Effendi Gazali Ungkap Permen 12/2020 Beda Dengan Draf Yang Dibahas, Edhy Prabowo Kecolongan

Ketua Komisi Pemangku-Kepentingan dan Konsultasi Publik, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2-KKP), Effendi Gazali/Net

Peraturan Menteri (Permen) 12/2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di wilayah Indonesia disebut berbeda dengan draf rancangan yang sebelumnya dibahas bersama ahli.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi Pemangku-Kepentingan dan Konsultasi Publik, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2-KKP), Effendi Gazali yang sempat menjadi salah satu ahli dalam pembahasan draf tersebut.

"Para penasihat ahli sudah melakukan perbaikan-perbaikan tehadap peraturan di masa menteri yang sebelumnya. Ternyata draf berbeda dengan permen yang keluar," kata Effendi Gazali dalam podcast di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (1/12).

Pihaknya pun mengaku telah melakukan konsultasi publik selama dua kali dan dilakukan perbaikan bersama 14 orang penasihat ahli dan gurubesar berbagai universitas.

Sadar dengan adanya perbedaan draf dan Peraturan Menteri yang keluar, Effendi pun menyampaikan keganjilan tersebut kepada Menteri Kelautan dan Perikanan yang belum lama menjabat, Edhy Prabowo.

"Saat bulan puasa kemarin, di rumah Pak Menteri (Edhy Prabowo), saya bicara. 'Pak, permen ini ada perbedaan dengan draf yang kami buat sebagai hasil konsolidasi dari penasehat ahli berdasarkan konsultasi publik'. Pak menterinya mengakui ‘oh iya saya ada kecolongan ya’,” lanjut Effendi.

Kecolongan itu pun diakui Effendi berhubungan erat dengan nilai ekspor benur yang bisa mencapai Rp 10,2 triliun per tahun. " Ada kekuatan setiap tahunnya sebesar Rp 10,2 T," tegasnya.

Padahal bila merujuk pada draf Permen yang dibahas bersama para ahli dan sudah melalui kajian publik, ia yakin perilaku korupsi sulit terjadi karena tidak memiliki ruang.

“Hampir tidak ada peluang untuk korupsi, saya termasuk di dalam penasihat ahli, namun permen yang terbit berbeda dengan draf itu. Ini berhubungan dengan kekuatan Rp 10,2 triliun tadi,” tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Soal Mahar Politik, Rizal Ramli: Bagi Orang Barat Itu Lucu Banget
Politik

Soal Mahar Politik, Rizal Ra..

20 Januari 2021 19:26
Presiden Jokowi: Keselamatan Adalah Yang Utama Di Bidang Transportasi
Politik

Presiden Jokowi: Keselamatan..

20 Januari 2021 19:25
Di Raker, Komisi VI Dukung BUMN Lanjutkan Program Vaksinasi Nasional
Politik

Di Raker, Komisi VI Dukung B..

20 Januari 2021 19:14
Istana: Bekerja Terbatas, Menteri Terpapar Covid-19 Tidak Wajib Dipublikasikan
Politik

Istana: Bekerja Terbatas, Me..

20 Januari 2021 19:08
RR: Saya Tidak Kesal, Cuma Hakim-hakim Konsitusi Tidak Punya Nyali Dan Kecerdasan Untuk Bahas PT!
Politik

RR: Saya Tidak Kesal, Cuma H..

20 Januari 2021 18:22
Kalau Konsisten Perang Lawan Korupsi, Johan Budi Harus Cabut Dari PDIP
Politik

Kalau Konsisten Perang Lawan..

20 Januari 2021 17:48
Erick Thohir: Vaksin Mandiri Dilakukan Setelah Vaksinasi Gratis Selesai
Politik

Erick Thohir: Vaksin Mandiri..

20 Januari 2021 17:39
Pimpinan Komisi III: Seluruh Fraksi Tidak Ada Alasan Menolak Listyo Sigit Jadi Kapolri
Politik

Pimpinan Komisi III: Seluruh..

20 Januari 2021 17:18