Pilkada 8 Hari Lagi, Anggota DPR Gerindra: Jaga Persatuan Hindari Pepecahan

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Ardhya Pratiwi Setiowati/Net

Anggota DPR RI Ardhya Pratiwi Setiowati mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan terkait gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020.

Semangat persatuan Indonesia harus dikedepankan walau berbeda pilihan. Jangan sampai terpancing emosi dengan isu-isu SARA yang sering muncul setiap ada perhelatan pemilihan.

"Perhelatan pemilihan jangan sampai memecah belah persatuan Indonesia. Apalagi, Indonesia merupakan negara majemuk dan beragam. Penduduk Indonesia berasal dari berbagai macam suku, etnis, budaya, bahkan agama yang berbeda-beda. Keanekaraman ini seringkali memicu konflik SARA, terutama agama dengan seiring memudarnya toleransi antar umat beragama," ungkap Ardhya, Selasa (1/12).

Pilkada serentak 2020 akan diikuti sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Sistem pemilihan kepala daerah secara serentak pada tahun ini merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan di Indonesia.

Ardhya yakin, pilkada akan berlangsung tanpa perselisihan diantara para calon, anggota partai dan juga para warga yang menjadi pemilih sehingga dapat terlahir pelaksanaan pemilihan daerah yang aman, kondusif dan damai.

Keyakinan itu disampaikan Ardhya, senator dari Fraksi Partai Gerindra saat menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan ratusan milenial dan tokoh agama di Cikoneng, Ciamis, Jawa Barat, hari ini.

Sosialisasi Empat Pilar MPR yang dimaksud adalah Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR. NKRI Sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

Lebih lanjut Ardhya menututurkan bahwa sebagai rakyat Indonesia yang berada pada naungan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, sudah seharusnya bijak dalam menyadari isu agama dan diskriminasi yang sering menjadi latar belakang munculnya isu SARA.

"Mari kita jaga kedamaian dan kesatunan dan jangan terprovokasi isu SARA yang dapat menganggu ketertiban masyarakat," terangnya.

Di akhir paparannya, Ardhya mengatakan, beda pilihan dan politik harus membuat kita menjadi lebih bijak dalam memilih mana yang benar dan mana yang salah.

Kepada daerah yang melaksanakan pilkada, diharapkan gunakan ajang pilkada untuk persatuan Indonesia, dan tidak menggunakan SARA untuk menuai kebencian antara sesama.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Soal Mahar Politik, Rizal Ramli: Bagi Orang Barat Itu Lucu Banget
Politik

Soal Mahar Politik, Rizal Ra..

20 Januari 2021 19:26
Presiden Jokowi: Keselamatan Adalah Yang Utama Di Bidang Transportasi
Politik

Presiden Jokowi: Keselamatan..

20 Januari 2021 19:25
Di Raker, Komisi VI Dukung BUMN Lanjutkan Program Vaksinasi Nasional
Politik

Di Raker, Komisi VI Dukung B..

20 Januari 2021 19:14
Istana: Bekerja Terbatas, Menteri Terpapar Covid-19 Tidak Wajib Dipublikasikan
Politik

Istana: Bekerja Terbatas, Me..

20 Januari 2021 19:08
RR: Saya Tidak Kesal, Cuma Hakim-hakim Konsitusi Tidak Punya Nyali Dan Kecerdasan Untuk Bahas PT!
Politik

RR: Saya Tidak Kesal, Cuma H..

20 Januari 2021 18:22
Kalau Konsisten Perang Lawan Korupsi, Johan Budi Harus Cabut Dari PDIP
Politik

Kalau Konsisten Perang Lawan..

20 Januari 2021 17:48
Erick Thohir: Vaksin Mandiri Dilakukan Setelah Vaksinasi Gratis Selesai
Politik

Erick Thohir: Vaksin Mandiri..

20 Januari 2021 17:39
Pimpinan Komisi III: Seluruh Fraksi Tidak Ada Alasan Menolak Listyo Sigit Jadi Kapolri
Politik

Pimpinan Komisi III: Seluruh..

20 Januari 2021 17:18