Ahli Epidemiologi UGM: Harusnya Habib Rizieq Tiru KH Said Aqil Yang Transparan

Habib RIrieq Shihab/Net

Rumah Sakit Ummi Bogor terancam bisa mendapatkan hukuman pidana lantaran diduga telah menutupi hasil swab test terhadap Rizieq Shihab.

Epidemiologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad mengatakan, pihak rumah sakit patut diduga melanggar Undang-Undang 6/2018 tentang Kerantinaan Kesehatan.

"Rumah sakit menutup-nutupi dan menghalang-halangi pelaksanaan pengendalian Covid-19. Itu kalau kita melihat Undang-Undang Karantina ada ancaman pidananya," kata Riris kepada wartawan, Senin (30/11).

Riris menambahkan, pemerintah terus berupaya mengatasi penularan Covid-19 di Tanah Air. Jika ada upaya menghalangi pengendalian tersebut memang sebaiknya diberikan sanksi.

Menurutnya, jika Habib Rizieq Shihab dinyatakan positif Covid-19, maka sangat membahayakan orang lain.

Apalagi dia selalu berinteraksi dengan banyak orang. Karena itu, kondisi kesehatan Rizieq menjadi penting dikatahui publik.

"Kalau dia positif kemudian ditutupi, sementara Rizieq itu orang yang sangat tinggi interaksinya kepada masyarakat, itu berpotensi penularan kalau dia positif," ujarnya.

Menurut Riris, Rizieq seharusnya bisa mencontoh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj yang mengumumkan dirinya tertular Covid-19.

Dibandingkan Rizieq, Said dinilai lebih merasa punya kewajiban moral.

"Tokoh publik perlu memberitahukan statusnya kepada publik. Jadi di situ kewajiban moralnya. Ini bukan persekusi, tapi kewajiban orang untuk melindungi sekelilingnya," tegasnya menutup.

Diketahui, imam besar FPI Habib Rizieq Shihab dirawat di Rumah Sakit Ummi sejak Selasa, 25 November.

Wali Kota Bogor Bima Arya sempat meminta pihak rumah sakit berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk segera mengambil sampel swab terhadap Rizieq.

Ternyata, Rizieq telah menjalani swab test pada Jumat, 27 November, tanpa sepengetahuan Satgas Covid-19 Kota Bogor.

Bima meminta Dinas Kesehatan melakukan swab test ulang terhadap Rizieq, namun keluarganya menolak. Dari sini, banyak pihak menilai Rizieq tidak transparan mengenai kondisi kesehatannya.

Satgas Covid-19 Kota Bogor sudah melaporkan Direktur Utama Rumah Sakit Ummi karena dinilai menghalang-halangi upaya Satgas melakukan swab test terhadap Rizieq. Humas Rumah Sakit Ummi Chaerudin mengaku belum mendapat informasi secara formal mengenai laporan tersebut.

Selain dilaporkan ke polisi, izin Rumah Sakit terancam dicabut. Berdasarkan Perwali Kota Bogor Nomor 107, setiap usaha yang kedapatan menghalang-halangi upaya proses penegakan peraturan dalam penanggulangan Covid-19, bisa dikenakan sanksi maksimal penutupan usaha.

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pemuda Muhammadiyah: Gaya Ali Lubis Gerindra Kritik Anies Baswedan Tidak Beretika
Politik

Pemuda Muhammadiyah: Gaya Al..

24 Januari 2021 13:59
Menko Mahfud: Kalau Tidak Suka Dengan Statement Orang Jangan Hina Pakai Gambar Hewan
Politik

Menko Mahfud: Kalau Tidak Su..

24 Januari 2021 13:26
Keputusan PSU Dari MK Dikhawatirkan Berdampak Pada Sebaran Wabah
Politik

Keputusan PSU Dari MK Dikhaw..

24 Januari 2021 12:54
3 Alasan Bagi Indonesia Memprotes UU China Yang Bolehkan Penjaga Pantai Tembak Kapal Asing
Politik

3 Alasan Bagi Indonesia Memp..

24 Januari 2021 12:25
Kecam Aksi Ambroncius, Relawan Jokowi: Ini Tidak Beradab Dan Bisa Mengundang Perpecahan
Politik

Kecam Aksi Ambroncius, Relaw..

24 Januari 2021 11:58
Temuan PPATK Tanda FPI Dapat Kepercayaan Dunia
Politik

Temuan PPATK Tanda FPI Dapat..

24 Januari 2021 11:40
Jadi Calon Tunggal, Azis Syamsuddin Resmi Terpilih Ketua Umum Ika Usakti
Politik

Jadi Calon Tunggal, Azis Sya..

24 Januari 2021 11:19
Rizal Ramli: Pemimpin Yang Kehilangan Kepercayaan Sulit Bawa Bangsanya Keluar Dari Krisis
Politik

Rizal Ramli: Pemimpin Yang K..

24 Januari 2021 10:58