Guspardi Gaus: Ketika Petahana Berguguran Di Pilkada Di Sumatera Barat

Ilustrasi

Fenomena menarik menjadi catatan khusus dari gelaran Pilkada Serentak 2020 di Sumatera Barat, baik tingkat gubernur ataupun bupati dan walikota.

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengungkapkan, fenomena menarik itu di mana sejumlah calon kepala daerah dari incumbent atau petahana berguguran.

“Bergugurannya 10 dari 14 petahana harus bisa diterima secara berlapang dada, menerima kekalahan dari para penantangnya,” ucap Guspardi kepada wartawan, Jumat (18/12).

Berdasarkan data sementara sirekap KPU Sumbar sampai Jumat (18/12) pukul 19.13 WIB, dalam pemilihan gubernur Sumatera Barat, petahana Nasrul Abit yang berpasangan dengan Indra Catri mendapatkan 624.204 (30,4 persen) dan dikalahkan oleh pasangan Mahyeldi Ansyarullah-Audy Joinaldi yang unggul dengan 672.698 suara (32,7 persen) atau berada diposisi teratas.

Di tempat ketiga pasangan Mulyadi-Ali Mukhni dengan perolehan 553.302 (26,9 persen) dan di tempat terakhir pasangan Fakhrizal-Genius Umar yang hanya mendapatkan 205,622 suara (10 persen). Data tersebut dihimpum dari 11.436 TPS dari 12.548 TPS (91,14 persen) yang telah selesai di hitung.

Gurpardi menjelaskan, untuk pemilihan bupati dan walikota yang digelar di 13 daerah di Sumbar tercatat petahana yang bisa mempertahankan kursinya hanya dua daerah yaitu walikota Solok, Zul Evian dan Bupati Darmasraya, Sutan Riska Tuanku.

Sementara Suhatri Bur, petahana wakil Bupati Kabupaten Padang Pariaman naik menjadi bupati pada pilkada kali ini.

Lanjut Guspardi, petahana yang tumbang berturut-turut yaitu Ramlan Nurmatias di Kota Bukitinggi dan Hendra Joni di Kabupaten Pesisir Selatan.

Di Kabupaten Pasaman di mana pemilihan bupati dan wakilnya tidak diikuti oleh petahana, dimenangkan oleh pasangan Benny Utama dan Sabar AS melawan kotak kosong.

“Selanjutanya dua pelaksana tugas (Plt), yakni di Solok Selatan Abdul Rahman dan Zuldafri Darma di Kabupaten Tanah Datar juga harus mengakui keunggulan penantangnya,” katanya.

Sambungnya, wakil bupati petahana yang maju sebagai calon bupati yang kalah adalah Trinda Farhan Satria di Kabupaten Agam, Yulianto di Pasaman Barat, Ferizal Ridwan di Kabupaten Limapuluh Kota.

Serta wakil bupati petahana Kabupaten Solok, Yulfadri Nurdin, belum berhasil mempertahankan jabatannya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Kalau Moedoko Berhasil Kudeta Demokrat, Rakyat Juga Bisa Ambil Alih Kekuasaan Pemerintahan
Politik

Kalau Moedoko Berhasil Kudet..

08 Maret 2021 11:59
Dukung AHY Lawan KLB Ilegal, Ratusan Massa Padati Kantor Yasonna Laoly
Politik

Dukung AHY Lawan KLB Ilegal,..

08 Maret 2021 11:48
Di Kantor Yasonna, AHY Tunjukkan 2 Kontainer Bukti Otentik KLB Deliserdang Ilegal
Politik

Di Kantor Yasonna, AHY Tunju..

08 Maret 2021 11:46
Didampingi 34 Pimpinan DPD, AHY Kirim Nota Keberatan Ke Kantor Yasonna Laoly
Politik

Didampingi 34 Pimpinan DPD, ..

08 Maret 2021 11:24
Jabatan Ketum Demokrat Versi KLB Ilegal Jadi Permulaan Buruknya Reputasi Moeldoko
Politik

Jabatan Ketum Demokrat Versi..

08 Maret 2021 11:24
Kembali Pimpin PKB Kabupaten Bekasi, Gus Iik Minta DPRD Ikut Kritisi Kebijakan Anggaran Pemerintah
Politik

Kembali Pimpin PKB Kabupaten..

08 Maret 2021 11:13
Incar Hattrick Kemenangan Pada 2024, PDIP Jatim Akan Terus Perkuat Akar Rumput
Politik

Incar Hattrick Kemenangan Pa..

08 Maret 2021 10:47
Din Syamsuddin: Keputusan Yang Terbaik Adalah Pemerintah Menolak Keputusan KLB Moeldoko
Politik

Din Syamsuddin: Keputusan Ya..

08 Maret 2021 09:56