Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

KPPG: Kaum Perempuan Perlu Bersatu Dalam Hadapi Tantangan Masa Kini

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Selasa, 29 Desember 2020, 18:26 WIB
KPPG: Kaum Perempuan Perlu Bersatu Dalam Hadapi Tantangan Masa Kini
Webinar yang diselenggarakan oleh Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Partai Golkar, bertajuk "Perlindungan HAM bagi Perempuan sebagai Ibu Bangsa di Masa Pandemi Covid 19”/Net
Tantangan yang terjadi pada kaum perempuan harus dapat diatasi dengan kemampuan perempuan sendiri untuk terus cepat beradaptasi dan berkarya di segala bidang kehidupan.

Begitu dikatakan Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Airin Rachmi Diany dalam webinar yang diselenggarakan oleh Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Partai Golkar, bertajuk "Perlindungan HAM bagi Perempuan sebagai Ibu Bangsa di Masa Pandemi Covid 19”.

Dikatakan Airin, perempuan harus diberikan kesempatan yang sama dengan kaum pria. Begitu juga dengan tanggung jawab.

"Sehingga perempuan dapat berperan secara optimal bagi keluarga dan lingkungannya, masyarakat, bangsa dan negara. Karena itu, produk perundang-undangan yang akan dihasilkan harus dapat memberi solusi bagi kaum perempuan," ujar Airin.

Ditambahkan Ketua Korbid Kesra Partai Golkar, Adde Rosi, yang mengungkapkan fakta bahwa di masa pandemi Covid-19 pun angka kekerasan pada perempuan mengalami peningkatan.

"Data Komnas Perempuan, hingga November 2020, kekerasan berbasis gender dalam jaringan (daring) meningkat saat pandemi Covid-19, dari 1.617 kasus, 1.458 adalah kekerasan berbasis gender," katanya.

Hadir sebagai pembicara pada acara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Bintang Puspayoga, sebagai pembicara kunci, Ketua Dewan Kehormatan PP KPPG, Yanti Airlangga Hartarto serta pembicara lain.

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam paparannya menyampaikan, bahwa definisi Hari Ibu yang dibanggakan kaum perempuan di Indonesia sejatinya bukan Mother’s Day yang diperingati setiap tahun.

"Tetapi, Hari Ibu adalah Hari Pergerakan Perempuan Indonesia yang titik tolak sejarahnya dari Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928," ujar Puspayoga.

Karena itu, dia mengajak perempuan Indonesia untuk terus bergerak maju membangun bangsa dan negara.

Puspayoga pun menitipkan harapan pada Partai Golkar sebagai salah satu partai terbesar dan tertua di Indonesia untuk terus menggelorakan kesetaraan gender di semua bidang pembangunan.

"Harapan ini mengingat partai politik mempunyai kekuatan massif untuk menggerakkan pembangunan dari pusat sampai daerah dengan memperhatikan kesetaraan gender," terangnya.

Harapan Puspayoga pun diamini Ketua Dewan Kehormatan PP KPPG, Yanti Airlangga Hartarto. Menurutnya, sudah saatnya perempuan bersatu padu menyelesaikan persoalan kesetaraan gender.

"Dalam menghadapi tantangan di masa kini, diperlukan semangat kebersamaan agar bangsa ini bisa keluar dan terhindar dari berbagai bentuk tindak kekerasan terutama kekerasan yang terjadi pada perempuan," pungkasnya.

ARTIKEL LAINNYA