Ujang Komarudin: Penangkapan Edhy Prabowo Sama Persis Dengan Presiden PKS Di Era SBY

Ujang Komarudin/Net

Sebagian kalangan berpendapat penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo dipolitisasi atau kental dengan unsur politik yang dilakukan oleh partai koalisi pemerintahan lantaran tidak senang Partai Gerindra duduk di kursi kabinet Indonesia Maju.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengatakan kasus yang dialami Edhy Prabowo sama persis dengan kasus Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq yang menduduki kursi menteri namun dilengserkan karena terseret kasus korupsi pengadaan impor daging sapi.

PKS kala itu, kata Ujang, kerap mengkritisi pemerintahan SBY sehingga diambil langkah untuk membuat PKS diam dengan meng-KPK-kannya.

“Ini sama kayak PKS dulu di pemerintahan SBY, itu sering mengkritis SBY lalu apa yang terjadi? Akhirnya kan ditangkap Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq (Kasus sapi) saya kira polanya sama lah seperti itu. Instrumennya menggunakan KPK. Sebetulnya sama saja, memang kasus hukumnya ada kasus politiknya juga ada,” ucap Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (1/12).

Pihaknya tak menampik kasus Edhy Prabowo dipolitisasi oleh sebagian parpol koalisi pemerintahan. Meski dalam kasus tersebut dipenuhi unsur hukum berdasarkan bukti-bukti yang disimpan KPK.

“Ya ada pasti. Penegakkan hukumnya kita dorong KPK. Politisasinya begini, yang pertama itu kasus Harun Masikhu ke mana? Itu kan di depan mata lalu menghilang? Kenapa KPK enggak berani mengusut Harun Masikhu? Yang itu dianggap melibatkan partai penguasa gitu. Ini kan penting. Mengapa Gerindra yang dikerjain?”katanya.

“Yang kedua itu kan atas laporan lawan politik Gerindra, kasus Edhy Prabowo lalu diambil oleh KPK sebagai bagian dari penegakkan hukum, penegakkan hukum kita dorong, KPK jangan diganggu tapi nilai politisnya ada,” tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Bukan Sekadar Politik Elektoral, Pilkada Serentak Tahun 2022 Dan 2023 Disarankan Tetap Digelar
Politik

Bukan Sekadar Politik Elekto..

19 Januari 2021 07:32
Korupsi Bansos Saat Pandemi Tindakan Biadab, KPK Diingat Rakyat Jika Berhasil Bubarkan Partai Korup
Politik

Korupsi Bansos Saat Pandemi ..

19 Januari 2021 06:54
Elektabilitasnya Tertinggal, Golkar Akan Kandas Jika Ajukan Airlangga Hartarto Capres 2024
Politik

Elektabilitasnya Tertinggal,..

19 Januari 2021 04:47
Kerahkan Banser Bantu Korban Bencana, GP Ansor Serukan Solidaritas Kemanusiaan
Politik

Kerahkan Banser Bantu Korban..

19 Januari 2021 03:33
Megawati Perintahkan Kader PDIP Jadi Pelopor Lingkungan
Politik

Megawati Perintahkan Kader P..

19 Januari 2021 03:28
Banyak Pelanggaran, Hugua Usulkan Pembahasan UU ASN Tetap Dilanjutkan
Politik

Banyak Pelanggaran, Hugua Us..

19 Januari 2021 02:26
Firman Jaya Daeli: Penunjukan Listyo Sigit Calon Kapolri Sesuai Prosedur Ketatanegaraan
Politik

Firman Jaya Daeli: Penunjuka..

19 Januari 2021 01:20
Busyro Muqoddas: Muhammadiyah Kritis Karena Sayang, Jangan Dianggap Musuh
Politik

Busyro Muqoddas: Muhammadiya..

19 Januari 2021 01:02