iPol Indonesia Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pilkada

CEO iPol Indonesia, Petrus Hariyanto/RMOL

Dalam rangka mengawal suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) lembaga IT-Research And Politic Consultant (Ipol Indonesia) merilis aplikasi Kawal Suara Pilkada 2020.

CEO iPol Indonesia, Petrus Hariyanto mengatakan, aplikasi ini bertujuan untuk melakukan salinan data digital atau e-rekap.

Kata Petrus, dengan aplikasi itu tim iPol Indonesia dapat melakukan rekapitulasi digital, dengan melalui pelaporan hasil perhitungan suara secara realtime.

Dengan cara kerja itu, siapa kontestan yang memperoleh suara terbanyak dapat diketahui lebih cepat.

"Di dalam aplikasi Kawal Suara Pilkada ini, terdapat dua menu pelaporan, selain E-rekap Kawal Pilkada 2020 ini berisikan pelaporan pelanggaran pada proses kampanye dan serta proses pencoblosan 9 Desember mendatang," demikian kata Petrus, Kamis (3/12).

Petrus menjelaskan, dalam setiap momen Pilkada, banyak dari lembaga survei lainnya gencar melakukan quick count.

Atas dasar itulah, iPol Indonesia justru melahirkan aplikasi yang dapat dibilang sebagai real count versi digital.

Lebih lanjut Petrus mengatakan, beberapa kota/kabupaten yang sedang disiapkan penggunaan aplikasi Kawal Pilkada 2020 ini diantaranya, Sumatera Selaran, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi dan Kalimantan.

Meski demikian, Petrus memastikan bahwa data yang didapat aplikasi yang ia buat tidak dapat menjadi acuan resmi.

Dikatakan Petrus, sistem aplikasi yang dibuat untuk mengawal kualitas pesta demokrasi di Indonesia.

"Kami sudah berkerja mempersiapkan pelakasanaan penggunaan aplikasi ini di beberapa wilayah, dengan harapan aplikasi ini dapat bermanfaat bagi proses demokrasi di Indonesia," kata Petrus.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Bukan Sekadar Politik Elektoral, Pilkada Serentak Tahun 2022 Dan 2023 Disarankan Tetap Digelar
Politik

Bukan Sekadar Politik Elekto..

19 Januari 2021 07:32
Korupsi Bansos Saat Pandemi Tindakan Biadab, KPK Diingat Rakyat Jika Berhasil Bubarkan Partai Korup
Politik

Korupsi Bansos Saat Pandemi ..

19 Januari 2021 06:54
Elektabilitasnya Tertinggal, Golkar Akan Kandas Jika Ajukan Airlangga Hartarto Capres 2024
Politik

Elektabilitasnya Tertinggal,..

19 Januari 2021 04:47
Kerahkan Banser Bantu Korban Bencana, GP Ansor Serukan Solidaritas Kemanusiaan
Politik

Kerahkan Banser Bantu Korban..

19 Januari 2021 03:33
Megawati Perintahkan Kader PDIP Jadi Pelopor Lingkungan
Politik

Megawati Perintahkan Kader P..

19 Januari 2021 03:28
Banyak Pelanggaran, Hugua Usulkan Pembahasan UU ASN Tetap Dilanjutkan
Politik

Banyak Pelanggaran, Hugua Us..

19 Januari 2021 02:26
Firman Jaya Daeli: Penunjukan Listyo Sigit Calon Kapolri Sesuai Prosedur Ketatanegaraan
Politik

Firman Jaya Daeli: Penunjuka..

19 Januari 2021 01:20
Busyro Muqoddas: Muhammadiyah Kritis Karena Sayang, Jangan Dianggap Musuh
Politik

Busyro Muqoddas: Muhammadiya..

19 Januari 2021 01:02