Minta Polda Tolak Laporan Ngabalin, Beathor Suryadi: Masalah Nama Baik Masih Debatable

Bambang Beathor Suryadi/Net

Polda Metro Jaya diminta menolak laporan dugaan pencemaran nama baik yang dibuat oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.

Ada dua orang yang dilaporkan yakni pengamat politik dan sosial alumni Pascasarjana Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Yunus Hanis dan mantan staf KSP, Bambang Beathor Suryadi.

Ngabalin membuat laporan itu lantaran merasa difitnah terkait kasus dugaan korupsi izin ekspor benih lobster yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Beathor Suryadi pernah mengatakan KPK harus memeriksa dan menangkap Ngabalin. Dia menduga Ngabalin mendapatkan aliran dana dari hasil sogok korupsi dan perjalanan kunjungan kerja ke Amerika Serikat bersama Edhy Prabowo.

Sementara Yunus Hanis, dia diperkarakan karena pernyataannya yang menduga Ngabalin mempunyai andil dalam menjebloskan Edhy Prabowo.

Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Beathor mengatakan, ucapannya itu merujuk pada kinerja KPK yang tidak membawa Ngabalin untuk diperiksa. Padahal, Ngabalin berada dalam rombongan Edhy saat terjadi OTT.

"Aku dan MYH itu kan fokus pada kerja KPK. Kenapa Ngabalin dipulangkan sebelum KPK menggunakan 1x24 jam hak untuk periksa?" kata Beathor, Minggu (13/12).

"Jika Ngabalin di pulangkan dari Gedung Merah Putih setelah 1x24 jam diperiksa KPK, maka aku dan MYH tidak akan menjadi gusar atas OTT tersebut," imbuhnya menegaskan.

Sambungnya, dia menegaskan juga bahwa tidak ada sama sekali berniat untuk memfitnah terhadap Ngabalin yang juga sahabatnya selama berada di KSP.

Beathor hanya menyayangkan kinerja KPK yang tidak memeriksa untuk orang-orang yang berangkat dan pulang bersama Edhy Prabowo.

"Kami menilai KPK tidak maksimal saat OTT di bandara. Kenapa diskriminasi terhadap peserta ke dan dari Amerika itu?" katanya.

Terlebih, kata dia, laporan atas dugaan pencemaran nama baik masih sangat mungkin diperdebatkan.

"Tidak semua laporan ke Polda Metro harus diproses, apa lagi ini masalah nama baik yang sangat debatable.

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet

Selasa, 13 April 2021
Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021

Artikel Lainnya

Dukungan Masyarakat Terhadap PDIP Masih Moncer Di Survei LPPM, Demokrat Beda 0,1 Persen Dari Gerindra
Politik

Dukungan Masyarakat Terhadap..

15 April 2021 00:03
Iriana Jokowi Capres Terkuat Kedua Dari Kalangan Perempuan, Kangkangi Risma Hingga Khofifah
Politik

Iriana Jokowi Capres Terkuat..

14 April 2021 23:31
Zainuddin Maliki: Sudah Tepat Gabungkan Ristek Dengan Dikbud
Politik

Zainuddin Maliki: Sudah Tepa..

14 April 2021 23:16
Laporkan Habib Rizieq Soal Covid, Bima Arya Tepis Karena Politik
Politik

Laporkan Habib Rizieq Soal C..

14 April 2021 23:06
Temuan Survei LPPM: 79,2 Persen Publlik Menilai Arah Negara Sesuai Konstitusi
Politik

Temuan Survei LPPM: 79,2 Per..

14 April 2021 23:00
Dua Menteri Nasdem Dianggap Layak Dicopot, Ahmad Ali Pasrahkan Kepada Jokowi
Politik

Dua Menteri Nasdem Dianggap ..

14 April 2021 22:51
Making Indonesia 4.0 Perlu Disokong SDM Yang Unggul
Politik

Making Indonesia 4.0 Perlu D..

14 April 2021 22:43
Tidak Mau Ada Sistem Ecer Di Pengelolaan APBD, Jokowi Ke Kepala Daerah Yang Baru: Buat Dua Atau Tiga Program Prioritas Saja
Politik

Tidak Mau Ada Sistem Ecer Di..

14 April 2021 22:34