Meski Hanya 18 Bulan, Jabatan Wakil Gubernur Aceh Masih Menguntungkan

Gubernur Aceh Nova Iriansyah/Ist.

Masa jabatan Wakil Gubernur Aceh yang terpilih nanti memang sangat singkat. Hanya 18 bulan. Namun, tetap menguntungkan dari sisi politik maupun ekonomi.

Tak heran jika beberapa partai politik baik nasional maupun lokal berebut mengajukan nama jagoan mereka. Untuk diajukan kepada Gubernur Aceh sebelum diserahkan dan disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sebagai Wakil Gubernur Aceh.

"Secara strategis, ada upaya kepentingan politik dan ekonomi atau politik anggaran yang terselip untuk dapat dikuasai. Sebagai kapitalisasi atau modal politik berhadapan dengan tahun politik pada waktu yang akan datang," kata Ketua Lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Aceh, Taufik A Rahim, kepada Kantor Berita RMOLAceh, Senin (21/12).

Taufik mengatakan, beberapa partai politik nasional dan lokal merasa sangat berkepentingan untuk memperjuangkan hasrat tersebut. Bahkan, penggalangan dukungan dari pemangku kepentingan, tokoh masyarakat dan agama, para elite partai politik nasional dan juga lokal terus dilakukan.

Namun, Taufik mengingatkan, tidak ada makan siang gratis. Mencari dukungan juga membutuhkan tawar menawar kepentingan antara pihak yang berhasrat dan mendukung.

“Bagi masyarakat bawah, di akar rumput, hal ini tidak terlalu berpengaruh. Sehingga pemilihan wakil gubernur ini tidak akan memecah belah kehidupan masyarakat,” terang Taufiq.

Terlepas dari hasrat seluruh partai politik, menurut Taufik, semua keputusan berada di tangan Nova Iriansyah, selaku gubernur, untuk memilih atau menolak calon yang diusulkan oleh partai pengusung. Setelah diusulkan, Nova bisa saja menerima, melanjutkan, mengusulkan, atau mendiamkan kandidat usulan partai pengusung.

Menurut Taufiq, dinamika hubungan eksekutif-legislatif juga akan memiliki konsekuensi. Sulit bagi para pihak untuk mengabaikan kepentingan politik, baik dari aktor-aktor tertentu atau dari internal partai politik.

Apalagi, Taufik menambahkan, Kepala Daerah Aceh memiliki beban berat dalam mengurus Aceh pada sisa masa jabatan hingga 2022. Dia juga mengatakan masyarakat tidak terlalu berharap banyak terhadap sosok wakil gubernur.

Karena yang diharapkan oleh masyarakat adalah perubahan kehidupan menjadi lebih baik di tengah pandemi Covid-19. Maka urusan pencarian sosok wakil gubernur ini jangan sampai memecah-belah kehidupan masyarakat.

“Jangan korbankan rakyat hanya untuk mengakomodir kepentingan politik dan ekonomi para elite Aceh, para aktor, serta partai politik di Aceh," kata Taufik.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet

Selasa, 13 April 2021
Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021

Artikel Lainnya

Dukungan Masyarakat Terhadap PDIP Masih Moncer Di Survei LPPM, Demokrat Beda 0,1 Persen Dari Gerindra
Politik

Dukungan Masyarakat Terhadap..

15 April 2021 00:03
Iriana Jokowi Capres Terkuat Kedua Dari Kalangan Perempuan, Kangkangi Risma Hingga Khofifah
Politik

Iriana Jokowi Capres Terkuat..

14 April 2021 23:31
Zainuddin Maliki: Sudah Tepat Gabungkan Ristek Dengan Dikbud
Politik

Zainuddin Maliki: Sudah Tepa..

14 April 2021 23:16
Laporkan Habib Rizieq Soal Covid, Bima Arya Tepis Karena Politik
Politik

Laporkan Habib Rizieq Soal C..

14 April 2021 23:06
Temuan Survei LPPM: 79,2 Persen Publlik Menilai Arah Negara Sesuai Konstitusi
Politik

Temuan Survei LPPM: 79,2 Per..

14 April 2021 23:00
Dua Menteri Nasdem Dianggap Layak Dicopot, Ahmad Ali Pasrahkan Kepada Jokowi
Politik

Dua Menteri Nasdem Dianggap ..

14 April 2021 22:51
Making Indonesia 4.0 Perlu Disokong SDM Yang Unggul
Politik

Making Indonesia 4.0 Perlu D..

14 April 2021 22:43
Tidak Mau Ada Sistem Ecer Di Pengelolaan APBD, Jokowi Ke Kepala Daerah Yang Baru: Buat Dua Atau Tiga Program Prioritas Saja
Politik

Tidak Mau Ada Sistem Ecer Di..

14 April 2021 22:34