lobster ke alam," paparnya.

Ditambahkan Saraswati, tuduhan dan fitnah yang diarahkan kepadanya justru membuat ia makin kuat untuk tegar.

"Percayalah, saya tidak akan pernah lelah memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Saya teringat dengan ungkapan bahwa lebih tinggi kita beranjak, lebih kencang pula angin menerpa. Saya kuat justru karena saya difitnah," tutup Saraswati.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Bukan Sekadar Politik Elektoral, Pilkada Serentak Tahun 2022 Dan 2023 Disarankan Tetap Digelar
Politik

Bukan Sekadar Politik Elekto..

19 Januari 2021 07:32
Korupsi Bansos Saat Pandemi Tindakan Biadab, KPK Diingat Rakyat Jika Berhasil Bubarkan Partai Korup
Politik

Korupsi Bansos Saat Pandemi ..

19 Januari 2021 06:54
Elektabilitasnya Tertinggal, Golkar Akan Kandas Jika Ajukan Airlangga Hartarto Capres 2024
Politik

Elektabilitasnya Tertinggal,..

19 Januari 2021 04:47
Kerahkan Banser Bantu Korban Bencana, GP Ansor Serukan Solidaritas Kemanusiaan
Politik

Kerahkan Banser Bantu Korban..

19 Januari 2021 03:33
Megawati Perintahkan Kader PDIP Jadi Pelopor Lingkungan
Politik

Megawati Perintahkan Kader P..

19 Januari 2021 03:28
Banyak Pelanggaran, Hugua Usulkan Pembahasan UU ASN Tetap Dilanjutkan
Politik

Banyak Pelanggaran, Hugua Us..

19 Januari 2021 02:26
Firman Jaya Daeli: Penunjukan Listyo Sigit Calon Kapolri Sesuai Prosedur Ketatanegaraan
Politik

Firman Jaya Daeli: Penunjuka..

19 Januari 2021 01:20
Busyro Muqoddas: Muhammadiyah Kritis Karena Sayang, Jangan Dianggap Musuh
Politik

Busyro Muqoddas: Muhammadiya..

19 Januari 2021 01:02