Minta Warga Tak Terprovokasi Azan Hayya Alal Jihad, Politikus PKB: Mungkin Hanya Lomba Azan, Meski Berlebihan

Anggota Komisi VIII DPR RI fraksi PKB, Maman Imanulhaq, meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi soal viral azan ajakan jihad/Net

Semua lapisan masyarakat diharapkan tidak terprovokasi dengan kemunculan video azan yang salah satu kalimatnya diubah menjadi "hayya alal jihad" di media sosial yang belakangan membuat heboh warga.

"Saya rasa viralnya video itu tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Kita jangan terprovokasi, kita jangan terhasut itu," kata anggota Komisi VIII DPR RI fraksi PKB, Maman Imanulhaq, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/12).

Menurut Maman, anggap saja peristiwa itu dalam rangka lomba azan yang kreatif. Meskipun kreativitasnya sangat berlebihan dan cenderung mengada-ngada.

"Makanya kalau saya sih berprinsip tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Toh masyarakat yang rasional, masyarakat yang patuh kepada ajaran para ulama, para habaib, akan selalu mengikuti ajaran Islam yang diajarkan Rasulullah SAW," demikian Maman Imanulhaq.

Sebuah video berdurasi 47 detik berjudul 'Merinding Azan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin Pimpinan Al Habib Bahar Bin Smith', yang diunggah pada Minggu (29/11) membuat geger warganet.

Dalam video itu tampak seorang muazin mengumandangkan azan dan di belakangnya ada beberapa jemaah laki-laki berdiri membentuk shaf seperti hendak melakukan ibadah shalat.

Muazin tersebut kemudian mengucapkan kalimat 'hayya alal jihad' dan diikuti secara serempak oleh jemaah yang ada di belakangnya.

Setelah kemunculan video itu, belakangan ramai juga video-video serupa yang tersebar di grup-grup WhatsApp dan platform medsos lainnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Bukan Sekadar Politik Elektoral, Pilkada Serentak Tahun 2022 Dan 2023 Disarankan Tetap Digelar
Politik

Bukan Sekadar Politik Elekto..

19 Januari 2021 07:32
Korupsi Bansos Saat Pandemi Tindakan Biadab, KPK Diingat Rakyat Jika Berhasil Bubarkan Partai Korup
Politik

Korupsi Bansos Saat Pandemi ..

19 Januari 2021 06:54
Elektabilitasnya Tertinggal, Golkar Akan Kandas Jika Ajukan Airlangga Hartarto Capres 2024
Politik

Elektabilitasnya Tertinggal,..

19 Januari 2021 04:47
Kerahkan Banser Bantu Korban Bencana, GP Ansor Serukan Solidaritas Kemanusiaan
Politik

Kerahkan Banser Bantu Korban..

19 Januari 2021 03:33
Megawati Perintahkan Kader PDIP Jadi Pelopor Lingkungan
Politik

Megawati Perintahkan Kader P..

19 Januari 2021 03:28
Banyak Pelanggaran, Hugua Usulkan Pembahasan UU ASN Tetap Dilanjutkan
Politik

Banyak Pelanggaran, Hugua Us..

19 Januari 2021 02:26
Firman Jaya Daeli: Penunjukan Listyo Sigit Calon Kapolri Sesuai Prosedur Ketatanegaraan
Politik

Firman Jaya Daeli: Penunjuka..

19 Januari 2021 01:20
Busyro Muqoddas: Muhammadiyah Kritis Karena Sayang, Jangan Dianggap Musuh
Politik

Busyro Muqoddas: Muhammadiya..

19 Januari 2021 01:02